Festival Gandrung Sewu 2018, Spektakuler dengan 1173 Penari di Banyuwangi dengan Latar Selat Bali

Ismiraa

Ismiraa

On Indonesia
Festival Gandrung Sewu 2018 Festival Gandrung Sewu 2018

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi kembali menggelar Festival Gandrung Sewu 2018 yang mengambil tema Layar Kumendung. Festival yang digelar rutin sejak tahun 2012 ini melibatkan 1173 penari perempuan, pemain fragmen, pemusik dan pesinden. Total ada 1300 orang yang terlibat pada pagelaran spektakuler di Pantai Boom Banyuwangi pada tanggal 20 Oktober 2018 lalu. Seperti apa keseruan festival di Banyuwangi ini? Berikut penuturan dari Kontributor Travelingyuk, Ira Rachmawati

Bertema Kisah Bupati Pertama Banyuwangi

Teman Gandrung Sewu yang berisi kisah Bupati Pertama Banyuwangi
Teman Gandrung Sewu yang berisi kisah Bupati Pertama Banyuwangi (c) Ismiraa/Travelingyuk

Setiap tahun, pagelaran Gandrung Sewu selalu mengambil tema dari syair gending Gandrung. Untuk tahun 2018, mengambil tema Layar Kumendung. Tema tersebut menceritakan masyarakat Banyuwangi yang bersedih karena ditinggalkan oleh Mas Alit, Bupati pertama Banyuwangi yang harus ke Semarang untuk memenuhi panggilan pejabat VOC dengan menumpang kapal laut berbendera Belanda. Sayangnya, di tengah jalan Mas Alit gugur karena kapal yang ditumpanginya diserang oleh perompak di Sedayu, Gresik.

Para Penari Gandrung Banyuwangi (c) M. Abdul Haris/Travelingyuk
Para Penari Gandrung Banyuwangi (c) M. Abdul Haris/Travelingyuk

Kuat dugaan, perompak tersebut adalah suruhan dari Belanda, karena Mas Alit memiliki keberanian memimpin rakyat Banyuwangi memberontak melawan kesewenang-wenangan Belanda. Kepergian Bupati pertama Banyuwangi saat menumpang kapal laut berbendera Belanda diantarkan oleh rakyat Banyuwangi dengan penuh kesedihan, menjadi salah satu fragmen di Gandrung Sewu 2018. Namun kepergiannya tidak membuat rakyat Banyuwangi berhenti untuk melawan. Mereka mewariskan semangat berjuang Mas Alit kepada anak-anak muda yang digambarkan pada fragmen para sesepuh mengajarkan tari Gandrung ke anak-anak.

Penari Gandrung Sewu 2018(c) M. Abdul Haris/Travelingyuk
Penari Gandrung Sewu 2018(c) M. Abdul Haris/Travelingyuk

Acara ditutup dengan 1173 penari Gandrung yang menggunakan kain batik Gajah Uling dan selendang merah. Ribuan penari tersebut menari di atas pasir pantai membentuk formasi layaknya ombak yang membawa perahu yang dinaiki Mas Alit. Fragmen tersebut  mampu menghipnotis ribuan mata penonton yang memadati Pantai Boom Banyuwangi.

Sosok Penari yang Didominasi Anak Muda

Penari Gandrung yang didominasi anak muda
Penari Gandrung yang didominasi anak muda (c)Ismiraa/Travelingyuk

Para penari yang tampil di Gandrung Sewu 2018 harus melewati proses seleksi sejak 3 bulan sebelumnya. Mereka adalah pelajar dari tingkat SD hingga mahasiswa yang mengikuti seleksi sejak bulan Agustus 2018. Setelah terpilih, para penari berlatih di masing-masing dapil, dan dilanjutkan latihan bersama di stadion Diponegoro Banyuwangi setiap Sabtu, satu bulan sebelum acara.Tidak tanggung-tanggung, latihan bersama dimulai sejak pukul 2 siang hingga pukul 9 malam dengan melibatkan puluhan guru tari yang tergabung dalam Paguyuban Pelatih Seniman Banyuwangi (Patih Senawangi).

