Depot Gang Djangkrik, Lepas Kangen Cita Rasa Malang di Bali

Tak sulit menemukan tempat makan di Bali. Jumlahnya beragam, dengan sajian tak kalah bervariasi. Nah, jika Teman Traveler ingin mencicipi chinese food nikmat di Pulau Dewata, Depot Gang Djangkrik bisa jadi pilihan.

Nama Depot Gang Djangkrik tentu sudah tak asing di telinga warga Malang. Saking tenarnya, mereka kini sudah membuka dua cabang di Bali. Satu di Jalan Teuku Umar no 15, Denpasar, dan lainnya di Jalan Bypass Ngurah Rai Jimbaran no 99.

Depot Gang Djangkrik cabang Jimbaran (c) Helga Christina/Travelingyuk

Saya sendiri sempat menyambangi cabang mereka di Jimbaran, buka mulai pukul 10.00 hingga 22.00. Seperti apa nikmatnya menyantap kuliner Malang di Bali ini? Yuk, simak ulasan saya selengkapnya.

Sajikan Menu Khas

Aneka pilihan menu (c) Helga Christina/Travelingyuk

Depot Gang Djangkrik menyediakan menu khas chinese food, seperti bakmi, bebek panggang, dim sum, dan lainnya. Khusus menu bubur, mereka menghadirkan cukup banyak varian. Jarang-jarang lho, Teman Traveler menemukan resto di Bali dengan aneka sajian bubur sebanyak ini.

Petugas sedang mempersiapkan bebek (c) Helga Christina/Travelingyuk

Teman Traveler bisa mencoba nikmatnya bubur tite, bubur ikan, serta bubur ayam jamur. Jangan lewatkan pula kesempatan mencicipi bubur dengan telur bitan berwarna hitam yang khas.

Menu lain yang juga kerap jadi andalan adalah cwie mie khas Malang. Rasanya begitu khas, disajikan dengan aneka macam topping yang menggugah selera.

Nikmatnya Bubur Ikan dan Dimsum Hakao

Seporsi bubur ikan (c) Helga Christina/Travelingyuk

Saat berkunjung ke sini saya memilih memesan bubur ikan seharga Rp25.000 per porsi. Buburnya cukup banyak untuk disantap satu orang. Disajikan lengkap dengan topping daging ikan, cakue, daun bawang, kulit pangsit, dan saus khusus.

Dimsum Hakao (c) Helga Christina/Travelingyuk

Saya tak lupa memesan dimsum hakao seharga Rp25.000. Seporsinya terdiri dari empat potong dimsum. Rasanya begitu nikmat, lidah serasa dimanjakan ketika menyentuh isian daging udangnya yang begitu lembut. Wajib Teman Traveler coba.

Cemilan Khas Malang

Onde-onde di etalase (c) Helga Christina/Travelingyuk

Depot Gang Djangkrik juga menyediakan beberapa kue tradisional seperti kue bantal dan onde-onde. Teman Traveler pun bisa membeli sejumlah camilan kripik khas Jawa Timur di sini. Salah satunya adalah keripik singkong cap Lumba-Lumba dari Malang.

Aneka keripik dan camilan (c) Helga Christina/Travelingyuk

Sama seperti kebanyakan restoran di Bali, Depot Gang Djangkrik juga sudah tak menggunakan sedotan plastik. Diganti dengan sedotan kertas yang lebih ramah lingkungan.

Selain itu, sesuai aturan yang berlaku di Pulau Dewata, bagi pelanggan yang ingin memesan makanan untuk dibawa pulang, wajib membawa kantong plastik sendiri. Restoran sudah tak menyediakan, sebagai langkah untuk menjaga kelestarian lingkungan.

Bagaimana menurut kalian Teman Traveler? Jika sedang berada di Bali dan kebetulan kangen makanan cita rasa Malang, tak ada salahnya mampir ke Depot Gang Djangkrik. Ada yang pernah mencoba makan di sini?

Tags
Bali depot hang djangkrik Indonesia kontributor kuliner bali Malang Travelingyuk
Share