Dimsum Yum Cha Jogja, Belum Buka Antrenya Sudah Membludak!

Siapa di antara Teman Traveler yang termasuk penggemar dimsum? Kudapan khas Tiongkok ini sepertinya sudah menjamur di Indonesia dan menjadi favorit beberapa orang. Nah, di Jogja ada sebuah kedai dimsum yang tengah jadi buruan karena rasanya juara. Mengusung nama Dimsum Yum Cha, kedai ini begitu fenomenal lantaran para pembeli kerap tampak sigap mengantre meski jam jualan belum dimulai.

Penasaran soal seberapa enak dan hits-nya dimsum ini? Yuk, simak ulasan lengkapnya.

Dimsum ala Uma Yum Cha

Dimsum Yum Cha (c) Annissa Saputri/Travelingyuk

Dimsum dikenal sebagai makanan kecil untuk ngemil atau biasa dijadikan teman minum teh. Jenisnya beragam, mulai dari siomay, hakau, mantau, hingga bakpao. Nah, jika Teman Traveler berada di Jogja, wajib mencoba nikmatnya dimsum Yum Cha.

Kedai pusat di Jogja (c) Annissa Saputri/Travelingyuk

Uma Gumma, sang pemilik usaha, sudah memasarkan dimsum sejak Agustus 2018 secara online. Namun karena kesibukannya, ia berinisiatif membuka lapak permanen agar pembeli bisa mencicipi langsung dimsum buatannya. Alhasil sejak Desember 2018, sajian dimsum ala Mas Uma membuat kian banyak pelanggan ketagihan.

Berada di Area Pasar

Gerobak Dimsum (c) Annissa Saputri/Travelingyuk

Berada di pusat Jogja, Kedai Uma Yum Cha begitu sederhana dengan mengusung konsep lesehan. Lokasinya berada di dalam Pasar Condronegaran, pasar tradisional kecil, dan berbaur dengan kedai kuliner lainnya.

Pasar ini beralamat di Jalan Gedongkiwo, Mantrijeron, Jogja. Berada tak jauh dari Pojok Benteng Barat. Dari sana Teman Traveler tinggal arahkan kendaraan ke selatan hingga 300 meter. Berikutnya kalian tinggal belok ke barat. Kuliner Jogja ini nantinya bisa Teman Traveler temukan di sisi kanan jalan.

Meski berada di pasar, dimsum dengan rasa juara ini tak kalah lho dengan dimsum ala restoran. Tak heran jika kuliner ini memiliki banyak pelanggan setia.    

Harus Rela Antre

Belum buka tapi sudah ramai (c) Annissa Saputri/Travelingyuk

Meski umumnya dimsum disantap saat sarapan atau brunch, Dimsum Uma Yum Cha baru buka malam hari. Mereka beroperasi mulai pukul 18.00 dan tutul pukul 23.00. Namun ingat Teman Traveler, kedai ini hanya buka mulai Senin hingga Sabtu.

Saking banyaknya penggemar, pelanggan Dimsum Yum Cha kerap memadati kedai sejak satu jam sebelum buka. Mereka rela mengantre untuk mendapatkan nomor antrean kecil.

Setelah mendapatkan nomor, salah satu pegawai akan mencatat pesanan Teman Traveler. Kalian tinggal menunggu dimsum dikukus hingga akhirnya matang. Namun demikian, proses ini memakan waktu kurang lebih satu jam.

Aneka Dimsum Menggiurkan

Beragam varian dimsum (c) Annissa Saputri/Travelingyuk

Setelah dimsum matang, satu per satu nomor dipanggil. Teman Traveler tinggal berjalan ke kasir untuk membayar menu yang dipesan. Berikutnya kalian tinggal memilih varian dimsum yang diinginkan.

Dimsum Yum Cha menawarkan dua jenis dimsum, siomay dan ceker ayam. Siomay jadi menu favorit pengunjung karena hadir dalam beragam isian dan topping menarik.

Dimsum siap disantap (c) Annissa Saputri/Travelingyuk

Teman Traveler bisa memilih dimsum ayam dengan topping wortel, jamur, kepiting, atau isi lobster, udang, maupun daging asap. Kedai ini juga menghadirkan dimsum sayur bengkoang. Semuanya disajikan dengan steamer bambu dalam keadaan hangat.  

Dipadukan dengan saus sambal dan kecap asin (c) Annissa Saputri/Travelingyuk

Rasa dimsum bakal makin nikmat jika dicocol sambal manis, asam, maupun pedas. Ada kecap asin juga yang bisa dicampur ke sambal agar lebih kaya rasa.

Meski belum dicocol sambal, dimsum sudah terasa begitu lezat. Gurihnya nendang di mulut. Rasanya makan tiga dimsum pun tidak cukup, karena benar-benar nagih. Bagi Teman Traveler penggemar pedas, ceker ayam jangan sampai dilewatkan.

Favorit Semua Kalangan

Menjadi favorit (c) Annissa Saputri/Travelingyuk

Umumnya dimsum bakal ludes meski kedai baru buka beberapa jam. Bahkan menurut pengakuan salah satu pegawai, dalam tiga jam mereka bisa menjual seribu porsi.

Saat saya berkunjung, ada seorang ibu paruh baya memesan 50 dimsum. Begitu pula pembeli lain, per orang bisa memesan 20 hingga 30 dimsum. Tak heran jika pukul 20.00 semua dimsum terjual habis.

Jangan sampai kehabisan ya! (c) Annissa Saputri/Travelingyuk

Jadi jika Teman Traveler takut kehabisan, jangan sampai datang kemalaman ya. Apalagi ketika weekend, usahakan datang lebih awal atau harus rela mengantre lama.

Dimsum Yum Cha sudah jadi favorit semua kalangan, tak hanya warga Jogja, namun wisatawan luar Kota Gudeng. Kabarnya pemilik akan membuka cabang di Magelang dalam waktu dekat.

Harga Ramah Kantong

Per bijinya dibanderol mulai Rp2.500 (c) Annissa Saputri/Travelingyuk

Selain terbukti enak, harga terjangkau juga jadi salah satu alasan mengapa kedai ini selalu ramai. Cukup bermodal Rp2.5000, Teman Traveler sudah bisa mencoba nikmatnya dimsum varian sayur bengkoang.

Dimsum ayam aneka isi dan topping dibanderol Rp3.000 per biji. Sementara dimsum ceker ayam bisa ditebus seharga Rp10.000 per empat buah atau Rp3.000 per biji. Bagaimana, cukup terjangkau bukan?

Sudah cukup ngiler membayangkan dimsum enak dan murah ini? Yuk, ajak teman dan keluarga untuk membuktikan lezatnya Dimsum Yum Cha di Jogja. Kuliner ini bisa masuk dalam list petualangan rasa Teman Traveler ketika sedang berada di Kota Pelajar.

Tags
Jogja Jogjakarta kontributor kuliner Jogja kuliner jogjakarta Travelingyuk
Share