Es Gempol Pleret Mbah Kami, Khas Solo yang Pantang Terlewat

Solo punya banyak kuliner khas yang menarik. Salah satu yang pantang Teman Traveler lewatkan selama jalan-jalan di kota kelahiran Presiden Jokowi adalah Es Gempol Pleret. Meski penjualnya sudah jarang, bukan berarti tak ada lho. Kalian bisa mencoba Es Gempol Pleret Mbah Kami di Pasar Gedhe.

img_20190824_101118_compress26_8eo.jpg
Mbah Kami (c) Kunti Erm/Travelingyuk

Sensasi rasa yang ditawarkan benar-benar unik dan khas. Cocok disantap di tengah panasnya cuaca Solo. Daripada penasaran, yuk simak ulasan soal Es Gempol Pleret Mbah Kami selengkapnya.

Berjualan di Pasar Gedhe

img_20190825_235416_KEa.jpg
Pasar Gede Solo (c) Kunti Ermawati/Travelingyuk

Berdasarkan obrolan saya dengan Mbah Kami, diketahui bahwa sosok satu ini sudah berjualan Es Gempol Pleret selama kurang lebih 45 tahun. Beliau menempati salah satu sudut di sisi kiri pintu masuk Pasar Gede, sangat mudah ditemukan.

Pada saya Mbah Kami mengisahkan bahwa ia berjualan Es Gempol Pleret lantaran meneruskan usaha sang nenek dan ibu. Menurut pengakuannya, berjualan es tradisional ini cukup menyenangkan. Apalagi ia cukup duduk di sekitaran pasar, tak seperti pendahulunya yang harus berkeliling.

img_20190824_101707_compress94_QQd.jpg
Mbah Kami melayani pembeli (c) Kunti Ermawati/Travelingyuk

Mbah Kami biasa berjualan mulai pukul 09.00 sampai habis. Dagangannya bakal lebih laris di masa-masa liburan, sebab kala itu Pasar Gede bakal ramai pengunjung. Jika ingin mencicipi, Teman Traveler sebaiknya datang lebih awal.

Racikan Beragam Bahan

img_20190824_100824_compress26_gSA.jpg
Olahan tepung beras menjadi isian utama (c) Kunti Ermawati/Travelingyuk
img_20190824_100840_compress29_u0R.jpg
Diberikan campuran santan (c) Kunti Ermawati/Travelingyuk

Semangkuk Es Gempol Pleret ini dibanderol Rp7.000 saja. Racikannya terdiri dari olahan tepung beras putih berbentuk pulat. Selain itu masih ada pleret, olahan tepung beras dengan bentuk pipih berwarna coklat. Rasanya sedikit gurih dan sangat pas ketika dicampur santan dan gula jawa.

img_20190824_100950_compress98_kRv.jpg
Es Gempol Pleret setelah diaduk (c) Kunti Ermawati/Travelingyuk

Tak butuh waktu lama untuk menghidangkan minuman tradisional ini. Dengan cekatan Mbah Kami akan menyajikan gempol dan pleret dalam mangkuk, sebelum kemudian disiram kuah santan dan larutan gula Jawa. Rasanya sangat segar, gurih, dan juga manis. Sangat cocok dinikmati di tengah udara panas.

Bisa Dibungkus Juga, Lho

img_20190824_101035_compress22_10z.jpg
Bungkusan es yang siap dibawa pulang (c) Kunti Ermawati/Travelingyuk

Jika sedang ramai, Mbah Kami kadang bisa kewalahan meladeni pembeli. Alhasil banyak pelanggan jadi tak leluasa menyantap Es Gempol Pleret langsung di tempat. Inilah yang lantas membuat simbah berinisiatif menciptakan versi kemasan bungkus plastik, dengan kuah dan komponen isian terpisah. Praktis ya, Teman Traveler?

Itulah pengalaman singkat saya mencicipi Es Gempol Pleret Mbah Kami, penjual minuman tradisional yang sudah masuk generasi ketiga. Jika Teman Traveler sedang menjelajah kuliner Solo, jangan sampai melewatkan jajanan satu ini ya. Selamat mencicipi!

Tags
es gempol pleret Indonesia kontributor kuliner Solo Solo Travelingyuk
Share