Ekowisata Mangrove Lantebung, Keindahan Sebuah Berkah di Bulan Ramadan

Ekowisata Mangrove Lantebung berada pesisir utara Makassar. Tepatnya di Kampung Latenbung, Kelurahan Bira, Kecamatan Tamalanrea. Destinasi ini kerap jadi salah satu alternatif lokasi liburan warga setempat, serta favorit bagi mereka yang ingin melihat panorama matahari terbenam.

Menikmati pemandangan di atas jembatan (c) Awaluddin Isman/Travelingyuk

Menemukan lokasi hutan mangrove ini sangat mudah. Dari Bira, Teman Traveler tinggal mengikuti jalur yang ada hingga menemukan tempat dengan papan nama bertuliskan ‘Mangrove Center Makassar’. Tak sekedar indah, tempat ini ternyata juga memberikan berkah luar biasa bagi masyarakat sekitar.

Cocok untuk Wisata dan Bersantai

Perahu di sekitar kawasan mangrove (c) Awaluddin Isman/Travelingyuk

Hutan bakau di sini membentang dua kilometer hingga ke laut lepas, menghadap tepat ke arah Selat Makassar. Lokasinya sangat cocok dijadikan sebagai destinasi wisata dan bersantai.

Kawasan Ekowisata Mangrove Lantebung juga sudah jauh lebih indah dari sebelumnya. Terdapat jembatan kayu yang menyeruak di antara rimbunan tanaman mangrove. Jembatan berwarna mencolok ini juga berfungsi sebagai dermaga menuju pantai, tempat perahu nelayan berlabuh.

Pengunjung di ekowisata mangrove (c) Awaluddin Isman/Travelingyuk

Panjangnya mencapai 270 meter dan dilengkapi dua pondokan kecil untuk beristirahat. Salah satunya sekaligus berfungsi sebagai pusat informasi dan pembelian tiket. Pengunjung juga diperbolehkan duduk-duduk santai, menikmati indahnya panorama sekitar hutan bakau dengan leluasa.

Berkah Bagi Masyarakat

Anak-anak berenang di sekitar mangrove (c) Awaluddin Isman/Travelingyuk

Kehadiran Ekowisata Mangrove Lantebung ini sekaligus jadi berkah bagi masyarakat setempat. Kediaman mereka tak lagi terancam hembusan angin barat saat musim hujan, lantaran kini terlindungi rimbunan mangrove. Sebelumnya, hembusan angin kerap menimbulkan ombak pasang tinggi hingga masuk ke pemukiman penduduk.

Air laut bisa merendam rumah warga hingga ketinggian satu meter. Tiupan angin juga sempat dikhawatirkan merobohkan rumah mereka karena banyak yang dibangun dengan model rumah panggung. Namun untungnya kondisi kini sudah aman karena ombak dan angin sudah tertahan hutan mangrove.

Sumber Mata Pencaharian

Perairan di sekitar hutan mangrove (c) Awaluddin Isman/Travelingyuk

Keberadaan kawasan Ekowisata Mangrove Lantebung ini juga menjadi sumber mata pencaharian anyar bagi masyarakat sekitar. Bakau merupakan rumah nyaman bagi kepiting dan kerap dijadikan sebagai tempat bertelur serta berkembang biak. Warga pun kini kerap memanen kepiting dan dijual untuk kebutuhan sehari-hari.

Selain menahan deburan ombak dan hembusan angin, mangrove juga berfungsi menahan abrasi serta menghisap limbah kiriman dari kapal lain. Luar biasa ya, Teman Traveler?

Di masa mendatang, destinasi ini bakal lebih berkembang. Hingga kini proses pembenahan masih terus dilakukan. Akan ditambahkan beberapa spot menarik untuk menambah minat kunjungan wisatawan. Rencananya juga akan ada kafe di dalamnya. Masyarakat sekitar pun juga terus rajin menanam mangrove untuk membuat kawasan sekitar makin asri.

Bagi Teman Traveler yang tertarik datang ke Ekowisata Mangrove Lantebung, usahakan menggunakan sepeda motor karena akses jalannya lumayan sempit. Sebaiknya datang sore hari karena pemandangan matahari terbenam di wisata Makassar ini benar-benar luar biasa.

Tags
Indonesia kontributor Makassar Travelingyuk wisata makassar
Share