Berkunjung ke Maluku Utara, Jangan Lupa Saksikan 3 Festival Ini

Rero Rivaldi

Rero Rivaldi

On Indonesia

Kepulauan Morotai belakangan tengah menjadi primadona di kalangan traveler. Keindahan perairan di wilayah Maluku Utara tersebut memang benar-benar memukau. Namun jangan salah, daerah ini juga menyimpan kekayaan budaya yang begitu luar biasa, seperti tiga festival budaya Maluku Utara ini.

Kementerian Pariwisata mengumumkan soal tiga festival menarik yang sedang dan bakal digelar di Maluku Utara. Tiga festival tersebut juga sudah rutin digelar di tahun-tahun sebelumnya. Kemenpar juga sudah memasukkannya dalam daftar 100 Wonderful Events of Indonesia. Lantas apa yang menjadi keiistimewaan ketiga festival tersebut? Berikut TravelingYuk berikan penjelasan lengkapnya.

1. Festival Tidore

Salah satu tari-tarian di Festival Tidore via Instagram visit.tidoreisland

Tidore Festival adalah festival yang sarat dengan pengetahuan sejarah. Lewat festival ini pengunjung akan diajak untuk mengenal lebih dalam soal Kesultanan Tidore.

Festival ini digelar mulai 23 Maret hingga 12 April di Pulau Tidore. Wisatawan bakal mendapatkan banyak pengetahuan baru soal warisan budaya Kesultanan Tidore dengan menyaksikan sejumlah tradisi kuno seperti Tupa atau Sobaka Dorora. Tupa merupakan prosesi awal dari tradisi Dowaro, yang dilakukan dengan datang ke rumah adat lima marga yang terletak di kaki Gunung Kie Matubu.

Selain itu masih ada Parade Juanga, yang menampilkan beragam kapal warna-warni dalam formasi perang. Rombongan ini akan dipimpin sendiri oleh Sultan Tidore, yang bakal didampingi oleh sejumlah anggota kerajaan dan tentara. Diharapkan festival ini akan membuat wisatawan terus mengenang Kesultanan Tidore, yang memegang peran penting dalam sejarah maritim dunia.

2. Festival Teluk Jailolo

Tradisi bersih laut di Teluk Jailolo via Instagram stevanyifw

Festival budaya di Maluku Utara berikutnya adalah festival Teluk Jailolo akan diadakan mulai 3 sampai 5 Mei di kawasan Halmahera Barat. Festival ini akan menjadi ajang pertunjukan seni budaya kontemporer. Tema yang diusung tahun ini adalah ‘Sasadu di Laut’. Semua tari-tarian dalam pertunjukan ini terinspirasi dari tarian tradisional Jailolo.

Festival satu ini juga bakal menampilkan Sigofi Ngolo, ritual membersihkan laut. Membersihkan yang dimaksud di sini tidak ada hubungannya dengan sampah-sampah yang ada di perairan, melainkan hal-hal kotor yang ada di dimensi batin manusia. Ritual ini dianggap penting bagi masyarakat Halmahera untuk menjaga keseimbangan antara alam dan manusia.

3. Festival Kora Kora

Perlombaan perahu Kora Kora via Instagram banda.mutiara

Bagi yang berencana untuk mengunjungi Maluku Utara, disarankan untuk melakukannya di akhir tahun 2018. Pada Desember mendatang kawasan sekitar situ akan sangat ramai dan meriah dengan diadakannya festival Kora Kora.

Festival Kora Kora akan dihelat mulai 1 hingga 13 Desember. Para wisatawan akan diberi kesempatan untuk menyaksikan kompetisi balap kora kora (perahu tradisional khas Maluku Utara yang terbuat dari kayu). Gelaran ini dibuat untuk menghormati warisan budaya maritim yang sudah lama menjadi salah satu faktor penting dalam kehidupan warga setempat.

Itulah beberapa festival tahunan yang jangan sampai terlewat jika kebetulan berkunjung ke Maluku Utara. Tak hanya Kepulauan Morotai, kawasan tersebut ternyata juga punya sejumlah kekayaan budaya yang begitu menarik untuk disimak.