Aura Magis Djawatan Benculuk Banyuwangi, Serasa di Alam Fantasi

Tak salah memang jika julukan Sunrise of Java disematkan pada Banyuwangi. Kota di ujung timur Pulau Jawa ini terkenal dengan keragaman warisan budaya dan wisatanya yang memukau. Mulai dari Suku Osing, kuliner khas rujak soto, hingga motif batik Gajah Oling yang sudah mendunia. Paling hits kini adalah Djawatan Benculuk Banyuwangi.

Banyuwangi belakangan cukup gencar mempromosikan wisatanya. Akses menuju kota makin dipermudah. Blimbingsari telah menjelma bandara Internasional, dengan rute yang menghubungkan langsung ke Malaysia. Begitu pula dengan kereta api dan bus, yang sudah sejak lama mempermudah kunjungan pelancong ke Tanah Dewi Sri.

Saya sempat berkunjung ke wisata Banyuwangi tersebut beberapa saat lalu bersama beberapa kawan. Seperti apa keseruannya? Yuk, simak ulasan berikut.

Perjalanan Menuju Djawatan Benculuk

Pohon Trembesi di Hutan Djawatan Benculuk, (c) Anggi Paramita

Sebelum berangkat, rasa penasaran dan skeptis sempat melintas di benak saya. Masih sulit sepertinya bagi saya, membayangkan hutan disulap menjadi tempat wisata. Saya juga tidak bisa menemukan apa yang menarik dari konsep tersebut.

Demi mendapatkan kepastian, saya dan beberapa teman akhirnya memutuskan berkunjung ke Djawatan Benculuk. Apalagi saya berdomisili di Jember, yang notabene hanya berjarak sekitar tiga jam perjalanan dari Banyuwangi.

Berbekal petunjuk arah GPS dan arahan beberapa teman yang sudah pernah ke sana, kami meluncur melewati jalur meliuk menuju Desa Benculuk, Kecamatan Cluring, Banyuwangi. Lokasinya sangat mudah ditemukan karena berdekatan dengan jalan utama.

Dari Jember kami langsung menuju arah Kota Banyuwangi, melewati Hutan Gumitir dengan jalan meliuk-liuknya sebagai satu-satu nya akses jalan darat terdekat dari Kota Jember. Berbekal Google Map kami menuju Desa Benculuk, Kecamatan Cluring, Kota Banyuwangi. Lokasi sangat mudah di jangkau dan dekat dengan jalan utama.

Deretan Pohon Trembesi

Salah satu spot foto di Hutan Djawatan Benculuk, (c) Anggi Paramita/ Instagram @angie_mytha

Rombongan saya sempat kaget begitu sampai di lokasi. Kami tak menyangka lokasi Hutan Djawatan Benculuk sangat dekat dengan jalan raya. Setelah masuk pun, kawasan hutan ini ternyata tak terlalu luas. Kira-kira 3,8 hektar saja.

Meski begitu kami dibuat cukup takjub dengan deretan Pohon Trembesi berusia tua. Terlihat sangat indah dan memancarkan aura magis. Rasanya kami seperti sedang berada di lokasi syuting film-film fantasi, seperti Lord of The Ring atau Alice in Wonderland.

Suasana Sepi dan Syahdu

Rombongan kami leluasa menjelajah kawasan hutan (c) Anggi Paramita/Travelingyuk

Saat itu kami sampai di Djawatan Benculuk pagi hari. Suasananya masih relatif sepi. Belum terlalu banyak pengunjung datang. Kami pun bisa puas menjelajah dan memotret setiap sudut hutan, tanpa terganggu lalu lalang wisatawan lain.  

Tersedia Fasilitas Lengkap

Pohon Trembesi Raksasa (c) Anggi Paramita /Instagram @angie_mytha

Djawatan Benculuk dikelola sepenuhnya oleh Dinas Perhutani setempat. Fasilitas yang disediakan untuk pengunjung cukup lengkap dan nyaman. Teman Traveler bisa menemukan mushola, toilet, area parkir aman, persewaan ATV, wahana dokar tradisional, serta deretan rumah pohon untuk selfie.

Jika perut sudah mulai keroncongan, tinggal mampir ke Rest area untuk duduk santai, menikmati jajanan serta kuliner khas Banyuwangi. Bagi para penggemar kopi, jangan lupa mampir ke warkop sekitar sini dan cicipi racikan kopi khas Sunrise of Java.

Buka Sejak Pagi

Cocok untuk kegiatan fotografi (c) Anggi Paramita/Travelingyuk

Hutan Djawatan Benculuk bisa dikunjungi mulai 07.30 sampai 17.00 setiap harinya. Tiket masuknya pun cukup murah, hanya Rp5.000 per orang. Soal biaya parkir, Teman Traveler hanya perlu keluarkan Rp5.000 per mobil.

Sangat terjangkau kan? Jadi liburan sebenarnya tidak selalu membutuhkan dana besar. Tapi ingat, tetap jadi smart traveler ya. Jaga kebersihan, jangan merusak pohon, dan tetap waspada. Selamat jalan-jalan.

Tags
Banyuwangi kontributor Travelingyuk wisata banyuwangi
Share