Dawet Bayat, Minuman Tradisional yang Masih Hits di Jogja

Jalan-jalan ke Jogja, takkan lengkap jika belum mencicipi aneka kuliner tradisionalnya. Jika ingin mencoba selain gudeg, Teman Traveler bisa mencicipi ragam minuman khas Kota Pelajar yang juga tak kalah menarik. Salah satu yang hingga kini masih cukup diminati adalah Dawet Bayat.

Berada di Dekat Ring Road

img_20190722_134753_8Cr.jpg
Makin nikmat disantap siang hari (c) Rachma Muslika/Travelingyuk

Sama seperti dawet lainnya, Dawet Bayat dibuat dari tepung ketan dan dipadukan bersama kuan santan kental dan siraman air gula jawa. Rasanya benar-benar khas. Sangat pas jika disantap di tengah teriknya mentari Jogja.

img_20190722_134844_Zc9.jpg
Sajian tradisional yang terasa nikmat (c) Rachma Muslika/Travelingyuk

Kedai Dawet Bayat sendiri bisa Teman Traveler temukan di sisi utara ring road Jogja. Jaraknya sekitar 200 meter dari Rumah Sakit Queen Latifa. Meski tempatnya sederhana, sajian satu ini punya lumayan banyak penggemar lho.

Lembut di Mulut

img_20190722_134733_znh.jpg
Kondisi warungnya cukup sederhana (c) Rachma Muslika/Travelingyuk

Dawet Bayat dibuat dengan bahan-bahan bermutu tinggi. Prosesnya juga diperhatikan betul sehingga hasilkan minuman tradisional bercita rasa nikmat. Terasa lumer begitu menyentuh mulut. Kekenyalannya pun terasa sangat pas.

Segelas dawet (c) Rachma Muslika/Travelingyuk

Paduan santan kental dan es terasa sangat sempurna. Sangat ampuh untuk mengatasi kering tenggorokan di tengah panasnya cuaca Jogja. Teman Traveler tak perlu khawatir bakal serak atau batuk, lantaran santan yang digunakan benar-benar dibuat dengan bahan alami.

Biasa Disajikan di Acara Pernikahan

img_20190722_134729_lyq.jpg
Biasa disajikan di acara pernikahan (c) Rachma Muslika/Travelingyuk

Tahukah Teman Traveler, Dawet Bayat juga biasa disajikan di upacara pernikahan atau pengantin. Biasanya ada satu orang khusus yang ditugaskan berperan sebagai penjualnya. Bukan sembarangan, kebiasaan ini ternyata punya arti penting.

img_20190722_134833_hUB.jpg
Minuman ini ternyata juga jadi simbol rejeki (c) Rachma Muslika/Travelingyuk

Kehadiran penjual dawet merupakan simbol limpahan rejeki, kerja keras, serta kekompakan pasangan pengantin. Namun seiring berjalannya waktu, Dawet Bayat kini sudah bisa dinikmati secara bebas. Teman Traveler langsung saja meluncur ke utara Ring Road.

Murah Meriah dan Mengenyangkan

img_20190722_135423_r7A.jpg
Lokasi warungnya ada di pinggir jalan (c) Rachma Muslika/Travelingyuk

Segelas minuman kuliner tradisional ini bisa Teman Traveler tebus hanya dengan bermodal Rp3.500. Kalian bakal mendapat porsi lumayan besar. Isian beras kentan dan kandungan santannya dijamin bakal bikin kenyang.

Mau dibungkus atau disantap di tempat sama-sama nikmatnya kok. Teman Traveler bisa duduk di deretan kursi yang disediakan. Sembari menunggu pesanan tiba, amati uniknya sang penjual menyiapkan dawet dari kendi-kendi penyimpanan yang nampak tradisional. Sangat menarik lho.

img_20190722_134720_p2s.jpg
Penjual menyiapkan dawet (c) Rachma Muslika/Travelingyuk

Kebanyakan pembeli dawet ini mampir untuk sekaligus beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan. Rasa dawetnya memang menyegarkan dan ampuh untuk menyegarkan kepala sebelum kembali menerjang panasnya cuaca Jogja. Buat Teman Traveler yang sedang jelajah wisata Jogja, tak ada salahnya menyempatkan diri mampir ke sini. Bagaimana, siap jalan-jalan di akhir pekan ini?

Tags
Jogja Jogjakarta kontributor kuliner Jogja kuliner jogjakarta Travelingyuk
Share