Destinasi Wisata di Kabupaten Blora yang Bikin Passion Travelingmu Kian Menggelora

Blora lebih dikenal masyarakat Indonesia dengan tambang minyaknya berupa Blok Cepu yang menjadi penghasil minyak bumi utama di Pulau Jawa. Kalau dari sisi pariwisata, belum banyak yang mengetahui potensi apa saja yang dimiliki kabupaten di sisi timur provinsi Jawa Tengah ini. Untuk itu Travelingyuk akan mengajak sobat sekalian jalan-jalan di kota ini untuk mencari tahu tempat keren apa saja sih yang bisa dikunjungi traveler lainnya.

Baca Juga : Gua Terawang yang Manis dan Eksotis

Secara geografis, wilayah kabupaten Blora terdiri atas dataran rendah dan perbukitan kapur. Banyak tempat-tempat menarik yang bisa traveler jadikan spot bertualang di dalam Kota Sate ini. Tanpa perlu menjelaskan panjang lebar, langsung saja yuk kita jelajahi satu per satu potensi wisata keren di Kabupaten Blora yang akan membuat passion travelingmu kian menggelora.

1. Kawasan Hutan Jati yang Penuh Misteri Tapi Cakep Untuk Foto Selfie

Foto selfie di tengah hutan yang penuh pepohonan nampaknya lagi hits di instagram. Ada yang foto di hutan pinus ada pula di hutan karet, nah andai kamu berada di Blora pilihannya adalah foto di hutan jati. Tapi perlu kamu ketahui bahwa hutan jati ini tidak hanya cakep untuk latar foto selfie namun juga menyimpan banyak misteri jadi kamu musti hati-hati.

Hutan Jati di Blora, via instagram
Hutan Jati di Blora, via instagram

Kabupaten Blora memang memiliki hutan jati yang sangat luas. Salah satu yang paling terkenal berada di hutan Mbogan, Desa Kedungbacin, Kecamatan Todanan. Masalah keindahannya tidak perlu diceritakan lagi. Namun masalah misteri lebih menarik untuk dikaji, dimana 3 tahun lalu hutan terjadi fenomena ghaib di hutan ini yang menggegerkan media nasional. Bus Pahala Kencana trayek Jakarta-Madura tersesat di tengah hutan ini. Awalnya supir mengaku jika dirinya melewati jalur alternatif namun setelah sadar yang ia lewati adalah kawasan hutan jati yang jauh dari jalan aspal. Lebih mencengangkan lagi, jalan masuk jalur alternatif dengan hutan tempat bus mereka tersesat jaraknya 50 km lebih. So, bagaimana bus bisa berpindah dalam sekejap di waktu sesingkat itu?

2. Gua Terawang, Gua Dengan Ruangan Terang Benderang

Gua umumnya gelap dan lembab, namun tidak dengan Gua Terawang. Gua yang terletak di Desa Kedungwungu, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora ini mendapatkan pencahayaan alami dari sinar matahari tepat di tengah ruangannya. hal tersebut bisa terjadi lantaran atap gua ini berlubang dan memungkinkan cahaya matahari masuk langsung ke dalamnya.

Gua Terawang, via instagram
Gua Terawang, via instagram

Gua Terawang memiliki panjang 180 meter dengan kedalaman rata-rata 11-50 meter dari permukaan tanah. Hutan ini terbentuk dari endapan batuan gamping dari pegunungan kapur utara yang baru berumur 10 tahun. Cahaya matahari yang masuk dari celah-celah dinding gua menghasilkan efek cahaya surga yang menawan. Kamu harus berkunjung sendiri ke lokasi untuk membuktikan keindahan gua ini.

3. Sumber Lumpur Kesongo dan Kisah Ki Joko Linglung

Sumber Lumpur Kesongo adalah kawasan seluas 199 hektar berupa lahan tandus dan juga kawasan padang rumput dengan 5 hektar diantaranya berupa daerah semburan lumpur seperti di Bledug Kuwu, Grobogan. Daerah ini sebenarnya tidak dibuka untuk komersil namun karena keunikannya tak sedikit traveler yang penasaran dan mampir ke sana untuk melihat sendiri kawasan ini. Kawasan Kesongo ini berada di Area Perhutani KPH Randublatung Blora. Bukan hanya tandus dan memiliki fenomena alam berupa semburan lumpur saja, Kesongo juga menyimpan banyak cerita legenda yang misterius terkait tokoh mitologi yaitu Joko Linglung. Pada saat-saat tertentu ada saja warga yang datang dengan membawa susu putih untuk mengalap berkah dari tokoh tersebut.

Sumber Lumpur Kesongo, via instagram
Sumber Lumpur Kesongo, via instagram

Warga Blora sendiri tidak banyak yang mau berkunjung ke tempat yang konon angker ini. Katanya kalau berkunjung ke sana, traveler dilarang membawa benda apapun dari lokasi sebab mereka bisa mendapatkan kesialan. Anehnya lagi kawasan Kesongo tidak ada di dalam peta pun tidak terdeteksi di GPS. Penasaran berkunjung kesana?

4. Ke Blora Kamu Punya Kesempatan Melihat Mata Air Sebiru Ini di Banyu Biru

Meski mayoritas wilayah Blora riskan dengan kekeringan di musim kemarau namun ada satu wilayah yang tidak terdampak yaitu Desa Gayam, Kecamatan Todanan. Penyebabnya adalah, daerah ini dialiri sungai yang tidak pernah kering. Sungai ini kemudian membentuk semacam kedung yang masyarakat sekitar menamainya dengan Banyu Biri atau Sendang Biru lantaran warna airnya yang terlihat berwarna biru.

