Curug Lontar, Wisata Alam Bogor yang Keindahannya Belum Banyak Terekspos

Mohammad Guruh

Mohammad Guruh

On Indonesia
Curug Lontar Curug Lontar

Selain disebut sebagai Kota Hujan, Bogor punya sebutan lain yaitu Kota Seribu Curug. Tak perlu dihitung, jumlahnya memang banyak. Ada yang hits banget dan sering dikunjungi wisatawan, tapi tidak sedikit yang masih tersembunyi dan belum terjamah. Salah satunya Curug Lontar di Leuwiliang yang keindahannya bikin siapapun terpesona. Lalu apa keunikan dibanding lainnya? Berikut penuturan dari Kontributor Travelingyuk, Mohammad Guruh.

Sumber PLTA Sejak Zaman Belanda

Keindahan Ciptaan-Nya Yang Nyata At Curug Lontar (IG)@mehhermawati
Keindahan ciptaan-Nya yang nyata di Curug Lontar (IG)@mehhermawati

Curug Lontar terletak di Desa Kracak, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Air terjun tersebut merupakan bagian dari sungai Cianten yang berasal dari pegunungan Halimun – Salak. Wisata alam dengan tinggi sekitar 35 meter tersebut memiliki debit air yang cukup deras. Dengan kondisi tersebut, tak heran jika dimanfaatkan sebagai sumber pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Kracak. Pemanfaatan ini ternyata juga sudah dilakukan sejak zaman Belanda.

Panorama Mengagumkan tapi Juga ‘Membahayakan’

Kondisi Saat Musim Penghujan "Berbahay" (IG) @leowalditarigan
Kondisi Saat Musim Penghujan “Berbahay” (IG) @leowalditarigan

Keunikan lain dari Curug Lontar yakni memiliki kubangan kurang lebih seluas  7.000 meter persegi dengan kedalaman sekitar 26 meter. Sayangnya, pengunjung dilarang berenang atau bermain di kubangan tersebut.

Pasalnya, aliran air tersebut sangat berbahaya terlebih saat musim penghujan. Menurut warga sekitar, banjir bandang sering datang tiba-tiba. Dan aliran tersebut dapat membahayakan. Pun demikian, pesona keindahan curug leuwiliang Bogor ini tetap mengagumkan.

Cara Menuju Curug Lontar

Tidak Jauh Dari Rumah Saya (IG) @merry_kh02
Tidak Jauh Dari Rumah Saya (IG) @merry_kh02

Teman Traveler yang hendak ke Curug Lontar bisa menggunakan kendaraan roda empat atau roda dua. Perjalanan bisa mulai dari kota menuju langsung ke Leuwiliang. Setelah melewati Jembatan Sungai Cianten, dilanjutkan menuju PLTA unit Kracak sejauh kurang lebih 7 Km. Jika menggunakan kendaraan umum dari Stasiun Bogor, bisa menggunakan angkot 02 atau 03 ke Bubulak. Kemudian, dilanjutkan angkot 05 Jasinga-Leuwiliang. Seterusnya, berhenti di pertigaan Kracak dan gunakan angkot 57 Kracak-Puraseda.

Jika bingung, bisa meminta petunjuk kepada warga sekitar. Pada umumnya mereka tahu persis, terlebih jika mendengar nama PLTA Kracak. Jalan menuju Curug Lontar Leuwiliang lumayan sulit. Teman Traveler yang hendak liburan ke sini bisa meminta bantuan warga sekitar. Jalan setapak yang licin dan curam akan menjadi drama perjalanan tersendiri. Ditambah minimnya fasilitas yang tersedia.

Curug Lontar yang ada di Bogor ini belum memberlakukan harga tiket masuk yang paten. Jadi Teman Traveler bisa memberikan sukarela. Nah, semakin penasaran kan dengan keindahan alam satu ini? Yuk, segera atur jadwal untuk liburan ke sini. Jangan lupa abadikan momen liburanmu dan bagikan pengalaman serumu di kolom komentar ya.