Santai di Dapur Griya Herbal, Lepas Lelah Usai Keliling Batu Sambil Menunggu Waktu Buka Puasa

Berkeliling Kota Wisata Batu dan menikmati beragam suguhan wisata memacu adrenalin membuat perut mulai keroncongan minta diisi. Bermodalkan suara dari mba’ Google Maps, saya akhirnya sampai juga di Dapur Griya Herbal.

Lokasinya Mudah Dijangkau

minuman jamu yang diaduk sebelum disajikan
Minuman jamu sebelum diaduk (c) Ica Nafisah/Travelingyuk

Meski tidak berada persis di tengah kota, Dapur Griya Herbal bisa dijangkau dalam waktu kurang dari 5 menit (menggunakan kendaraan bermotor dengan lalu lintas normal) dari alun-alun. Alamat tepatnya ada di Jalan Lahor No 7.

Kedai ini hanya bisa dijangkau dengan semua jenis kendaraan. Bagi yang ingin menggunakan angkutan umum, bisa ambil jurusan Jalan Panglima Sudirman Batu. Turun di depan gang Jalan Lahor dan lanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.

Menjajakan Bahan-bahan Herbal

jamu yang siap dijual
Jamu yang siap dijual (c) Ica Nafisah/Travelingyuk

Tulisan ‘Dapur Griya Herbal’ tampak di bagian depan bangunan tempat kedai berdiri. Halaman parkir di sini cukup luas. Ketika saya datang, beberapa mobil Jeep nampak berjejer rapi di sana.

Setelah parkir, saya beranjak menuju tangga turun yang mengarah ke jalan berhiaskan bebatuan. Di sisi kiri terdapat bangunan setengah terbuka. Begitu masuk, tampak seorang laki-laki sedang sibuk mengaduk minuman.

Tanpa buang waktu, saya lantas memilih menu makan dan minum. Lantaran penasaran, saya kemudian berinisitif menjelajah sekitar sembari menunggu pesanan tiba. Deretan batu, kayu, serta tanaman herbal yang dipajang di sini benar-benar membikin penasaran.

Kedai ini memiliki satu ruangan dengan pintu sengaja dibiarkan terbuka. Di dalamnya dipajang beberapa bungkus jamu, lengkap dengan manfaat dan harganya. Jamu asam urat misalnya, dibandrol seharga Rp65.000. Selain itu masih ada kencur bubuk, jamu diabetes, dan masih banyak lagi.

Tak jauh dari situ, ada ruangan lain yang tak kalah unik. Tempat ini menjadi semacam galeri beragam kerajinan kayu. Selain hiasan dan asesoris lain, ada juga benda-benda unik seperti papan catur yang sepenuhnya terbuat dari kayu. Sungguh mengagumkan.

Menikmati Santapan di Griya Herbal

Ikan Kendi Pelangi
Ikan Kendi Pelangi (c) Ica Nafisah/Travelingyuk

Setelah puas berkeliling, pesanan saya ternyata sudah tersaji dan siap disantap. Saya memesan Rice Bowl Ikan Kendi Pelangi, nasi putih hangat disajikan dengan telur mata sapi setengah matang, ikan berbalut daun jati, plus sambal.

Tak hanya namanya yang unik, cara memasaknya pun juga menarik. Ikan diasinkan terlebih dahulu dengan dimasukkan dalam kendi. Agar rasanya kian mantap, diberi tambahan ramuan herbal rahasia. Saya yang waktu itu kelaparan, langsung lahap menghabiskannya. Meski berbeda dari ikan asin pada umumnya, rasanya tetap nikmat dan bikin lidah bergoyang.

Sajikan Beragam Menu

menu dapur griya herbal
Menu di Dapur Griya Herbal (c) Ica Nafisah

Pilihan menu makanan dan minuman di tempat makan Batu ini cukup beragam. Mulai dari sari temulawak, sari bugar, cumi bunga bawang, empal balado, hingga bandrek. Tentu saja, semuanya dimasak dengan cara unik dan mengandung unsur herbal.

Tak suka menu herbal? Tenang saja. Kedai ini juga menyajikan menu ‘normal’ seperti roti bakar, kentang goreng, strawberry tea, milkshake, dan banyak lagi lainnya. Semuanya dijamin nikmat dan memuaskan.

Fasilitas Lengkap dan Instagenic

salah satu spot foto yang asri
Salah satu spot foto asri (c) Ica Nafisah/Travelingyuk

Dapur Griya Herbal memiliki ruangan cukup luas. Bisa dimanfaatkan sebagai tempat reuni, arisan, atau kumpul-kumpul bersama keluarga tercinta. Fasilitasnya juga sangat lengkap, meliputi mushola (sebaiknya wudhu di toilet, karena tempat wudhu yang disediakan ada di ruang terbuka), dan toilet bersih.

Kedai ini juga mempunyai ruang terbuka berhiaskan sederet tanaman toga. Terlihat cukup unik dan Instagenic. Pengunjung bisa memanfaatkannya untuk berfoto-foto, hasilkan konten baru untuk dipajang di media sosial.

Satukan Konsep Kopi dan Herbal

jamu dan kopi
Jamu dan kopi (c) Ica Nafisah/Travelingyuk

Dapur Griya Herbal kini dikelola oleh Bagus. Pria yang juga akrab dipanggil Mbob tersebut adalah generasi ketiga penerus usaha kuliner unik ini. Semuanya bermula di 1998, dari Sang Nenek yang mendirikan tempat pelatihan pembuatan jamu.

Ibu Mbob sendiri mewarisi skill sebagai instruktur pembuatan jamu. Bukan hanya sebatas jamu yang diminum, beliau juga mahir soal urusan pembuatan lulur, sabun, lotion, dan semua hal yang berbau herbal. Kemampua Ibunda Mbob bahkan membuatnya diakui sebagai salah satu instruktur pelatihan pembuatan jamu ahli di Jawa Timur.

Banyak orang kerap datang ke kediaman Mbob. Ada yang merupakan peserta pelatihan, namun ada juga yang sekedar mampir. Semuanya sama-sama membutuhkan sajian untuk dinikmati sembari menghabiskan waktu.

Mbob pun lantas berinisiatif berjualan kopi untuk menghadirkan suasana hangat. Dari situ, ia kemudian beride untuk menyatukan konsep herbal dengan kedai kopi. Lahirlah Dapur Griya Herbal, usaha kuliner yang sajikan menu ala kafe dengan sentuhan herbal.

Bagaimana Teman Traveler, menarik bukan? Kini kalian tak perlu bingung mencari tempat makan usai lelah jalan-jalan di sekitar Batu. Kehadiran Dapur Griya Herbal bisa jadi solusi tepat untuk bersantai sekaligus mengisi perut.

Tags
Batu kontributor Kuliner Batu kuliner malang Malang Travelingyuk
Share