Menuju Satu Dekade Dieng Culture Festival 2019, Yuk Intip Rangkaian Acaranya!

Gelaran Dieng Culture Festival 2019 bakal memasuki tahun ke-10. Event budaya tahunan ini rencananya bakal digelar antara 2-4 Agustus 2019. Tema yang diusung kali ini adalah ‘The Inspiration of Culture’

Dieng Culture Festival 10 via instagram.com/festivaldieng

Rangkaian acara Dieng Culture Festival 2019 (DCF) 10 sejatinya tak jauh beda dibanding tahun sebelumnya. Inti dari event ini adalah ritual pencukuran rambut gembel (rambut gimbal), diiringi rangkaian acara lain seperti pagelaran kesenian tradisional, pertunjukan jazz di atas awan, Festival Kopi Jawa, Festival Lampion dan masih banyak lagi.

Saya sendiri sempat menghadiri DCF tahun lalu dan acaranya benar-benar meriah. Dijamin edisi tahun ini takkan kalah megah dibanding sebelumnya. Yuk kita simak bersama Teman Traveler.

Ritual Adat Pencukuran Rambut Gembel

Ritual Cukur Rambut Gembel (c) Trivevandi/Travelingyuk

Ritual adat pencukuran rambut gembel (rambut gimbal) merupakan acara inti Dieng Culture Festival. Faktanya memang ada beberapa bocah asli Dieng yang tumbuh dengan rambut gimbal. Mereka dipercaya merupakan keturunan penggawa Kerajaan Mataram yang diutus untuk memimpin pemerintahan di Dataran Tinggi Dieng.

Ritual cukur rambut lantas dilakukan bukan semata demi kerapian. Hal ini dilakukan demi mengusir nasib buruk dari anak yang bersangkutan.

Peserta tradisi Jamasan (c) Trivevandi/Travelingyuk

Uniknya, ritual ini takkan dilakukan bila sang anak tidak meminta dicukur. Selain itu, si bocah juga akan mengajukan permintaan khusus orang tuanya. Hal ini sebagai imbalan dari pencukuran rambut dan apapun yang diminta wajib dikabulkan.

Barang yang diminta biasanya bermacam-macam. Biasanya mereka meminta mainan, gadget, atau sepeda. Bahkan tak jarang ada yang dengan polos hanya meminta permen. Lucu ya!

Jazz Atas Awan

Jazz Atas Awan 2018 (c) Trivevandi/Travelingyuk

Jazz Atas Awan juga merupakan acara yang ditunggu-tunggu dan paling diminati pengunjung Dieng Culture Festival. Pertunjukkan musik ini biasanya diselenggarakan di malam pertama dan kedua DCF. Bintang tamu yang hadir umumnya adalah musisi lokal dan artis kenamaan ibu kota.

Tahun lalu, bintang tamu yang hadir adalah band Letto, The Rain dan penyanyi Jepang, Hiroaki Kato. Di tahun-tahun sebelumnya, para pengisi acaranya juga tak kalah keren. Sementara untuk Jazz Atas Awan 2019, artis utamanya masih dirahasiakan. Kira-kira siapa ya?

Panggung Jazz Atas Awan 2018 (c) Trivevandi/Travelingyuk

Lantunan lagu-lagu jazz yang mendayu, pemandangan ribuan bintang di langit, ditambah belaiaun lembut udara dingin, membuat suasana pertunjukan Jazz Atas Awan makin syahdu dan romantis. Bagi Teman Traveler yang ‘tuna asmara’, sebaiknya siapkan gandengan jelang Agustus agar tidak gigit jari nanti.

Festival Lampion

Festival Lampion (c) Trivevandi/travelingyuk

Festival lampion merupakan rangkaian akhir dari Jazz Atas Awan. Para pengunjung akan diajak menerbangkan lampion pemberian panitia. Dalam sekejap, lampion beraneka warna bakal terbang menghiasi angkasa. Suasana bakal makin tak terlupakan karena sayup-sayup terdengar alunan musik jazz. Jangan sampai lewatkan momen melihat langit Dieng bercahaya!

Pentas Seni dan Budaya

Seni Tari Dieng (c) Trivevandi/Travelingyuk

Dieng Culture Festival juga menyuguhkan serangkaian acara pementasan seni dan budaya. Mulai dari kesenian musik, tarian, hingga wayang kulit bisa kalian saksikan. Pertunjukkan ini juga jadi salah satu upaya melestarikan warisan budaya penduduk sekitar.

Beragam Festival Lainnya

Domba Batur (c) Trivevandi/Travelingyuk

Masih ada banyak rangkaian acara lain yang pantang Teman Traveler lewatkan, mulai dari Festival Domba Batur, Festival Caping, Festival Bunga, Festival Kopi Jawa, dan masih banyak lagi. Wajib kalian sambangi jika berniat datang ke DCF 10.

Kuliner Dieng

Mie Ongklok (c) Trivevandi/Travelingyuk
Tempe Kemul (c) trivevandi/travelingyuk

Tak lengkap rasanya jika mengunjungi Dieng tanpa mencicipi sajian kuliner Jawa Tengah yang khas. Salah satu sajian yang cukup populer adalah mie ongklok dan tempe kemul. Masakan yang disebut pertama disajikan dengan kuah kental berkanji, biasanya ditemani lauk sate sapi.

Kentang Khas Dieng (c) Trivevandi/Travelingyuk

Dieng juga terkenal dengan hasil pertanian berupa kentang. Ukurannya besar, rasanya juga manis. Digoreng saja sudah sangat enak, apalagi disajikan dengan tambahan bubuk rasa dan saus.

Harga Tiketnya

Penyelenggara Dieng Culture Festival 2019 sudah penjualan tiket via online. Ada dua jenis, tiket untuk tour agent dan perorangan. Harganya sekitar Rp350.000, sudah termasuk suvenir berupa kaus, kain batik, caping, lampion, syal, dan masih banyak lagi.

Sebaiknya Teman Traveler segera memesan karena tiket biasanya akan habis sebelum Dieng Culture Festival 2019 digelar. Bagi yang ingin bermalam, panitia juga sediakan paket camping ground. Tetapi mengingat suhu udara bakal mencapai minus di Agustus nanti, persiapkan semuanya dengan matang ya!

Tags
Dieng kontributor Travelingyuk Wisata Dieng
Share