Batagor Barokah Sidni, Gurih Sempurna Manjakan Lidah

Batagor bisa jadi merupakan kuliner Bandung, namun kini keberadaannya hampir bisa ditemukan tiap kota. Makanan ini biasa ditawarkan di gerobak keliling, namun ada juga yang menetap di bangunan permanen. Salah satunya di Batagor Barokah Sidni di Cilacap.

img_20190916_113539_ckT.jpg
Jendela tempat pemesanan (c) Intan Deviana/Travelingyuk

Buat Teman Traveler sedang berwisata ke Cilacap, jangan lewatkan kesempatan mencicipi nikmatnya Batagor Barokah Sidni. Telah lama eksis, kedai ini sajikan olahan batagor yang nikmatnya sudah cukup tersohor. Penasaran seperti apa? Yuk, simak ulasan lengkapnya.

Berjualan Sejak 2000-an

img_20190916_114819_fV6.jpg
Suasana di dalam kedai (c) Intan Deviana/Travelingyuk

Penasaran seperti apa populernya Batagor Barokah, saya pun langsung bertanya pada salah seorang pramusaji di sini. Kala itu ia menjawab bahwa kedai ini sudah cukup lama berdiri, namun tahun tepatnya tidak bisa dipastikan. Sang pelayan hanya memperkirakan tempat ini telah eksis sejak 2000-an.

img_20190916_120108_ABh.jpg
Kedai tampak depan (c) Intan Deviana/Travelingyuk

Kabarnya sejak pertama berjualan lokasi kedai Batagor Barokah tidak pernah berpindah. Mereka menempati sebuah rumah di kawasan Perumahan Sidanegara Indah Blok 12 No.415, Jalan Jaya Wijaya, Cilacap Tengah. Itulah mengapa kedai ini lebih sering dikenal dengan sebutan Sidni, akronim dari Sidanegara Indah.

Batagor dan Siomay

img_20190916_114752_b2a.jpg
Pilihan menu di kedai barokah (c) Intan Deviana/Travelingyuk

Kedai yang cukup mudah dicapai ini memajang banner menu di samping jendela pemesanan. Selain batagor, mereka rupanya juga sediakan menu siomay. Pilihan penyajiannya pun ada dua, kering dan kuah. Setelah bertanya mana lebih favorit, saya akhirnya memesan batagor dan siomay kering plus sambal kacang.

Penyajian Batagor dan Siomay

img_3949_w40.JPG
Seporsi batagor dan siomay (c) Intan Deviana/Travelingyuk

Batagor dan siomay kering dihidangkan dalam piring kecil. Ada sambal kacang, namun alih-alih disiramkan langsung, justru disajikan di sampingnya. Dengan begini saya jadi bisa tahu seperti apa tekstur batagor dan siomay sebelum diberi sambal.

img_3950_d6j.JPG
Potongan siomay (c) Intan Deviana/Travelingyuk

Keduanya dipotong dengan ukuran pas. Sepotong batagor di sini lebih didominasi tahu ketimbang bakso. Buat Teman Traveler yang ingin makan porsi besar, perlu pesan dua porsi saat mampir ke sini. Jika khawatir kekenyangan, bisa minta dibuatkan porsi satu setengah.

Serba Gurih

img_3952_AF9.JPG
Sepotong batagor (c) Intan Deviana/Travelingyuk

Ekspektasi saya sebelum mencoba, rasanya mungkin hampir sama dengan batagor atau siomay pada umumnya. Ternyata tebakan saya salah. Begitu menjajal potongan batagor yang dicocol sambal kacang, langsung kentara sekali gurihnya. Ada keunikan yang membedakan dengan kuliner sejenis.

img_3953_OMo.JPG
Tekstur sambal kacang lembut (c) Intan Deviana/Travelingyuk

Sambal kacang di sini terasa spesial banget karena cita rasanya memadukan unsur gurih, manis, dan sedikit pedas. Dilahap bersama batagor dan siomay gurih, terasa makin sempurna. Agar ada sensasi renyahnya, Teman Traveler bisa tambahkan kerupuk putih yang tersedia di setiap meja.

Lebih Sering Take Away

img_20190916_113037_6YD.jpg
Salah satu pelanggan (c) Intan Deviana/Travelingyuk

Meski menempati bangunan permanen, pelanggan Batagor Barokah lebih sering membeli dengan sistem take away atau dibungkus untuk disantap di rumah. Terlihat dari beberapa pembeli yang datang saat saya sedang berada di kedai. Teman Traveler sendiri bagaimana, lebih pilih makan di tempat atau take away nih kalau mampir ke sini?

img_3954_l3k.JPG
Menggoda selera (c) Intan Deviana/Travelingyuk

Nah, itulah pengalaman saya mencicipi lezatnya Batagor Barokah Sidni. Kedai ini buka setiap hari, antara pukul 11.00 sampai 18.00. Cukup rogoh kocek Rp15.000, Teman Traveler Rp15.000 sudah bisa menikmati seporsi batagor atau siomay nikmat di sini. Bagaimana, kapan kalian berencana jalan-jalan dan menjelajah kuliner serta wisata Cilacap?

Tags
batagor barokah Cilacap kontributor kuliner cilacap Travelingyuk
Share