Daerah Pengrajin Perak di Indonesia, Bisa Intip Cara Pembuatannya Sampai Borong Perhiasan

Rani Aisyah

Rani Aisyah

On Indonesia
Daerah Pengrajin Perak di Indonesia Daerah Pengrajin Perak di Indonesia

Tidak hanya destinasi wisata alam dan buatan, Indonesia pun terkenal akan hasil kerajinan tangan penduduknya. Kali ini bukanlah kain tradisional atau makanan khas, namun souvenir yang dihasilkan oleh daerah pengrajin perak di Indonesia ini pun layak dijadikan buah tangan. Teman Traveler pun dapat melihat secara langsung pembuatan perak di kawasan ini. Penasaran dimana saja? Yuk disimak ulasan berikut!

Kecamatan Kotagede, Kota Jogja

Kotagede via Instagram @amelsr03
Kotagede via Instagram @amelsr03

Kalau menyebut daerah pengrajin perak, biasanya langsung terbersit Kotagede, sebuah kecamatan di Kota Jogja. Sejarah daerah pengrajin perak di kota wisata ini berkat pengaruh Belanda, pada abad ke-16 mereka datang untuk memesan alat-alat rumah tangga yang terbuat dari perak kepada penduduk Kotagede kala itu. Semenjak saat itulah, kerajinan perak mulai berkembang hingga kini menjadi kawasan wisata perak di Indonesia.

Kerajinan yang dihasilkan berupa cincin, gantungan kunci, replika Candi Borobudur, dan banyak lainnya. Teman Traveler bisa menemukan deretan toko penjual hasil kerajinan perak di Kotagede, bisa mendapatkan cendera mata berbahan perak dengan bermodalkan kurang lebih Rp100 ribu per suvenir.

Proses Pembuatan Cicin Perak di Kotagede via Instagram @bibilung12
Proses Pembuatan Cicin Perak di Kotagede via Instagram @bibilung12

Desa Celuk, Kabupaten Gianyar Bali

Sudut Desa Celuk via Instagram @dodokartika_silver
Sudut Desa Celuk via Instagram @dodokartika_silver

Daerah pengrajin perak di Bali salah satunya adalah Desa Celuk yang telah beroperasi semenjak tahun 1976. Hampir seluruh penduduk desa ini berprofesi sebagai pengrajin perak, menghasilkan produk berupa perhiasan, perlengkapan makan seperti sendok garpu, patung, dan lainnya. Bahkan tidak hanya dipasarkan di Indonesia saja, hasil kerajinan perak ini telah diekspor ke luar negeri.

Teman Traveler bisa mendapatkan kerajinan perak dengan budget minimal Rp35 ribu, langsung saja singgah di Desa Celuk Kecamatan Sukmawati Kabupaten Gianyar. Teman Traveler juga bisa melihat proses pembuatan kerajinan perak di desa ini.

Proses Pembuatan Perak di Desa Celuk via Instagram @lukasguntur
Proses Pembuatan Perak di Desa Celuk via Instagram @lukasguntur

Desa Koto Gadang, Kabupaten Agam

Koto Gadang via Instagram @beyubaystory
Koto Gadang via Instagram @beyubaystory

Desa Koto Gadang di Kabupaten Agam Provinsi Sumatera Barat ini dikenal sebagai daerah pengrajin perak, semenjak zaman penjajahan Belanda. Bahkan pada tahun 1911, hasil kerajinan perak Desa Koto Gadang telah dikenal oleh bangsa-bangsa di Eropa, berupa cincin, kalung, gelang, dan perhiasan lain yang disukai oleh perempuan-perempuan Belanda.

Keistimewaan produk perak desa ini adalah bentuknya halus dengan warna yang tidak terlalu berkilau. Teman Traveler yang berminat berkunjung saja ke Desa Koto Gadang, Kecamatan IV Koto yang berjarak setidaknya 30 menit dari Bukittinggi dengan kendaraan bermotor. Bisa memilih beragam kerajinan perak, tidak hanya perhiasan namun ada juga miniatur seperti rumah Gadang dan kendaraan, dibanderol dengan harga mulai dari Rp10 ribu hingga jutaan rupiah.

Kampung Alfi Jewelry, Martapura, Kabupaten Banjar

Ilustrasi Pembuatan Perak via Shutterstock
Ilustrasi Pembuatan Perak via Shutterstock

Daerah pengrajin perak yang satu ini berada di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, tepatnya di kecamatan Martapura. Bernama Kampung Alfi Jewelry, sekelompok pemuda putus sekolah membentuk kelompok usaha membuat kerajinan perak semenjak tahun 2005. Seluruh proses pembuatan kerajinan perak diolah dengan cara tradisional dan dipasarkan secara online. Namun Teman Traveler bisa juga singgah ke Jalan Melayu Ulu RT 2, Desa Melayu Kecamatan Martapura Timur Kabupaten Banjar. Produk unggulan Kampung Alfi Jewelry merupakan cincin perak berlian, yang dijual dengan harga kisaran Rp 450 ribu.

Kota Kendari

Ilustrasi Hasil Produk Perak via Shutterstock
Ilustrasi Hasil Produk Perak via Shutterstock

Kota Kendari memiliki kerajinan legendaris yang disebut dengan Kendari Werk, merupakan bahasa Belanda yang secara harfiah berarti karya Kendari. Motif kerajinan perak dengan teknik filigree, menguntai benang perak halus ke dalam bingkai yang juga terbuat dari perak, dibentuk sesuai dengan bentuk yang diinginkan. Keistimewaan lain kerajinan ini adalah penggunaan 97% perak, sisanya berupa kuningan atau tembaga yang berguna untuk mematri saja. Kendari Werk lahir pada awal abad ke-20, berawal dari gubahan pengrajin perhiasan

Daerah pengrajin perak yang telah diulas di atas, tidak hanya ‘surga’ belanja. Namun juga mempunyai suasana nyaman untuk dijelajahi. Adakah Teman Traveler sudah pernah ke salah satunya?