Lomba Menggiring Banteng Terjun ke Laut, Unik Tapi Ekstrim

Alfri

Alfri

On Luar Negeri

Spanyol terkenal sebagai negeri Matador, di negara inilah Anda bisa menemukan permainan ekstrim berupa manusia melawan banteng. Selain itu berbagai festival yang melibatkan banteng juga banyak dijumpai di sana, salah satunya adalah Bous a la Mar. Dalam festival ini peserta ditantang untuk menggiring banteng agar terjun ke laut.

Sebagian besar traveler yang pernah berkunjung ke Spanyol pasti familiar dengan festival San Fermin atau bull-run. Dalam festival tersebut akan ada banteng yang dilepaskan di jalanan penuh dengan pengunjung atau peserta festival. Banteng ini akan mengejar siapa saja yang ada di jalan tersebut bahkan terkadang festival ini menimbulkan korban jiwa.

Festival yang menantang peserta untuk memancing banteng terjun ke laut [image source]
Festival yang menantang peserta untuk memancing banteng terjun ke laut [image source]
Festival yang juga melibatkan banteng dan manusia berikut ini sedikit berbeda dari segi lokasi dan tata cara bermainnya. Diadakan di Kota Denia, Alicante, Spanyol, festival bernama Bous a la Mar atau disebut juga dengan Bulls to the Sea menantang peserta untuk menggiring banteng hingga terjun ke laut. Mereka yang berhasil membuat banteng nyebur ke laut, ia lah yang jadi pemenangnya.

Konon, tradisi menggiring banteng ke laut ini diselenggarakan sebagai bentuk penghormatan atas jasa pendeta bernama Pedro Esteve yang pernah menyelamatkan warga kota Denia dari wabah penyakit di tahun 1600-an. Acaranya pun diselenggarakan di kawasan pelabuhan kota. Di sana dibangun arena adu banteng lengkap dengan tribun penonton.

Setelah semua peserta siap, banteng akan dilepas ke dalam arena. Siapa saja boleh berpartisipasi dalam festival ini cukup masuk ke dalam arena dan buatlah banteng mengejar Anda hingga masuk ke dalam laut. Jika Anda berhasil maka Anda akan menjadi pemenang dan berhak mendapatkan hadiah.

Banteng yang tercebur ke laut akan ditolong oleh petugas untuk dibawa naik ke daratan kembali. Meski festival ini mendapat protes dari kalangan pecinta binatang namun tradisi yang sudah dijalankan turun-temurun ini tetap dilakukan hingga kini. Anda pun bisa berpartisipasi di dalam festival yang biasanya diselenggarakan setiap pekan kedua di bulan Juli.