Digital Nomad, Tren Anak Muda Traveling Tapi Tetap Menghasilkan

Belakangan ini istilah digital nomad semakin sering terdengar di sela-sela perbincangan anak muda ketika sedang berada di coffee shop atau co-working space. Dari namanya, aroma digitalisasi dan kemajuan teknologi sudah pekat tercium. Semakin manusia cepat beradaptasi dengan gaya hidup digital maka potensi produktivitasnya pun akan semakin maksimal. Kamu tidak terlalu terkekang dangan jarak, bahkan berkerja secara digital bisa sambil liburan ke belahan bumi paling jauh. Baca deh, penjelasan selengkapnya di bawah ini.

Sadar Nggak Dengan Gaya Hidup Digital Selama Ini?

Digital Nomad [image source]
Gaya hidup digital adalah perpanjangan dari keseharian kita yang didukung oleh aplikasi, situs, dan gadget. Saat kita bersentuhan dengan internet, membaca berita, mengunduh lagu, menonton video, berbelanja bahkan memesan ojek secara online, saat itulah kita bersentuhan dengan gaya hidup digital. Gaya hidup ini berhasil mengubah kebiasaan dan cara kita menjalani hidup, termasuk bagaimana cara kita dalam bekerja yang saat ini lebih efisien dan simpel. Memungkinkan kamu dapat duit sambil jalan-jalan ke objek wisata Bali sekalipun. Kamu tidak harus berkutat di meja kantor selama delapan jam sehari, pekerjaan pun bisa terselesaikan tanpa terasa.

Kamu termasuk Digital Nomad?

Digital Nomad [image source]
Digital Nomad adalah penggabungan dua kosakata, yaitu digital dan nomaden. Merupakan sebutan bagi para pekerja tetap maupun lepas yang bekerja dengan bantuan teknologi telekomunikasi untuk mendapatkan penghasilan. Kebanyakan pekerjaan mereka lakukan secara virtual, baik untuk meeting, menyelesaikan pekerjaan, hingga diskusi. Semuanya dapat teratasi melalui segala perkembangan teknologi saat ini. Kelebihannya adalah, pekerjaan tersebut dapat terselesaikan walaupun dilakukan dalam jarak yang jauh dan tidak bertatap muka secara langsung dengan bos atau rekan kerja. Mereka yang melakukan Digital Nomad biasanya memilih kafe-kafe instagramable sebagai lokasi bekerja.

Lokasi Kerja Yang Sangat Fleksibel

Digital Nomad [image source]
Para digital nomad ini bekerja di manapun yang mereka inginkan. Di perpustakaan umum, kendaraan, bahkan ketika mereka sedang traveling. Mereka bisa menuntaskan pekerjaan mereka dengan cara yang lebih fleksibel dan menyenangkan. Anggap saja seorang penulis lepas yang menulis tentang perjalanan. Mereka bisa pergi dari tempat A ke tempat B, kemudian mengirimkan karyanya kepada biro media dengan jarak yang terlampau jauh. Atau mungkin seorang web progammer yang lebih memilih bekerja di restoran pinggir sawah sembari menikmati secangkir kopi hingga pekerjaannya terselesaikan.

Meneropong Masa Depan Digital Nomad

Digital Nomad [image source]
Cara bekerja semacam ini memang belum cukup banyak diterapkan di Indonesia. Tapi telah terlihat bibit-bibit kemunculan digital nomad. Terbukti, saat ini banyak sekali bermunculan co-working space yang memfasilitasi para pekerja. Diharapkan mereka dapat melakukan pekerjaannya dengan cara yang asyik, sehingga mereka bisa menikmati apa yang dilakukan.

Jadi, setelah membaca beberapa poin di atas, kamu termasuk pekerja dengan tipe digital nomad atau pekerja konvensional?

Tags
Indonesia tekno
Share