Danau Tanralili, Pendakian 2 Jam yang Terbayar Lunas

Sulawesi Selatan memiliki sederet destinasi wisata dengan keindahan alam yang sangat memanjakan mata. Sayangnya, tak gampang diakses karena banyak yang belum dikelola secara resmi. Salah satunya adalah Danau Tanralili.

Menuju danau di ketinggian 1.454 mdpl ini membutuhkan perjuangan yang tak mudah. Teman Traveler harus melakukan trekking selama kurang lebih dua jam dari basecamp di Desa Lengkese.

Registrasi Diri dan Logistik

Suasana di Desa Lengkese (c) Fachrul Anwar/Travelingyuk

Sebelum memulai trekking, pertama-tama Teman Traveler harus melakukan registrasi diri dan logistik. Jangan lupa membayar biaya pendaftaran sebesar Rp3.000. Pos untuk mendaftar berada di Desa Lengkese, Kecamatan Parigi. Untuk menuju sini, kalian bakal butuh waktu kurang lebih dua jam perjalanan dari Makassar.

Setelah registrasi selesai, Teman Traveler akan diberi selembar plastik sampah. Yap, semua pengunjung diwajibkan membawa kembali sampah plastik maupun bungkus makanan usai pulang dari Danau Tanralili.

Trekking Dimulai

Jalur trekking (c) Fachrul Anwar/Travelingyuk

Titik awal trekking ditandai dengan sebuah papan kayu bertuliskan ‘tracking’. Dari sini Teman Traveler harus hadapi jalur berbatu yang lumayan terjal dan menguras tenaga. Saran saya, sebaiknya kalian memulai perjalanan malam. Jika nekat mampir siang hari, teriknya sinar matahari bakal langsung menerpa tubuh. Rasanya bakal sangat panas karena di sekitar sini jarang ada pohon.

Selain itu, Teman Traveler sebaiknya saling menjaga satu sama lain, sebab jalur di sini sangat curam. Jika cuaca sedang hujan, permukaan batu di sekitarnya bakal sangat licin.

Oh ya, jangan takut kekurangan air karena sepanjang perjalanan ada banyak sumber yang bisa Teman Traveler manfaatkan untuk mengisi botol air. Setelah kurang lebih dua jam berjalan kaki, kalian bakal sampai di tujuan.

Sampai di Tujuan

Sampai di tujuan (c) Fachrul Anwar/Travelingyuk

Papan tanda Selamat Datang akan menyambut Teman Traveler di tujuan. Jika ingin bermalam, kalian bisa langsung mendirikan tenda di sini. Saran saya, sebaiknya jangan mendirikan kemah terlalu dekat dengan danau. Pasalnya, air danau sering meluap dan bisa membasahi tenda kalian.

Tak perlu bingung soal buang air. Di sekitar sini sudah ada toilet umum kok. Teman Traveler tak harus kabur ke semak-semak jika sewaktu-waktu ada ‘panggilan alam’ ya.

Pemandangan Memanjakan Mata

Pemandangan di sekitar danau (c) Fachrul Anwar/Travelingyuk
Menikmati segarnya aliran sungai (c) Fachrul Anwar/Travelingyuk
Melihatnya sungguh bikin mata segar (c) Fachrul Anwar/Travelingyuk

Teman Traveler bakal melihat suguhan pemandangan danau yang sangat indah. Apalagi jika permukaan airnya sudah terkena pantulan cahaya mentari pagi, tampak sangat memanjakan mata. Bahkan tak sedikit orang bilang Danau Tanralili mirip Ranu Kumbolo.

Lantaran danau ini berada di dataran tinggi, suhu sekitarnya bakal lumayan dingin, apalagi malam hari. Sebaiknya Teman Traveler membawa persediaan baju hangat yang cukup.

Jangan khawatir soal lelah di perjalanan, semuanya akan terbayar begitu melihat pemandangan memanjakan mata. Buat yang ingin lebih menikmati suasana, sebaiknya ajak serta keluarga atau kawan. Kalian bakal rasakan asyiknya menikmati alam sembari bercengkrama bersama sosok terdekat.

Itulah sedikit pengalaman saya menyambangi Danau Tanralili. Tunggu apa lagi Teman Traveler, ayo jelajah wisata Sulawesi Selatan dan kunjungi semua tempat wisata indah di sini. Tertarik berpetualang seperti ini?

Tags
danau tanralili kontributor Makassar Travelingyuk wisata makassar
Share