Explore Boyolali, New Zealand van Java yang Punya Segudang Objek Wisata Keren Abis

Alfri

Alfri

On Indonesia

Boyolali sebagai daerah penghasil susu dan sapi terbesar di pulau Jawa serta alamnya yang subur,diapit oleh dua gunung berapi yaitu Merapi dan Merbabu tak pelak membuatnya menyandang julukan sebagai New Zealand van Java alias Selandia Baru-nya pulau Jawa. So, dari julukan yang disematkan tersebut, sudah barang tentu jika alam kabupaten di Jawa Tengah ini punya segudang tempat keren.

Sobat Travelingyuk, untuk mengobati rasa penasaran mengenai semirip apa sih Boyolali dengan New Zealand, mari kita bareng-bareng mengeksplorasi potensi alam yang ada di sana. Kota ini mudah dijangkau dari berbagai daerah tetangganya seperti Kabupaten Sragen, Karanganyar, Sukoharjo serta hanya berjarak 25 km saja dari kota Solo. Yuk langsung saja kita bahas satu per satu tempat-tempat keren di Boyolali.

1. Mendaki Gunung Merapi via Jalur Boyolali, Treknya Pendek Viewnya Amazing Rek!

Selain dari Yogyakarta dan Magelang, Gunung Merapi juga dapat didaki via Boyolali. Keuntungan pendaki yang memilih jalur ini adalah rutenya yang paling pendek diantara rute pendakian di wilayah lain. Untuk sampai di puncaknya seorang pendaki hanya memerlukan waktu sekitar 4 jam saja. Gunung Merapi bisa dijumpai di wilayah barat kota ini dengan jarak tempuh sekitar 25 kilometer.

Puncak Merapi, via instagram
Puncak Merapi, via instagram

Gunung Merapi sebagai salah satu gunung teraktif di dunia tidak pernah kehilangan pesonanya meski berulang kali memporak porandakan dengan erupsi dahsyatnya. Karena memang puncak gunung ini menyuguhkan pemandangan alam yang luar biasa indah serta fenomena matahari terbit yang mempesona. Belum lagi pemandangan alam sepanjang jalur pendakian dari Boyolali yang disuguhkan, lanskap alam yang dilalui mirip sekali dengan kawasan pegunungan di Selandia Baru. Mantap Bro!

Namun ada satu hal yang perlu diperhatikan bagi para pendaki. Jangan sekali-kali meniru adegan foto di atas jika tidak punya cukup keahlian dan hanya bermodal nekad saja. Kalian tentu masih ingat kasus kecelakaan seorang pendaki yang jatuh ke dalam kawah gunung Merapi lantaran mencoba mendaki ke puncak tertinggi gunung ini. So, utamakan keselamatan di atas kesenangan guys!

2. Gunung Merbabu, Suguhan Lanskap Alam Mirip Selandia Baru

Kabupaten Boyolali dikenal sebagai New Zealand van Java bukan tanpa alasan. Daerahnya memiliki dua gunung berapi yakni Merapi dan Merbabu yang secara otomatis membuat kawasan sekitarnya diberkahi tanah yang subur. Daerah yang subur dan terletak di pegunungan ini menghasilkan iklim ideal untuk membudidayakan sapi perah. Hasilnya bisa dilihat bahwa kota ini menjelma sebagai daerah penghasil sapi beserta susunya yang terbesar di Jawa.

Gunung Merbabu, Suguhan Lanskap Alam Mirip Selandia Baru, via instagram
Gunung Merbabu, Suguhan Lanskap Alam Mirip Selandia Baru, via instagram

Sejak tanggal 4 Mei 2004, Gunung Merbabu beserta kawasan hutan yang ada di sekitarnya ditetapkan sebagai taman nasional. Wilayahnya mencakup area seluas 5.725 hektar yang terbagi dalam tiga wilayah yaitu Boyolali, Magelang dan Semarang. Setiap mendaki ke puncak Gunung Merbabu via Jalur Selo, Boyolali, kamu akan disuguhi pemandangan alam pegunungan yang begitu indah. Bahkan kamu akan kesulitan jika diminta untuk menilai lebih indah mana antara Selandia Baru dengan Boyolali karena keduanya terlihat seperti saudara kembar. Dari puncak Merbabu, kamu bisa mengintip gaharnya Gunung Merapi. Keren!

3. Jembatan Air di Boyolali Udah Kaya di Luar Negeri

Di negara-negara Eropa traveler mengenal adanya jembatan yang digunakan untuk mengalirkan air dari satu kanal ke kanal lainnya karena perbedaan ketinggian, yang kemudian dalam bahasa awam disebut dengan jembatan air. Fungsinya selain menjadi alat penyeberangan air ternyata jembatan tersebut juga didesain untuk mampu dilewati kapal pengangkut barang hingga kapal wisata.

Jembatan Air di Boyolali Udah Kaya di Luar Negeri, via instagram
Jembatan Air di Boyolali Udah Kaya di Luar Negeri, via instagram

tapi jembatan air yang ada di Boyolali ini sedikit berbeda. Ukurannya kecil sehingga fungsi utamanya hanya untuk mengalirkan air saja. Jembatan ini berada di antara dua desa, yaitu Plempungan di Kabupaten Karanganyar dan Desa Suro di Kabupaten Boyolali. Jembatan ini bisa dilewati kendaraan namun bukan prahu melainkan motor. Warga menambahkan papan di atas jembatan air ini agar dapat dilewati. Tentu saja lewat di atasnya berasa ngeri karena selain sempit jembatan ini juga dibangun diatas jurang sedalam 15-20 meter. Bagi traveler jembatan ini memang bukan tempat wisata tapi bisa dijadikan objek fotografi yang tidak biasa.

