Bubur Ayam Bunut, Kuliner Khas Sukabumi yang Legendaris

Renada Vischa

Renada Vischa

On Indonesia
Bubur Ayam Bunut khas Sukabumi. Bubur Ayam Bunut khas Sukabumi.

Bubur memang kerap dijadikan sebagai menu pilihan sarapan kebanyakan orang. Bubur dipilih karena tekstrunya yang lembut sehingga mudah untuk dikunyah dan ditelan. Selain itu, porsi bubur juga biasanya tidak terlalu banyak, sehingga pas dijadikan menu sarapan. Jika berkunjung ke Sukabumi, Teman Traveler akan menemukan warung Bubur Ayam Bunut yang melegenda. Berikut rangkuman dari Travelingyuk mengenai bubur Sukabumi ini.

Warung yang Melegenda di Sukabumi

Bubur ayam Bunut pusat
Bubur ayam Bunut pusat via Instagram/ahmadhusnulwafa_afi

Bubur Ayam Bunut yang bertempat di Jl. Siliwangi, No. 93, Sukabumi ini telah berdiri sejak tahun 1981 dan pemiliknya masih merupakan generasi pertama. Warung ini pun tidak hanya populer dikalangan masyarakat Sukabumi, melainkan pelanggannya juga banyak datang dari luar kota, khususnya Ibu Kota Jakarta. Tersaji dengan cita rasa khas Sukabumi, Bubur Ayam Bunut telah buka di beberapa lokasi dengan menawarkan harga yang sangat terjangkau.

Hal Kecil yang Membedakan Bubur Ayam Bunut

Perbedaan bubur Sukabumi dengan bubur biasa
Perbedaan bubur Sukabumi dengan bubur biasa via Instagram/andytjokro

Bubur ayam ini memang tidak jauh berbeda jika dibandingkan dengan yang lain. Perbedaannya hanya terletak pada topping. Bubur ayam Sukabumi biasanya disajikan dengan suwiran daging ayam, kacang kedelai, bawnag goreng, cakwe, dan tambahan kecap secukupnya. Selain dari topping, kaldu bubur biasanya dicamupur dengan bawang, namun bubur Sukabumi hanya menggunakan bawang sebagai toppingnya. Dengan adanya sedikit perbedaan dibanding bubur yang lain, tentunya tetap memiliki rasa yang tak kalah nikmat.

Kroket Sebagai Hidangan Pendamping

Kroket dan tulagn ayam sebagai pendamping
Kroket dan tulang ayam sebagai pendamping via Instagram/lesywibowo

Di Bubur Ayam Bunut juga tersedia kroket atau risol yang berisikan bihun. Bagi yang belum terbiasa, mungkin rasanya agak sedikit aneh jika dimakan bersamaan dengan kroket. Namun, camilan ini menjadi pilihan favorit para pelanggan. Kroket bihun terasa renyah dan pas ketika disantap dengan bubur yang hangat.

Selain kroket, pengunjung juga disajikan dengan tulang ayam dan pepes ayam. Dengan menyantap daging yang tersisa di tulang ayam, akan menambah keunikan dan sensasi tersendiri.

Harga yang Ramah di Kantong

Harga yang tidak menguras kantong
Harga yang tidak menguras kantong via Instagram/suchit.zaw

Menyantap bubur juga akan terasa lebih nikmat jika dihidangkan dengan bandrek (bajigur panas), dan teh tawar hangat di udara yang sejuk. Buka setiap hari mulai jam 07.00 hingga 21.00 WIB, sajian ini sangat ramah bagi kantong. Teman Traveler hanya perlu mengeluarkan biaya sebesar Rp15.000 hingga Rp17.000 per porsinya. Pelanggan dari luar kota pun menyempatkan untuk datang ke warung ini jika berkunjung ke Sukabumi karena cita rasanya yang khas.

Itulah informasi singkat mengenai Bubur Ayam Bunut yang ada di Sukabumi. Selain sarapan, Teman Traveler juga bisa mengkonsumsinya sebagai hidangan makan siang ataupun malam. Bagaimana, apakah ini termasuk menu favoritmu?