Cafe Puncak Maros, Berasa Nongkrong di Zaman Purba

Tak cuma asyik untuk dijelajahi, kawasan Rammang-rammang di Desa Salenrang, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, ternyata juga oke untuk nongkrong Teman Traveler. Kalian bisa coba sensasinya di Cafe Puncak Maros.

Daerah Rammang-rammang sendiri memang didominasi pegunungan karst yang kabarnya sudah ada sejak ratusan tahun lalu. Jadi ketika habiskan waktu di Cafe Puncak Maros, Teman Traveler akan rasakan nuansa zaman purba yang unik. Penasaran, yuk simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Pesona Menarik Rammang-Rammang

img_1985_eC1.JPG
Salah satu sudut cantik di Rammang-rammang (c) Wawa Yasaruna/Travelingyuk

Sebelum membahas soal kafenya, Teman Traveler perlu tahu beberapa fakta unik mengenai Rammang-rammang. Tak hanya indah, kawasan ini ternyata juga merupakan pegunungan karst terbesar ketiga di dunia lho. Hanya kalah dari Madagaskar dan Tiongkok. Bikin bangga ya?

img_1939_APl.JPG
Swafoto dengan latar pegunungan karst (c) Wawa Yasaruna/Travelingyuk
img_1909_CiC.JPG
Salah satu sudut pegunungan karst (c) Wawa Yasaruna/Travelingyuk

Perjalanan dari Makassar menuju Maros sendiri bakal memakan waktu satu setengah jam, menempuh jarak sekitar 40 kilometer. Begitu sampai, ada banyak hal menarik yang bisa Teman Traveler lakukan. Mulai dari berburu sunset, menyusuri goa, mengunjungi Desa Berau, hingga berfoto dengan latar belakang pegunungan karst.

Mampir ke Kafe

img_1930_FF0.JPG
Tampilan luar kafe (c) Wawa Yasaruna/Travelingyuk

Buat Teman Traveler yang tidak punya banyak waktu untuk menjelajah Rammang-Rammang seperti saya, sebaiknya stay saja di Cafe Puncak Maros. Pemandangan yang disajikan cukup lumayan. Kalian juga tak perlu berpanas-panas ria di luaran sana.

Soal menu, saya memang tidak bisa merekomendasikan secara spesifik. Menurut saya semuanya cukup standar, tak terlalu istimewa maupun unik. Salah satu daya tarik utama kafe ini memang ada di bentuknya yang cukup menarik, serta panorama yang disajikan.

img_1911_KPK.JPG
Menempati salah satu puncak bukit (c) Wawa Yasaruna/Travelingyuk

Kafe ini berada di atas salah satu bukit kapur, sehingga untuk menuju sini Teman Traveler harus menapaki beberapa anak tangga. Cukup ngos-ngosan, tapi begitu melihat pemandangannya mata seolah enggan berkedip! Kalian bakal langsung berhadapan dengan megahnya gugusan gunung purba. Tak ada penghalang satu pun.

Tak mengherankan jika kafe ini lantas kerap diserbu banyak pelanggan. Meski mencapainya cukup sulit, mereka semua rela menguras tenaga demi menikmati indahnya pemandangan sekitar.

Cocok untuk Relaksasi

img_1925_KO6.JPG
Duduk santai sambil nikmati pemandangan (c) Wawa Yasaruna/Travelingyuk

Tak sedikit wisatawan yang memilih Cafe Puncak Maros sebagai tempat istirahat usai lelah menjelajah Rammang-Rammang. Menurut saya pribadi, pemandangan dan lokasinya memang cocok untuk menghilangkan penat akan padatnya suasana perkotaan. Ditambah lagi semilir angin di sini benar-benar membikin pikiran menjadi rileks.

img_1920_YgP.JPG
Aneka sajian es yang tersedia (c) Wawa Yasaruna/Travelingyuk

Bicara soal menu, menurut saya tidak ada yang terlalu khas. Semua sajiannya hampir mirip dengan warung pada umumnya. Ada nasi goreng, mie instan, serta aneka minuman. Bicara tentang harga, semua banderolnya cukup terjangkau. Berkisar antara Rp5.000 hingga Rp15.000 saja.

img_1923_cOO.JPG
Cocok untuk relaksasi (c) Wawa Yasaruna/Travelingyuk

Bersantai di Cafe Puncak Maros memang berikan nuansa berbeda Teman Traveler. Sembari duduk, kalian bakal seolah dibawa ke masa lalu dengan pemandangan bernuansa zaman pra-sejarah. Saya pun dibuat kagum, hingga tangan tanpa sadar terus mengabadikan semuanya lewat jepretan kamera.

Itulah sedikit pengalaman saya mampir ke Cafe Puncak Maros. Buat Teman Traveler yang sedang liburan di Makassar dan berencana mampir ke Rammang-rammang, jangan lupa sempatkan menyambangi kafe unik ini ya.

Tags
kontributor kuliner maros Maros Travelingyuk
Share