Sunset di Candi Ijo, Pesona Indah di Balik Jejak Sejarah

Gallant Tsany A

Gallant Tsany A

On Indonesia
Menikmati sunset di Candi Ijo Menikmati sunset di Candi Ijo

Pada sore hari, matahari perlahan tenggelam di balik cakrawala dan langit menjadi gelap. Momen ini jadi salah satu yang paling dinanti wisatawan, tak terkecuali Teman Traveler bukan? Jogja senantiasa menghadirkan sederet lokasi apik untuk menikmati indahnya langit jingga di kala senja. Salah satu lokasi yang cukup populer di kalangan traveler adalah Candi Ijo, kompleks percandian cantik di atas perbukitan Jogja.

Candi Ijo (c) Gallant Tsany A/Travaelingyuk

Lokasinya tak jauh dari Tebing Breksi dan Keraton Ratu Boko. Tiap hari selalu saja ada pengunjung menikmati pemandangan mentari senja di sekitar sini.

Sejarah Candi Ijo

Salah satu Candi Perwara (c) Gallant Tsany A/Travelingyuk

Ada sebuah kesepakatan di dunia arkeologi terkait penamaan sebuah candi. Apabila nama asli candi tidak diketahui, namanya akan diberikan sesuai wilayah tempat struktur tersebut berdiri. Misalnya saja Candi Prambanan, Candi Borobudur, dan Candi Plaosan.

Wisata Jogja satu ini sedikit berbeda karena namanya tidak diambil dari nama kota atau wilayah tertentu. Ijo dalam Bahasa Jawa berarti hijau, sesuai dengan warna perbukitan tempat bangunan kuno ini berdiri. Cukup unik bukan, Teman Traveler?

Menikmati Sunset Candi Ijo bersama Kawan / doc.pribadi

Alasan pemilihan lokasi untuk pendirian candi juga tidak sembarangan. Menurut penelitian, Candi Ijo dibangun di sebuah bukit berwarna hijau
sebagai tanda rasa syukur atas anugrah tanah subur. Hal tersebut memang bukan sekedar isapan jempol, karena di sekitar kawasan Sambirejo terdapat banyak sawah yang jadi tumpuan penghidupan dan pencaharian masyarakat sekitar.

Candi Ijo sendiri disinyalir sudah berdiri pada Abad ke-8 atau 9 Masehi. Hingga kini sebagian besar bangunannya masih berdiri kokoh, seolah tak lekang oleh waktu.

Masih Menyimpan Misteri

Pengunjung duduk di sekitar candi (c) Gallant Tsany/Travelingyuk

Meski demikian, hingga kini candi satu ini masih menyimpan misteri bagi para arkeolog. Para peneliti menyakini bahwa kompleks bangunan bersejarah ini jauh lebih luas dari yang bisa disaksikan sekarang. Dugaan tersebut tidak sembarangan, karena tidak jauh dari situs bersejarah ini ditemukan beberapa jejak peninggalan lain.

Di sebuah lahan di tengah hutan dekat Candi Ijo ditemukan sebuah
petilasan berupa sumur batu. Peneliti lantas mengambil kesimpulan bahwa petilasan tersebut dulunya merupakan salah satu sumber air bagi warga sekitar. Lokasinya sendiri tidak bisa dijangkau dengan mudah.

Suasana ramai di Candi Ijo (c) Gallant Tsany A/Travelingyuk

Sementara itu, di perkampungan dekat candi juga terdapat sebuah petilasan yang bahkan masih digunakan sebagai tempat ibadah hingga kini. Jika Teman Traveler berkunjung ke sana, kalian akan melihat beberapa sesaji. Namun hingga kini belum ada informasi jelas mengenai fungsi spesifik petilasan ini .

Dua jejak sejarah tersebut juga sekaligus mendukung dugaan bahwa kompleks percandian di sekitar sini masih bisa lebih digali lagi. Ada sederet peninggalan yang masih belum ditemukan dan menunggu sentuhan dingin para ahli.

Keindahan Sunset di Ketinggian

Menjelang Senja di Candi Ijo / doc.pribadi

Terlepas dari sejarahnya, wisatawan kini lebih mengenal Candi Ijo karena pemandangannya yang menawan. Apalagi lokasinya yang tidak sulit dijangkau hingga kerap ramai pengunjung, terutama sore menjelang matahari terbenam.

Untuk masuk sini Teman traveller cukup membayar tiket Rp5.000. Kompleks bangunan bersejarah ini terdiri dari candi utama dan beberapa candi pendamping. Kalian bakal lebih menikmati panorama yang ada jika datang bersama sosok terkasih atau sahabt dekat.

Itulah sederet ulasan singkat mengenai sejarah dan panorama indah di Candi Ijo. Jika Teman Traveler sedang mencari nuansa sunset yang berbeda di Jogjakarta, tempat ini bisa kalian jadikan pilihan.