Pukau Ribuan Wisatawan hingga Menteri Pariwisata

Potret Gandrung Sewu yang Pukau Wisatawan(c) M. Abdul Haris/Travelingyuk
Potret Gandrung Sewu yang Pukau Wisatawan (c) M. Abdul Haris/Travelingyuk

Festival Gandrung Sewu 2018 dihadiri langsung oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya, Wakil Gubernur Saifullah Yusuf, Deputi Gubernur Bank Indonesia Rosmaya Hadi, Guru Besar UI Prof Rhenald Kasali, dan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Selain itu, ribuan wisatawan yang berasal dari berbagai kota juga terhipnotis dengan gerak rampak ribuan penari Gandrung Banyuwangi berkostum merah menyala. Belum lagi latarnya yang berupa Selat Bali.

Kemeriahan Gandrung Sewu(c) M. Abdul Haris/Travelingyuk
Kemeriahan Gandrung Sewu(c) M. Abdul Haris/Travelingyuk

Dalam sambutannya, Menteri Pariwisata Arief Yahya mengucapkan selamat kepada masyarakat Banyuwangi, karena Gandrung Sewu menjadi trending topic di media sosial. Selain itu, Bapak Menteri juga mengatakan jika Gandrung Sewu memenuhi tiga nilai sebuah pertunjukan yang baik, yaitu cultural atau creative value, communication value, hingga commercial value.

Penampilan lain di Festival Gandrung(c) M. Abdul Haris/Travelingyuk
Penampilan lain di Festival Gandrung(c) M. Abdul Haris/Travelingyuk

Selain itu, Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menyatakan Festival Gandrung Sewu akan kembali masuk 100 Calendar of Event Nasional, bersanding dengan event budaya lain di Indonesia. Hal ini karena memiliki keunggulan dari tiga nilai sebuah pertunjukan seni yang baik yaitu creativity, cultural, commercial serta pertunjukan ini berbasis dan berakar dari budaya lokal Banyuwangi

Tarik Perhatian Wisatawan dari Luar Kota

Suksesnya Gandrung Sewu di Banyuwangi
Suksesnya Gandrung Sewu di Banyuwangi (c) Ismiraa/Travelingyuk

Penyelenggaraan Festival Gandrung Sewu 2018, berdampak pada peningkatan jumlah wisatawan yang datang ke Banyuwangi. Hal ini dapat dilihat dari penumpang pesawat di Bandara Banyuwangi pada Jumat 19 Oktober 2018 sejumlah 1644 penumpang. Jumlah tersebut memecahkan rekor penumpang terbanyak sejak tahun 2010. Sedangkan rata-rata, jumlah penumpang pesawat di bandara hanya sampai 1200 orang.

Penampilan Penari yang Curi Perhatian(c) M. Abdul Haris/Travelingyuk
Penampilan Penari yang Curi Perhatian(c) M. Abdul Haris/Travelingyuk

Kepala Dinas Pariwisata Banyuwangi, MY Bramuda mengatakan jika okupasi hotel di Banyuwangi mencapai 100 persen hingga Minggu 21 Oktober 2018. Peningkatan jumlah  kunjungan wisatawan juga sudah mulai terlihat sejak 4 hari sebelum pertunjukan Gandrung Sewu. Bramuda juga menjelaskan untuk warung makan dan toko oleh-oleh yang ada di Banyuwangi juga mengalami peningkatan hingga 300 persen.

Nah itulah keseruan dari Festival Gandrung Sewu 2018. Teman Traveler ketinggalan dengan pertunjukan spektakuler ini? Jangan khawatir, siapkan untuk datang di Gandrung Sewu 2019 mendatang.