Ekowisata Banyumili, Bikin Serasa Menyatu dengan Alam

Jika selama ini Wonosalam hanya terkenal karena duriannya. Belakangan, pelaku industri wisata setempat mulai aktif mengembangkan aneka wahana rekreasi untuk menarik minat pengunjung. Salah satunya adalah Ekowisata Banyumili.

Berada di kawasan perkebunan dan perhutanan, destinasi relatif anyar ini sukses merebut hati para penggemar pelesiran. Lantas apa saja daya tarik di Banyumili yang pantang dilewatkan? Yuk, kita simak bersama Teman Traveler.

Berada di Tengah Perkebunan Kakao

Papan nama wisata (c) Dwi Wahyu Intani/Travelingyuk

Berada di dataran tinggi subur, bukan hal mengejutkan jika Wonosalam sukses menghasilkan aneka komoditas alam. Kakao salah satunya. Namun yang unik, selain dimanfaatkan buahnya, kakao ternyata juga berpotensi
lebih untuk menjadi daya tarik pengembangan wisata. Dipadukan dengan
kekayaan alam sekitar, kian menambah kesan apik destinasi.

Pohon Kakao yang menghiasi area wisata (c) Dwi Wahyu Intani/Travelingyuk

Mengusung tema ekowisata, Banyumili dibangun di tengah perkebunan kakao rimbun untuk menimbulkan kesan alami. Pohon kakao tidak semuanya ditebang. Sebagian dibiarkan tumbuh di sekitar jalan masuk, sementara sebagian lainnya difungsikan sebagai kanopi dan sekaligus menambah keindahan kawasan sekitar.

Cukup membayar retribusi masuk Rp5.000 dan parkir mobil Rp5.000, Teman Traveler sudah bisa menghabiskan waktu liburan bersama keluarga di wisata Jombang satu ini. Murah meriah, pas sebagai alternatif tempat pelesiran di akhir pekan.

Jalan Berliku Dihias Pepohonan Rindang

Jalan berliku dengan pepohonan hijau menyambut pengunjung / (c) Dwi Wahyu Intani

Berlokasi di Desa Carangwulung, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, destinasi ini menawarkan panorama alam yang masih terjaga keasrian serta keasliannya. Jalan berliku, area berbukit, hamparan semak hijau, dan deretan pohon tinggi jadi fitur utama yang ditonjolkan.

Pembangunan area yang belum rampung sempurna / (c) Dwi Wahyu Intani

Diresmikan akhir 2017 silam, destinasi ini tergolong anyar. Renovasi
dan pembangunan masih dilakukan di sana-sini. Beberapa jalan masih berupa bebatuan, namun hal tersebut tak menyurutkan minat pengunjung menjelajah kawasan ini.

Rumah Hobbit yang Ikonik

Rumah Hobbit jadi ikon Banyumili (c) Dwi Wahyu Intani/Travelingyuk

Liburan tanpa abadikan momen rasanya bagai sayur tanpa garam, tidak lengkap. Nah, selain menikmati suguhan alam, Teman Traveler juga bisa menyalurkan hobi foto-foto di Banyumili. Tersedia beberapa spot Instagenic yang umumnya digandrungi anak muda. Rumah Hobbit salah satunya.

Spot rumah hobbit lainnya (c) Dwi Wahyu Intani/Travelingyuk

Banyumili memiliki dua rumah hobbit yang bisa Teman Traveler eksplor sepuasnya. Rumah mungil dengan desain klasik dan atap melengkung plus semak hijau di sekelilingnya ini jadi salah satu primadona di sini. Apalagi pemandangan sekelilingnya tak kalah indah, berupa deretan pohon cemara apik serta tanaman pagar merambat sebagai pembatas.

Fasilitas Umum Bernuansa Alami

Area Parkir yang luas dipenuhi kendaraan bermotor (c) Dwi Wahyu Intani/Travelingyuk

Meski berada cukup jauh dari perkotaan, hal tersebut sama sekali tak mengurangi antusiasme pengunjung. Rombongan mobil maupun sepeda motor kerap memadati jalan menuju Banyumili. Padahal jalurnya cukup berliku dan menanjak. Area parkir pun selalu dipadati kendaraan bermotor.

Toilet umum dengan desain minimalis dan sederhana (c) Dwi Wahyu Intani/Travelingyuk

Destinasi wisata ini juga dilengkapi toilet sederhana dengan dinding kayu dibiarkan menyerupai warna aslinya. Bagian atapnya ditutupi jerami. Desainnya benar-benar seolah menyatu dengan suasana alam sekitarnya.

Warung yang menyediakan makanan ringan (c) Dwi Wahyu Intani/Travelingyuk

Udara dingin pegunungan serta jarak tempuh yang cukup jauh seringkali membuat lapar. Namun tak perlu khawatir karena sudah tersedia beraneka warung jajan. Kedai berupa gubuk kecil ini dibangun dengan memanfaatkan bahan alam.

Harga yang ditawarkan juga cukup murah. Teman Traveler hanya perlu mengeluarkan Rp8.000 untuk membeli mie instan dan Rp6.000 untuk minuman bersoda.

Gazebo bambu untuk tempat berteduh dan istirahat (c) Dwi Wahyu Intani/Travelingyuk

Bagi pengunjung yang merasa lelah usai menjelajah luasnya kawasan sekitar dengan medan naik turun, pengelola sudah menyediakan tempat istirahat nyaman berupa gazebo bambu. Tersebar di semua titik, termasuk salah satunya di antara sudut pepohonan tinggi menjulang. Membuat Teman Traveler seolah makin dekat dengan alam.

Itulah sekilas mengenai ekowisata Banyumili atau air mengalir dalam Bahasa Indonesia. Sebutan tersebut diberikan lantaran lokasinya langsung menghadap sungai. Nah, jika Teman Traveler tertarik berkunjung ke sini, pastikan kendaraan dalam kondisi baik dan bawa perbekalan cukup. Selamat berlibur!

Tags
ekowisata banyumili Jombang kontributor Travelingyuk Wisata wisata jombang wonosalam
Share