Banyu Biru, via instagram
Banyu Biru, via instagram

Banyu Biru di Blora ini menjadi destinasi wisata dadakan setelah gambarnya tersebar pada sekitar bulan Agustus 2015 lalu. Setelah itu banyak traveler lain yang datang untuk sekedar melihat penampakannya atau mandi di kolam alaminya. Memang pemandangan di sekitar Banyu biru memang cantik sebab aliran sungai ini membentuk semacam air terjun mini sebelum berkumpul pada kolam di bawahnya.

5. Waduk Tempuran, Tempat Asyik Untuk Rekreasi Sekaligus Cari Konsumsi

Sebuah tempat rekreasi kian lengkap dengan hadirnya rumah makan yang menjual makanan khas daerah tersebut. Travelerpun bisa menemukan tempat seperti itu jika berkunjung ke Waduk Tempuran. Waduk tersebut berada di Desa Tempuran, Kabupaten Blora berjarak sekitar 10 km dari pusat kota.

Waduk Tempuran, via instagram
Waduk Tempuran, via instagram

Meskipun fungsi utama waduk ini adalah sebagai sarana irigasi namun kawasan ini juga mulai dikembangkan untuk kepentingan pariwisata. Pada saat-saat tertentu waduk ini juga dimanfaatkan untuk pembinaan olahraga dayung. Di pinggir waduk telah berdiri deretan warung makan yang menghidangkan menu ikan air tawar yang dibudidayakan langsung di karamba yang ada di waduk tersebut. Permainan air juga telah tersedia di sana yang bisa menjadi pilihan wisatawan yang berkunjung.

6. Bukit Pencu, Tempat Keren Untuk Foto-Foto di Blora

Kawasan pegunungan memang menyuguhkan panorama yang indah jika difoto. Untuk mendapatkan view seperti yang dimaksud kamu bisa blusukan ke puncak Bukit Pencu di desa Gayam, Kecamatan Bogorejo. Untuk menuju ke sana, butuh perjalanan selama 1,5 jam dari pusat kota. Sepanjang perjalanan traveler akan dihibur dengan jajaran hutan pohon jati yang tumbuh subur.

Bukit Pencu, via instagram
Bukit Pencu, via instagram

Bukit Pencu adalah perbukitan kapur dengan pemandangan yang indah. Dari puncaknya traveler bisa melihat pemandangan 360 derajat dari hamparan lahan pertanian tadah hujan serta deretan rumah penduduk serta luasnya hutan jati. Datanglah pada sore hari sebab sunset di bukit ini luar biasa indah.

7. Loko Tour, Kesempatan Traveler Berkeliling Hutan Jati Dengan Kereta Uap Jadul

Blora memiliki atraksi wisata yang menawarkan traveler untuk bernostalgia dengan cara berkeliling hutan jati naik kereta uap jaman bahuela. Datang saja ke tempat wisata Agro Blora, disana traveler akan dikenalkan dengan Loko Tour dimana ini merupakan paket perjalanan wisata di hutan jati melalui jaringan rel yang dibuat tahun 1915 lengkap dengan lokomotif buatan Jerman tahun 1928.

Loko Tour, via instagram
Loko Tour, via instagram

Lokomotif yang dipakai masih menggunakan bahan bakar berupa kayu bakar. Sepanjang tur, wisatawan akan diperkenalkan dengan pelestarian hutan jati mulai dari pembibitan, pemeliharaan, hingga panen. Keseluruhan rute yang ditempuh sekitar 25 km sehingga traveler dijamin bisa puas menikmati suguhan alam berupa hutan jati sambil bernostalgia kehidupan masa lalu.

8. Mencari Kedamaian Sejati di Waduk Greneng yang Berseri

Kabupaten Blora memiliki wilayah yang mayoritas terdiri dari perbukitan kapur, Dengan fakta tersebut daerah ini menjadi salah satu wilayah di Indonesia yang rawan kekeringan di musim kemarau dan longsor di musim hujan. Salah satu bentuk antisipatif pemerintah dalam menghadapi musim kemarau yakni dengan membangun banyak waduk dan salah satunya adalah Waduk Greneng. Waduk seluas 63 hektar ini menjadi penopang utama irigasi dari 200 hektar lebih sawah di sekitar waduk serta kebutuhan air bersih warga disana.

Waduk Greneng, via instagram
Waduk Greneng, via instagram

Waduk Greneng dibangun sejak tahun 1919. Di sekitar lokasi terdapat prasasti yang menunjukkan tahun pembuatan dari beton yang besar sehingga mudah dilihat meski dari kejauhan. Selain fungsi utamanya sebagai pemasok air bersih serta irigasi, waduk ini juga menjadi salah satu pilihan rekreasi warga sekitar dan traveler lain yang berasal dari daerah sekitar Blora. Paduan langit biru, air jernih, tanah dan hutan yang hijau akan membuat mata termanjakan dengan keindahannya.

Baca Juga : 6 Tempat di Indonesia yang Katanya Dapat Membuat Hubungan Langgeng

Sayang pemandangan seperti itu tidak berlangsung sepanjang tahun. Sebab saat musim kemarau debit air waduk akan berkurang drastis dan kawasan sekitar menjadi tandus. Tuh setuju kan jika Blora ternyata punya tempat keren untuk rekreasi maupun foto-foto selfie. So, yuk segera rencanakan liburanmu dengan mengunjungi kota ini. Kalau masih ada destinasi yang terlewatkan, kamu bisa melengkapinya dengan mengisi kolom komentar.

Tags
Explore Blora explore indonesia explore jawa tengah Jawa Tengah
Share