Bangga, 4 Budaya Nusantara Ini Jadi Kurikulum Internasional

Indonesia yang populer dengan kekayaan budayanya, membuat hampir seluruh negara di dunia merasa terpukau. Hal ini membuat beberapa negara ingin mempelajari budaya nusantara. Terbukti dengan banyaknya budaya Indonesia yang sudah masuk kurikulum sekolah luar negeri. Ingin tahu apa budaya dan di mana saja sekolah yang dimaksud? Simak ulasan di bawah ini. 

1. Angklung 

budaya kurikulum luar negeri
Belajar angklung di Havering Music School via twitter/haveringmusic

Budaya yang sudah dimasukkan ke dalam kurikulum sekolah luar negeri adalah Angklung. Alat musik tradisional ini diketahui sudah ada di dalam mata pelajaran dua sekolah yang bertempat di London. Adalah Havering Music School di London Timur dan Whitefield School di London Utara. 

Seperangkat angklung ini merupakan hadiah untuk London dari Prof. E. Aminudin Aziz sebagai Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI London. Kemudian  diserahkan ke Havering Music School beberapa waktu silam. Setelah penyerahan, sekolah ini setuju angklung menjadi bagian kurikulum mata pelajaran musik. 

2. Bahasa Indonesia 

budaya kurikulum luar negeri
Ilustrasi belajar Bahasa Indonesia via twitter/detikcom

Bahasa Indonesia yang ditutur lebih dari 200 juta orang ini, kini semakin diminati bangsa asing di dunia. Buktinya saat ini Bahasa Indonesia telah diajarkan di 45 negara. Selain itu saat ini tercatat ada sekitar 250 lembaga di luar negeri yang mengajarkan bahasa resmi bangsa Indonesia ini.  

Seperti Australia yang sampai sekarang tercatat ada 17 Universitas membuka program studi Bahasa Indonesia. Di antaranya adalah The Australian National University, The University of Sydney dan juga The University of Adelaide. 

3. Gamelan 

Mahasiswa Jepang belajar gamelan via twitter/cowstyleID

Selain angklung, gamelan juga turut masuk ke kurikulum pendidikan luar negeri. Di Jepang, gamelan menjadi kurikulum di Tokyo University Fine Art and Music, Kuntachi College of Music, dan Dharma Budaya Osaka University. Nah, yang lebih menakjubkan lagi, gamelan di Jepang menjadi musik kelas atas karena iramanya yang membuat rileks dan lembut di telinga. 

4. Permainan Tradisional 

Siswa sedang bermain congklak via twitter/simpul_id

Terakhir, ada permainan tradisional yang juga diikutkan dalam kurikulum pendidikan luar negeri. Salah satunya SD Marlborough Angie O’Hare yang berada di Melbourne, Australia. Ada banyak permainan yang diperkenalkan kepada siswa, namun yang menjadi favorit adalah congklak. Bahkan, permainan asal Pulau Jawa ini kerap dimainkan murid-murid ketika ada waktu luang. 

Bangga! Itulah kata yang bisa diucapkan ketika budaya Indonesia masuk ke kurikulum pendidikan luar negeri. Ini menjadi bukti apabila Indonesia begitu dicintai oleh negara luar. Kalau negara luar saja mau belajar dan mengembangkan budaya Indonesia, mengapa kita tidak? 

Tags
Budaya Budaya Masuk Kurikulum Luar Negeri
Share