Es Pleret Blitar, Sajian Legendaris Ini Wajib Kamu Coba

Menyebutkan nama Blitar, sebagian besar Teman Traveler mungkin langsung teringat soal keberadaan Makam Bung Karno. Namun selain itu, Kota Koi miliki beragam kuliner menarik untuk dicicipi lho. Salah satunya adalah es pleret yang legendaris. Sajian khas ini berikan sensasi segar yang dijamin bakal bikin kalian ketagihan. Yuk, simak ulasannya.

Sejarah Nama Pleret

es pleret
Inilah yang disebut Pleret (c) Andhira Arum/Travelingyuk

Sebutan pleret konon berasal dari kata Bahasa Jawa ‘diplereti’, yang menggambarkan proses pembuatan sajian ini. Berawal dari tepung
beras yang dibentuk bulatan, kemudian dikukus hingga tanak. Setelah itu
dihaluskan dan diletakkan di potongan bambu berlapis daun
pisang.

img_20190806_125240_MbV.jpg
Pembuatan es (c) Andhira Arum/Travelingyuk

Berikutnya, adonan ditekan dan digulung menggunakan ibu jari
hingga membentuk semacam bulatan berongga. Seluruh proses ini dikenal dengan istilah ‘diplereti’. Istilah yang cukup unik ya Teman Traveler?

Menggunakan Bahan Alami

es pleret
Semuanya dibuat dengan bahan alami (c) Andhira Arum/Travelingyuk

Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat es ini semuanya benar-benar alami. Mulai dari tepung beras, santan kelapa, gula merah, daun pandan, dan beberapa komponen lainnya. Meski pembuatan dan bahannya terkesan sangat tradisional, hal ini justru suguhkan keunikan serta sensasi kenikmatan tersendiri bagi para penggemarnya.

Sensasi Khas Tak Terlupakan

img_20190806_125827_Mqd.jpg
Menikmati es dengan rasa khas (c) Andhira Arum/Travelingyuk

Es Pleret biasanya disajikan dalam gelas panjang. Seporsinya terdiri dari pleret, potongan serabi, cendol, serta siraman kuah santan, dan gula merah cair. Benar-benar sebuah paduan sempurna untuk dinikmati di tengah panasnya cuaca Blitar.

es pleret
Disajikan dengan gelas panjang (c) Andhira Arum/Travelingyuk

Soal rasa, sajian tradisional ini cenderung gurih dan manis. Hal tersebut berkat hadirnya kombinasi santan dan gula merah cair. Begitu mengunyah bola-bola pleret, Teman Traveler bakal rasakan sensasi unik dalam mulut. Hampir seperti bulatan berisi air yang pecah seketika. Mencoba hidangan khas ini bakal jadi pengalaman kulineran tak terlupakan deh.

Mudah Ditemukan

img_20190806_132301_4Go.jpg
Penjual Es Pleret di Jalan Anjasmoro (c) Andhira Arum/Travelingyuk

Penjual es ini bisa Teman Traveler temukan di hampir seluruh penjuru Blitar. Selain sekitar Aloon-aloon, kalian juga bisa menikmatinya di sekitaran Makam Bung Karno, area Pusat Informasi Pariwisata dan Perdagangan (PIPP), serta Kebon Rojo.

Salah satu penjual yang cukup terkenal ada di Jalan Anjasmoro. Dulunya gerai es sederhana ini sering mangkal di depan Bank BNI Jalan Kenanga. Namun dalam sejak beberapa bulan belakangan tempatnya pindah ke Jalan Kartini. Sebenarnya lebih strategis sih, jadi mudah dijangkau dari segala arah.

img_20190806_125231_hzu.jpg
Menikmati segarnya es (c) Andhira Arum/Travelingyuk

Sajian es satu ini bisa Teman Traveler cicipi mulai pukul 09.00 hingga sore. Namun jangan datang terlalu larut ya, bisa-bisa kalian kehabisan. Bukan apa-apa, pasalnya penggemar sajian menyegarkan ini lumayan banyak.

Harga Ramah Kantong

img_20190806_132321_oNt.jpg
Murah, tak menguras kantong (c) Andhira Arum/Travelingyuk

Teman Traveler tentu penasaran dengan harga segelas es khas Blitar ini. Jangan khawatir, sangat ramah kantong kok. Segelasnya dibanderol Rp5.000-an saja. Benar-benar murah dan wajib dicoba jika kalian sedang jalan-jalan di wisata Blitar. Jangan lupa juga cicipi camilan kacang goreng, yang biasanya dijual Rp1.000-an per bungkus.

img_20190806_131602_3wv.jpg
Kacang goreng bungkus kertas (c) Andhira Arum/Travelingyuk

Bagaimana Teman Traveler, tertarik mencicipi Es Pleret Blitar? Yuk, segera agendakan liburan ke Kota Koi dan buktikan sendiri kelezatannya.

Tags
Blitar es pleret Indonesia kontributor kuliner kuliner blitar Travelingyuk
Share