Desa Wisata Osing Kemiren Banyuwangi, Semula Sawah Hutan Kini Tujuan Wisatawan

Mengunjungi desa wisata Osing Kemiren Banyuwangi, akan membuat liburan Teman Traveler terasa berbeda. Setelah takhenti terpesona dengan Kawah Ijen, menikmati asri dan sejuknya Taman Nasional Alas Purwo lalu basah-basahan di Teluk Hijau, Teman Traveler wajib mengunjungi kawasan wisata Banyuwangi ini! Masyarakat Desa Kemiren, akan siap menyambut dengan ramah. Lebih lengkapnya, ada di ulasan berikut ini ya!

1. Semula Hanya Sawah Hutan

Selamat Datang di Desa Kemiren via Instagram
Selamat Datang di Desa Kemiren via Instagram/ evyarialestari

Desa wisata Osing berada di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah. Di sini, hidup sekelompok Suku Osing. Mereka adalah masyarakat keturunan Hindu Blambangan yang masih tersisa. Mulanya, desa wisata ini berupa sawah dan hutan milik penduduk Desa Cungking; cikal-bakal masyarakat Osing. Pada 1830, saat penjajahan Belanda, barulah lahir sebuah desa bernama Kemiren.

2. Memeilihara Tradisi Secara Turun-temurun

Kegiatan Sehabis Panen yang Dilakukan Suku Osing via Instagram
Kegiatan Sehabis Panen yang Dilakukan Suku Osing via Instagram/ theindobabe

Suku Osing yang tinggal di Desa Kemiren, memiliki tradisi yang mereka jalankan secara turun-temurun. Ketika pertama kali masuk ke kawasan ini, Teman Traveler akan langsung disambut dengan rumah-rumah adat khas Using dengan pintu yang terbuat dari kayu dan terdapat hiasan kepala burung buraq di atasnya. Selain itu, dalam kehidupan sehari-hari, beberapa tradisi juga masih kental dilakukan. Seperti pada kegiatan bercocok tanam. Dari menanam benih hingga panen, tidak lepas dari selamatan.

3. Dioptimalkan oleh Pemerintah Setempat

Dioptimalkan oleh Pemerintah Setempat via Instagram
Dioptimalkan oleh Pemerintah Setempat via Instagram/ siegie.99

Keistimewaan yang dimiliki Suku Osing di Desa Kemiren ini menarik perhatian Bupati Banyuwangi Purnomo Sidik yang menjabat dari 1991 – 2000. Hingga pada 1995, Kemiren pun ditetapkan sebagai desa wisata. Di kawasan ini kemudian dibangun anjungan-anjungan berupa miniatur rumah tradisional Suku Osing, juga mempertontonkan kesenian dan budaya yang dimiliki oleh warga Osing.

4. Ragam Tradisi yang Disuguhkan pada Para Pengunjung

Tradisi di Desa Osing yang Bisa Teman Traveler Nikmati via Instagram
Tradisi di Desa Osing yang Bisa Teman Traveler Nikmati via Instagram/ mirtsa6

Saat berkunjung ke desa wisata Osing Kemiren Banyuwangi, Teman Traveler akan mendapat suguhan berupa kebudayaan-kebudayaan yang dilestarikan di kawasan ini. Terdapat Sanggar Genjah Arum, serupa museum yang memang dibangun untuk melestarikan kebudayaan Banyuwangi. Terdapat pula Angklung Paglak yang merupakan gubuk kecil dengan ketinggian 10 meter yang terbuat dari bambu dan ijuk. Tidak ketinggalan Tari Gandung Pesona yang bisa dinikmati sambil minum kopi asli Osing di Sanggar Genjah Arum.

Untuk dapat masuk ke desa wisata Osing Kemiren Banyuwangi, Teman Traveler hanya perlu membayar tiket sebesar Rp 5 ribu. Jika ingin merasakan kehidupan Suku Osing lebih dekat, Teman Traveler bisa menginap di sini. Desain penginapan dibangun mirip dengan rumah penduduk Kemiren. Suasananya juga asri dan menenangkan karena dikelilingi rimbunnya pepohonan. Dijamin akan jadi pengalaman yang menyenangkan!

Gimana, Teman Traveler? Tertarik mengetahui lebih dekat salah satu budaya asli Indonesia ini? Desa wisata Osing Kemiren Banyuwangi masuk dalam daftar tempat untuk liburan dong ya?! Selamat menambah pengalaman baru kalau begitu!

Tags
Banyuwangi Budaya desa wisata osing kemiren banyuwangi Indonesia Jawa Timur Wisata
Share