Claypot Popo, Kulineran Enak ala Hong Kong di Jakarta

Advertisement
Advertisement

Pernah membayangkan rasakan sensasi rasa ala Hong Kong tanpa perlu terbang jauh-jauh ke Makau? Well, Teman Traveler yang sedang liburan di Jakarta bisa langsung melipir ke Claypot Popo di daerah Sabang. Di sini kalian bakal disuguhi sajian nikmat khas wilayah eks jajahan Inggris tersebut. Yuk, simak ulasannya.

Resep Warisan Nenek 

Claypot Popo (c) Gema Ziqri Gemilang/Travelingyuk

Buat Teman Traveler yang belum tahu, nasi claypot merupakan hidangan ala Hong Kong yang biasa dijual di pinggir jalan saat musim dingin. Biasanya dihidangkan dengan kuah kental, lengkap dengan topping daging dan sayuran. Selain nikmat, makanan ini juga berfungsi menghangatkan tubuh.

Nah, yang bikin Claypot Popo unik adalah pembuatannya didasarkan pada resep warisan nenek sang pemilik. Beda dengan claypot Hong Kong, di sini topping yang ditawarkan lebih kaya. Konsepnya sendiri lebih sederhana, namun tetap terasa otentik.

Cocok untuk Hangatkan Badan

Nasi claypot siram telur mentah (c) Gema Ziqri Gemilang/Travelingyuk

Saat mampir ke sini, saya memutuskan pesan menu nasi claypot siram telur mentah. Begitu pesanan datang, terlihat wadahnya berisi nasi dengan siraman kuah kental. Sementara untuk topping-nya, nampak beberapa sayuran seperti wortel dan jagung. Tak ketinggalan tentu saja telur mentahnya.

Sedikit tips, sebelum makan sebaiknya Teman Traveler mengaduk semua komponen tersebut hingga menyatu. Ini penting agar cita rasanya benar-benar keluar. Oh ya, tenang saja, telurnya nggak bakal terasa amis kok. Justru bikin sensasi rasanya makin gurih. Sangat lezat dan cocok untuk hangatkan badan meski cuaca Jakarta lebih sering panas. 

Acara bersantap di sini bakal makin asyik jika Teman Traveler tambahkan beberapa sayuran hijau seperti fumak, kailan, atau siongmak. Tak hanya menyegarkan, namun juga menyehatkan. 

Sempit Tapi Asyik

Sempit tapi seru (c) Gema Ziqri Gemilang/Travelingyuk

Sensasi makan di Claypot Popo Sabang terasa makin asyik karena interiornya mengusung atmosfer oriental. Teman Traveler bisa pilih mau duduk di lantai satu atau dua. Di lantai pertama hanya ada tiga meja, sementara di tingkat berikutnya lebih banyak. 

Begitu sampai sini, Teman Traveler mungkin akan menyadari bahwa rumah makan ini sangat sempit. Jika sedang ramai, kalian harus menunggu pengunjung keluar dulu sebelum bisa memesan dan makan. Begitu pula jika ingin naik ke lantai atas. Sedikit repot memang, tapi nggak sampai merusak nafsu makan kok

Nggak Bikin Kantong Jebol

Pilihan claypot dan sayur (c) Gema Ziqri Gemilang/Travelingyuk

Ini nih yang paling penting. Claypot Popo Sabang nggak mematok harga mencekik untuk tiap menunya. Menu termurah dibanderol Rp25.000, sementara yang termahal dipatok di angka Rp48.00 saja. Buat Teman Traveler yang ingin nambah sayuran, sepiringnya bisa ditebus dengan bermodal sekitar Rp20.000. 

Tertarik bersantap sore di sini? Teman Traveler bisa langsung meluncur ke Jalan Haji Agus Salim no. 23B, RT2/RW1, Kb. Sirih, Kec. Menteng. Mereka biasanya buka mulai pukul 11.00 hingga 23.00. Jangan lupa mampir jika sedang menjelajah wisata Jakarta ya.

Advertisement
Tags
Jakarta kontributor kuliner jakarta Travelingyuk
Share