Festival Candi Kembar, Meriahnya Perayaan Budaya di Plaosan

Candi Plaosan merupakan salah satu destinasi wisata andalan Kabupaten Klaten. Tak sekadar menonjolkan nilai sejarah, struktur kuno di Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan ini juga kerap dimeriahkan gelaran Festival Candi Kembar untuk menarik wisatawan tiap tahunnya.

Seperti event budaya pada umumnya, Festival Candi Kembar banyak mengangkat tradisi dan kuliner lokal. Semuanya dikemas menarik hingga membuat para wisatawan betah berlama-lama habiskan waktu. Yuk, simak seperti apa keseruan yang ditawarkan di sini.

Rutin Digelar

img_20190831_135412_dKt.jpg
Pintu masuk festival (c) MS Fitriansyah/Travelingyuk

Festival Candi Kembar merupakan gelaran rutin dari warga sekitar. Dihelat pertama kali pada 2016 dan terus berlanjut hingga 2019 atau sudah memasuki edisi keempat. Untuk festival tahun ini diadakan antara 30 Agustus hingga 1 September. Meski acaranya sudah selesai, Teman Traveler bisa mengintip sedikit keseruannya, sebagai gambaran untuk mampir di edisi tahun depan.

Hadirkan Tarian Nusantara

festival candi kembar
Kelompok yang siap tampil (c) MS Fitriansyah/Travelingyuk

Festival Candi Kembar rutin hadirkan kebudayaan maupun seni khas Indonesia. Semuanya diwujudkan dalam tema bertajuk ‘Romansa Budaya dalam Kebhinekaan.’ Diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi para warga Nusantara untuk tetap menjaga keutuhan dalam hidup bermasyarakat. Menarik ya, Teman Traveler?

Pengunjung festival dihibur beragam pertunjukan tarian yang sangat menarik. Mulai dari Tari Kebyok Anting-anting, Kijang, hingga Kanya
Ringgang yang ditampilkan di acara pembukaan. Memasuki hari kedua, perhelatan makin semarak dengan penampilan Tari Manuk Rawa, Zapin, Tari Papua, hingga Tari Payung.

Uniknya semua penari yang tampil merupakan anak-anak dari sanggar sekitar. Mereka khusus mempersiapkan diri untuk tampil di Festival Candi Kembar. Menarik, bukan? Jadi, pastikan kalian datang tahun depan ya!

Dimeriahkan Kirab Budaya

festival candi kembar
Salah satu peserta kirab (c) MS Fitriansyah/Travelingyuk

Hari kedua festival dimulai saat mentari sudah lumayan terik. Meski demikian, hal tersebut sama sekali tak menyurutkan antusiasme warga sekitar dan para wisatawan. Mereka tampak tak sabar menanti atraksi utama, apalagi jika bukan arak-arakan kirab budaya.

Kirab budaya diikuti delapan RW di Desa Bugisan. Masing-masing menampilkan kreasi lewat kostum, hasil bumi, hingga musik. Arak-arakan dimulai dari Candi Sewu dan finish di sisi timur Candi Plaosan Lor. Begitu sampai tujuan, para peserta akan menampilkan aksi khusus untuk memperebutkan hadiah dari panitia. Seru!

Kuliner Tradisional

festival candi kembar
Area kuliner (c) MS Fitriansyah/Travelingyuk

Selain menampilkan kreasi seni budaya, pengunjung juga dimanjakan lewat deretan stan kuliner di sisi timur panggung. Di sini sudah tersedia aneka sajian makanan, mulai dari yang bernuansa jadul hingga kekinian. Semuanya bikin festival jadi terasa makin meriah, sekaligus berikan potensi penghasilan ekstra bagi para pedagang kecil.

Hiburan Malam

Sejak digelar mulai tiga tahun silam, festival ini disambut meriah berbagai kalangan. Baik warga sekitar, wisatawan, hingga petinggi daerah Kabupaten Klaten. Terbukti kemeriahannya terus berlangsung hingga malam hari, lewat hadirnya pertunjukan karawitan, macapat lan gurit, wayang kulit, dagelan Mataram, hingga pertunjukan musik etnik. Serasa nonton konser, deh.

Itulah sedikit pengalaman saya datang ke Festival Candi Kembar. Buat Teman Traveler yang ketinggalan acara ini, jangan khawatir. Kalian masih bisa datang tahun depan, kok. Jadi, segera rencanakan menjelajah wisata Klaten dan jangan lupa mampir ke sini ya.

Tags
DIY Indonesia Klaten kontributor Travelingyuk Wisata wisata klaten
Share