Bubur Kok Digoreng? Coba Dulu, Uniknya Bubur Goreng Bang Juna

Rero Rivaldi

Rero Rivaldi

On Indonesia

Bubur adalah salah satu hidangan sarapan favorit rakyat Indonesia. Biasanya disajikan hangat, lengkap dengan topping emping, ayam, telur, dan lainnya. Namun bagaimana jadinya jika bubur dimasak dengan cara digoreng? Hal tersebut bisa Teman Traveler temui di Bubur Goreng Bang Juna.

Lain dari penjaja bubur biasanya, Bubur Goreng Bang Juna coba manjakan pelanggan dengan varian unik. Alih-alih hadir bersama kuah hangat, bubur justru digoreng seperti nasi goreng. Penasaran? Yuk simak penjelasan berikut ini.

Bubur kok Digoreng?

Sepiring bubur goreng
Sepiring bubur goreng via Instagram.com/dolly_regar

Sebagian besar Teman Traveler mungkin langsung mengernyitkan alis begitu membaca istilah bubur goreng. Pasalnya, hidangan satu ini biasanya memang hadir dengan kuah hangat dan dimasak lewat proses tim. Namun justru itu yang membuat Bubur Goreng Bang Juna terasa unik.

Berlokasi kawasan Jagakarsa, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, proses pembuatan Bubur Goreng Bang Juna sejatinya tidak terlalu rumit. Bumbu ditumis bersama bawang bombay dalam wajan. Setelah wangi, bubur dimasukkan berbarengan dengan irisan sawi, dan suwiran daging ayam.

Bumbu Lebih Meresap

Nikmat dengan taburan krupuk
Nikmat dengan taburan krupuk via Instagram.com/dapurmamahmuda

Penggemar citarasa tajam bakal langsung ketagihan usai menjajal Bubur Goreng Bang Juna. Proses memasak dengan menggoreng membuat bumbu kari dan rempah tambahan jauh lebih meresap ke dalam bubur. Bagi pelanggan yang hobi makan pedas, bisa request untuk ditambahkan sambal.

Selain rasanya yang luar biasa, aroma semerbak bubur goreng juga patut diapresiasi. Sangat menggungah selera dan tak pernah gagal membuat perut keroncongan. Apalagi jika disantap selagi hangat, tentunya dengan tambahan telur orak-arik dan tumisan bawang bombay.

Murah Meriah

Lokasi bubur goreng Bang Juna
Lokasi bubur goreng Bang Juna via Instagram.com/angga_kjaya

Tertarik menjajal hidangan unik ini? Teman Traveler bisa langsung meluncur ke Jl Jeruk, Jagakarsa, Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Penjualnya mematok harga cukup murah kok, jadi kalian tak perlu takut bakal kanker alias kantong kering. Seporsi bubur goreng bisa ditebus dengan Rp15.000 saja, sementara bubur biasanya dijual seharga Rp10.000.

Pengunjung bisa meminta tambahan sambal
Pengunjung bisa meminta tambahan sambal via Instagram.com/angga_kjaya

Bubur Goreng Bang Juna buka dua kali sehari. Mulai jam 07.00 hingga 11.00 dan pukul 18.00 hingga 23.00. Jika ingin santai, Teman Traveler sebaiknya menghindari datang sekitar jam 08.00 dan 19.00. Sebab waktu-waktu tersebut biasanya paling dipadati pelanggan.

Itulah penjelasan singkat mengenai sensasi unik dan lezat Bubur Goreng Bang Juna. Bagi Teman Traveler yang berada di Jakarta, rasanya layak menjadikan kuliner ini sebagai salah satu alternatif sarapan. Tak perlu kecil hati, kalian yang berada di luar ibu kota juga boleh datang kok!