Bakso Akrom Malang, Nikmatnya Melegenda Sejak 1976

Siapa tak kenal Bakso Akrom Malang? Bakso sehat milik Haji Akrom ini cita rasanya sudah terkenal sejak 1976. Lokasinya berada di daerah Kauman yang dipadati warga keturunan Arab. Karena inilah, banyak juga yang menyebutnya sebagai Bakso Arab.

Rasa yang ditawarkan Bakso Akrom benar-benar berbeda dibanding pada umumnya. Penasaran dengan sajian yang sudah berstatus legendaris ini? Yuk, simak ulasannya bersama.

Kuah Berbumbu Rempah Lengkap

Bakso Akrom Kauman Malang (c) Erny Kusumawaty/Travelingyuk

Saat usaha ini berdiri 43 tahun silam, belum ada mesin penggiling daging di Malang. Haji Akrom membuat bakso dengan menumbuk daging secara manual, menggunakan alu dan lumpang. Harga daging sapi saat itu sekitar Rp1.250 rupiah per kilo saja.

Rempah untuk bumbu bakso dan kuah (c) Erny Kusumawaty/Travelingyuk

Lantaran kebanyakan pelanggannya adalah keturunan Arab, Haji Akrom lantas menyesuaikan cita rasa dagangannya. Kuah baksonya dibumbui rempah lengkap, mulai dari kapulaga, cengkeh, jintan, pala, daun serai, daun jeruk, laos, dan masih banyak lagi.

Hal ini lantas menjadi ciri khas Bakso Akrom Malang. Tak ketinggalan menjadi salah satu faktor yang membuatnya bertahan hingga puluhan tahun.

Pilihan Isian Beragam

Kuah bakso dengan sentuhan rempah (c) Erny Kusumawaty/Travelingyuk

Pilihan isian di Bakso Akrom bermacam-macam. Teman Traveler bisa memilih bakso halus, bakso kasar, tahu, bakso goreng, hingga mie soun. Setiap porsi selalu disajikan bersama irisan daun bawang, daun seledri. Tambah nikmat jika dicampur saus, lombok, atau kecap.

Bagi Teman Traveler yang ingin merasakan kuah khas dengan selera ala warga keturunan Arab, sebaiknya jangan menambahkan saus atau kecap. Taste aslinya bisa lebih terasa. Aroma rempah yang dominan bakal langsung membuai indra penciuman.

Kuliner Murah Meriah

Bakso kasar dan bakso goreng (c) Erny Kusumawaty/Travelingyuk

Semangkok bakso campur lengkap di warung Haji Akrom hanya dihargai Rp14.000 saja. Satu biji bakso kasar maupun halus dibanderol Rp3.000, sementara mie dan tahu bisa ditebus dengan Rp1.000 saja. Harga yang sangat terjangkau bukan?

Es Dawet Beras Jadul (c) Erny Kusumawaty/Travelingyuk

Menu minuman yang ditawarkan di sini juga beragam. Namun yang terkenal sejak dulu adalah Es Dawet Beras Jadul seharga Rp5.000. Selain itu ada juga es sirup dan jeruk yang masing-masing dibandrol Rp4.000. Menurut Haji Akrom, para pelanggannya banyak yang menjadikan es dawet sebagai minuman favorit.

Langganan Pejabat dan Artis

Bakso yang baru matang (c) Erny Kusumawaty/Travelingyuk

Dalam sehari, Haji Akrom mengaku bisa menghabiskan daging hingga lima kilogram. Tak hanya itu, unsur pelengkap seperti saus tomat juga dibuat sendiri olehnya. Baginya, kualitas rasa, bahan baku pilihan, sehat, dan minim MSG menjadi syarat utama untuk menjaga usahanya agar tetap langgeng.

Belakangan, pelanggan Bakso Akrom Malang tak hanya berasal dari warga sekitar Malang, namun juga penggemar kuliner luar kota. Para pejabat dan beberapa artis juga pernah mencicipi lezatnya bakso ini. Sebut saja, komedian Komeng, Adul, dan masih banyak lagi.

Nah, jika Teman Traveler sedang jalan-jalan di Malang, jangan lupa mampir ke Bakso Akrom. Lokasinya berada di kawasan Kauman atau sebelah barat alun-alun. Bakal nyesel jika sampai melewatkan kesempatan menikmati kuah dan baksonya yang enak. Buktikan sendiri ya.

Tags
Indonesia Jawa Timur kontributor kuliner malang Malang Travelingyuk
Share