4. Waduk Cengklik, Waduk Zaman Kompeni yang Masih Eksis Hingga Kini

Boyolali memiliki setidaknya empat waduk yaitu Waduk Badhe, Cengklik, Kedung Ombo, dan Waduk Sidorejo. Khusus untuk waduk Cengklik memiliki keistimewaan sendiri yaitu waduk ini telah dibangun sejak zaman kolonial Belanda. Kawasan genangan airnya yang mencapai 300 hektar ini digunakan untuk mengaliri sawah seluas 1.578 hektar yang ada di sekitarnya. Kadang-kadang waduk ini juga dimanfaatkan untuk latihan olahraga ski air.

Waduk Cengklik, Waduk Zaman Kompeni yang Masih Eksis Hingga Kini, via instagram
Waduk Cengklik, Waduk Zaman Kompeni yang Masih Eksis Hingga Kini, via instagram

Seperti waduk-waduk lainnya, waduk ini bukan hanya berfungsi sebagai sarana irigasi semata. Dengan pemandangan alam yang indah terlebih sore hari menjelang matahari terbenam, waduk Cengklik ini memiliki potensi sebagai tujuan wisata yang keren. Hanya saja perlu perhatian serius dari pemerintah daerah untuk melengkapi fasilitas penunjang yang ada di sana. Beberapa blogger mengeluh saat berkunjung ke sana lantaran tidak ada toilet serta minim fasilitas untuk bersantai.

5. Candi Lawang, Candi Misterius Yang Tidak Terurus

Indonesia punya sejarah panjang mengenai masa kejayaan berbagai kerajaan. Bukti otentik yang bisa dijumpai hingga kini adalah berupa candi-candi termasuk candi Lawang di kaki Merapi ini. Kata Lawang sendiri berasal dari bahasa Jawa yang jika diterjemahkan berarti pintu. Tidak perlu dijelaskan panjang lebar mengapa candi yang diperkirakan berasal dari abad ke-9 ini dinamakan Candi Lawang, sebab sisa paling menonjol dari situs ini adalah bentuk pintunya.

Candi Lawang, Candi Misterius Yang Tidak Terurus, via instagram
Candi Lawang, Candi Misterius Yang Tidak Terurus, via instagram

Candi Lawang ditemukan oleh arkeolog Belanda pada tahun 1921 dan hingga kini asal usul serta fungsi candi ini belum diketahui secara pasti. Hal tersebut dikarenakan tidak ada literatur yang menyebutkan sejarah dan kegunaan candi tersebut. Mirisnya, alih-alih dijaga kelestariannya dan diteliti guna menguak misteri, candi ini malah dibiarkan begitu saja. Traveler yang penasaran bisa menemukan Candi Lawang di sebelah pemukiman Desa Gedangan, Kecamatan Cepogo, Boyolali.

6. Jembatan Gantung Selo, Jalur Evakuasi yang Eksis Jadi Tempat Wisata

Kalau menjelajahi Boyolali jangan melewatkan untuk berkeliling melintasi jembatan gantung yang ada di Dukuh Salaran Jrakah Kecamatan Selo. Dijamin setiap traveler yang melewati jembatan gantung ini akan berhenti dan terpesona dengan keindahan alam yang disuguhkan. Jembatan yang fungsi utamanya sebagai jalur evakuasi warga dari lereng Merapi ini punya konstruksi yang keren apalagi ditambah dengan pemandangan puncak Merapi yang terlihat seperti mengintip dari balik bukit hijau.

Gunung Merapi dilihat dari Jembatan Gantung, via instagram
Gunung Merapi dilihat dari Jembatan Gantung, via instagram

Tak pelak kemudian banyak traveler yang menjadikan jembatan ini sebagai destinasi wisata dadakan. Setiap hari jembatan di kecamatan Selo ini tidak pernah sepi dari kunjungan traveler. Mereka berhenti, menikmati indahnya puncak Merapi, suburnya lahan pertanian dan pemandangan alam lainnya. Kebanyakan mereka yang berhenti di jembatan ini untuk berfoto selfie maupun mengabadikan pemandangan indah di depan mata tersebut.

7. Waduk Kedung Ombo, Sumber Air Tiga Kabupaten

Waduk Kedung Ombo merupakan sebuah waduk berukuran raksasa yang menempati area di tiga kabupaten yaitu Boyolali, Sragen dan Grobogan. Waduk ini menjadi sumber air bersih di daerah sekitarnya, dengan luas genangan sekitar 46 kilometer persegi air dari waduk ini bisa memenuhi kebutuhan air bersih di ratusan desa serta mengairi area pertanian lebih dari 60 ribu hektar sawah.

Waduk Kedung Ombo, via instagram
Waduk Kedung Ombo, via instagram

Dari segi pariwisata, khususnya yang berada di daerah Boyolali traveler akan disuguhkan pemandangan alam pegunungan sejak dalam perjalanan menuju ke lokasi. Begitu pun saat sampai di depan pintu gerbang waduk, suasana teduh tetap terasa dengan keberadaan hutan wisata berlatar belakang waduk yang amat luas. Traveler yang berkunjung bisa memanfaatkan fasilitas lain seperti tempat istirahat, taman bermain, sarana pemancingan, MCK, hingga gardu pandang. Waduk Kedung Ombo yang ada di wilayah Boyolali terletak di Desa Ngeboran Kecamatan Kemusu.

Sobat Travelingyuk yang dari Boyolali, mungkin kalian masih memiliki tempat-tempat keren lain di daerahmu yang recommended untuk dikunjungi traveler lain? Yuk, ikutan berbagi dengan mengisi kolom komentar.