Fakta Unik Tentang Tumpeng yang Tak Banyak Orang Tahu

Kekayaan Indonesia tidak akan pernah ada habisnya untuk dibahas. Apalagi tentang makanannya yang kaya akan rempah. Berbicara makanan khas Indonesia, tumpeng menjadi salah satu menu yang selalu muncul di acara hajatan dan syukuran lainnya. Namun, tidak banyak yang tahu tentang filosofi dari kuliner satu ini. Nah, penasaran tentang fakta tumpeng yang tidak banyak orang tahu? Simak ulasannya yuk!

Arti di Balik Warna Kuning

Nasi kuning di tumpeng
Nasi kuning di tumpeng via instagram/@iluvnomnom

Secara etimologi, tumpeng tidak diketahui dengan jelas kemunculannya. Namun, beberapa orang menyebut tumpeng adalah akronim dari kalinat orang Jawa, Yen Metu Kudu Mempeng. Artinya, Pastikan untuk memberikan semua yang anda bisa saat anda keluar. Tidak hanya itu, arti di balik warna kuningnya juga turut mengundang tanda tanya. Ternyata warna tersebut menggambarkan kekayaan dan moral yang luhur. Tak heran jika makanan ini selalu ada saat perayaan yang penuh kegembiraan.

Warna Kuning di Tumpeng
Warna Kuning di Tumpeng via instagram/@hendijajan

Identik dengan Bentuk Kerucut

Bentuk tumpeng yang mengerucut
Bentuk tumpeng yang mengerucut via instagram/@joliejulie9092

Kuliner enak dan gurih ini juga dimaknai sebagai persembahan dan wujud syukur kepada Tuhan. Menariknya, belum ada tumpeng yang bentuknya tidak kerucut. Bentuk ini ternyata juga ada filosofinya. Kerucut ini menggambarkan tradisi lama masyarakat yang memuliakan gunung sebagai tempat bersemayamnya nenek moyang. Masyarakat Jawa yang terpengaruh budaya Hindu, menganggapnya sebagai tiruan Mahameru yang dipercaya sebagai tempat tinggal para dewa. Tidak sedikit yang mengartikan sebagai puncaknya rasa syukur kepada Tuhan.

Bentuknya yang mengerucut
Bentuknya yang mengerucut via instagram/@dapur_antiq

Aneka Lauk di Atas Tumpeng

Aneka Lauk di tumpeng
Aneka Lauk di tumpeng via instagram/@lily.catering

Tumpeng tidak hanya terdiri nasi kuning, tapi juga aneka lauk pauk di sekililingnya. Setidaknya ada tujuh macam lauk harus sesuai dengan beberapa unsur. Seperti unsur dalam tanah (umbi-umbian). unsur hewan darat (ayam atau sapi), unsur hewan laut (ikan), dan unsur atas tanah (sayur mayur). Seiring berjalannya waktu, modifikasi tumpeng tak terelakkan. Pun demikian, unsur tersebut tetap dipenuhi.

Lauk di tumpeng
Lauk di tumpeng via instagram/@lily.catering

Tak hanya sekedar menu di acara hajatan bahkan syukuran, ternyata ada banyak hal unik tentang tumpeng. Bahkan, jenisnya pun beragam dengan arti yang berbeda. Bagaimana dengan tempatmu. Adakah fakta tumpeng yang kamu ketahui? Jangan lupa, tulis di kolom komentar ya !

Tags
Indonesia kuliner khas Indonesia kuliner tradisional Kuliner Tumpeng
Share