Menyaksikan Uniknya Tradisi Penguburan Desa Trunyan Bali, Jadikan Pengalaman Baru

Bali terkenal sebagai salah satu destinasi wisata utama di Indonesia, bahkan mancanegara. Beragam julukan diberikan untuk memuja keindahannya, mulai dari Pulau Dewata, hingga Pulau Seribu Pura. Jujur, saya sudah berkali-kali mengunjungi Bali, namun selalu ada saja destinasi yang belum sempat saya sambangi. Nah, kali ini saya akan menceritakan pengalaman mengunjungi Desa Trunyan.

Desa ini merupakan kawasan yang dikenal punya tradisi penguburan unik. Yuk, simak ulasannya bersama Teman Traveler.

Berada di Wilayah Kintamani

Pemandangan Danau Batur dengan berlatar belakang Gunung Batur, (c) Anggi Paramita/Travelingyuk

Secara administratif Desa Trunyan masuk dalam wilayah Kabupaten Kintamani. Pemandangan di kawasan ini sangat indah, berpadu dengan dengan udara sejuk. Di sekitarnya terdapat Gunung dan Danau Batur yang luar biasa cantik.

Jika Teman Traveler berangkat dari Denpasar, Kintamani bisa ditempuh dalam waktu dua jam. Saran saya, sebaiknya kalian menyewa mobil sendiri. Tarifnya sekitar Rp500.000 hingga Rp550.000 per hari. Sementara bagi yang ingin menunggang sepeda motor, biayanya antara Rp70.000 hingga Rp100.000 per hari. Kalian bakal lebih fleksibel mengunjungi tiap sudut Pulau Dewata.

Dekat Danau Batur

Danau Batur (c) Anggi Paramita/Travelingyuk

Selagi mengunjungi Desa Trunyan, Teman Traveler bisa sekalian menyambangi Danau Batur. Dengan luas 16km dan kedalaman 50,8 meter, danau di lereng Gunung Batur ini terlihat sangat indah. Udara sekitar wisata Bali ini juga sangat sejuk, lantaran berada di ketinggian 1050mdpl.

Menyebrang ke Trunyan

Teman Traveler wajib menyewa perahu di Danau Batur untuk menyeberang ke Desa Trunyan. Biayanya sekitar Rp200.000 per orang, dengan lama perjalanan kurang lebih 30 menit. Meski hanya melewati danau, gelombang air di sini cukup tinggi lho. Kalian harus siap berbasah-basah ria ya.

Menjelajah Desa Trunyan

Kuburan Desa Trunyan, (c) Anggi Paramita/Travelingyuk

Desa Trunyan merupakan salah satu destinasi budaya yang bisa Teman Traveler kunjungi di wilayah Kintamani. Seluruh warganya menganut agama Hindhu. Nama Trunyan sendiri diambil dari Pohon Taru Menyan yang ada di sekitar wilayah desa.

Jenazah warga Desa Trunyan diletakkan di bawah Pohon Taru Menyan (c) Anggi Paramita/Travelingyuk

Namun satu hal menarik yang membuat saya begitu bernafsu mengunjungi Trunyan adalah uniknya tata cara penguburan jenazah di sini. Sangat berbeda dibanding masyarakat lainnya di Bali.

Kuburan dengan Klasifikasi Berbeda

Jenazah warga Desa Trunyan yang baru meninggal 1 bulan (c) Anggi Paramita/Travelingyuk

Secara total ada tiga jenis kuburan berbeda di Trunyan, tergantung penyebab kematiannya. Pertama adalah Sema Wayah, diperuntukkan bagi warga desa yang meninggal wajar. Jenazahnya akan ditutupi kain putih, diadakan upacara, sebelum diletakkan di bawah Pohon Taru Menyan.

Tengkorak tertata rapi di kuburan Desa Trunyan (c) Anggi Paramita/Travelingyuk

Berikutnya ada Sema Bantas, kuburan untuk warga yang meninggal tak wajar. Misalnya karena kecelakaan, bunuh diri, atau menjadi korban pembunuhan.

Terakhir adalah Sema Muda, kuburan untuk warga Trunyan yang meninggal saat usia bayi atau anak kecil. Lokasi ini juga dijadikan tempat peristirahatan terakhir bagi penduduk desa yang meninggal di usia dewasa namun belum menikah.

Tak Berbau Berkat Pohon Taru Menyan

Pohon Taru Menyan, (c) Anggi Paramita/Travelingyuk

Meski hanya diletakkan begitu saja, jenazah warga Desa Trunyan sama sekali tidak menimbulkan bau. Menurut beberapa penjelasan, hal ini disebabkan kehadiran Pohon Taru Menyan. Taru dalam bahasa setempat berarti pohon, sementara Menyan artinya harum.

Disebutkan bahwa saking harumnya, aroma Taru Menyan dulu konon bisa tercium hingga luar Jawa. Anehnya, meski kini wangi pohon tak setajam dulu, bau tak sedap dari jenazah yang diletakkan sama sekali tidak tercium. Unik bukan Teman Traveler?

Bagaimana Teman Traveler, tertarik liburan sekaligus menambah wawasan budaya di Desa Trunyan? Tunggu apa lagi, segera wujudkan rencana liburan kalian ke Bali.

Tags
Bali kontributor Travelingyuk wisata bali
Share