Artivator: Kombinasi Unik Resto, Galeri Seni, dan Coworking Space di Depok

Menyantap aneka hidangan di suatu restoran barangkali sudah menjadi hal biasa bagi sebagian orang. Namun, menikmati ragam kuliner enak sembari melihat berbagai karya seni dan koleksi benda-benda antik akan menjadi pengalaman yang menarik. Teman Traveler bisa menemukannya di Artivator, sebuah restoran berkonsep unik di Depok. Penasaran? Simak ulasan lengkap berikut ini ya!

Kombinasi Menawan antara Restoran dan Galeri Seni

06_art_Otz.jpg
Lukisan-lukisan ditata secara apik (c) Adhi Kurniawan / Travelingyuk

Artivator menempati sebuah rumah besar bergaya kolonial Belanda di Jalan Pemuda Nomor 86, Depok. Kawasan ini memang dikenal sebagai wilayah Kota Tua-nya Depok. Rumah yang dibangun pada tahun 1919
itu kini disulap menjadi restoran sekaligus galeri seni. Sebelumnya, bangunan ini adalah bekas kantor Departemen Perhubungan.

01_art_uy6.jpg
Salah satu sudut Artivator yang Instagramable (c) Adhi Kurniawan / Travelingyuk

Di depan rumah, terdapat batu alam berukuran besar. Menurut Masyuri Kurniawan, sang pemilik Artivator, batu yang difungsikan seperti gapura itu didatangkan secara utuh dari gunung. Ada pula patung gorila raksasa yang terbuat dari kolase potongan-potongan kayu.

03_art_Qpo.jpg
Lukisan-lukisan dipajang di galeri Artivator (c) Adhi Kurniawan / Travelingyuk

Interior Artivator menampilkan kesan unfinished. Beberapa bagian dindingnya memperlihatkan susunan batu bata yang tidak dilapisi semen dan cat. Hal ini membuat interior tampak semakin artsy.

Menikmati Karya Seni dan Koleksi Benda-Benda Unik

02_art_2ps.jpg
Sepeda motor antik, salah satu koleksi kebanggaan Artivator (c) Adhi Kurniawan / Travelingyuk

Di Artivator, Teman Traveler bisa melihat beragam koleksi karya seni. Ada banyak lukisan berukuran besar digantung di dinding galeri. Foto-foto bernuansa vintage tampak menghiasi sudut-sudut ruangan. Beberapa instalasi seni kontemporer juga dipajang secara artistik.

07_art_UjS.jpg
Sebagian koleksi Artivator yang dipajang di resto (c) Adhi Kurniawan / Travelingyuk

Banyak spot yang instagramable untuk berfoto bagi Teman Traveler. Penataan cahaya yang ciamik di Artivator membuat tempat ini tampak semakin menarik. Foto-foto yang dihasilkan Teman Traveler pun akan menjadi lebih cantik.

Artivator juga memiliki koleksi benda-benda bersejarah. Salah satu jendela yang terpasang di sana diperoleh dari bongkaran bekas Gedung Arsip Nasional. Jendela bergaya kolonial itu menimbulkan kesan vintage. Ada pula perabotan antik seperti mesin tik tua, televisi model jadul, dan panci untuk menanan nasi model lawas yang didaur ulang menjadi pot bunga.

04_art_HUq.jpg
Salah satu meeting room di Artivator (c) Adhi Kurniawan / Travelingyuk

Berkolaborasi di Coworking Space dan Multifunction Room

12_art_Sb6.jpg
Pengunjung sedang menikmati santap siang di Artivator (c) Adhi Kurniawan / Travelingyuk

Selain sebagai tempat makan dan galeri seni, Artivator juga menawarkan fasilitas coworking space dan meeting room. Tempat ini memang disiapkan untuk menjadi ruang kreatif bagi para pelanggannya, terutama para kaum milenial. Jika Teman Traveler ingin menggunakan meeting room-nya, tarif
per jamnya adalah Rp250.000. Ruangan tersebut bisa menampung hingga 20 orang. Koneksi internet di Artivator cukup kencang dan stabil.

Artivator juga bisa disewa untuk menggelar private wedding yang memadukan penggunaan ruangan indoor dan outdoor. Kapasitas tamu bisa
mencapai 400 orang. Didukung tampilan resto yang artistik dan beragam koleksi seni yang terpajang di galeri, tentu akan membuat acara wedding menjadi semakin berkesan.

Menikmati Sedapnya Ragam Kuliner Nusantara

10_art_s34.jpg
Nasi Bebek Uluwatu tampak begitu menggoda (c) Adhi Kurniawan / Travelingyuk

Begitu melihat daftar makanan di buku menu, Teman Traveler akan dihadapkan pada banyak pilihan yang begitu menggoda. Menu andalan Artivator adalah makanan khas Nusantara seperti Nasi Kecombrang, Nasi Daun Jeruk, Nasi Goreng Cakalang, Nasi Bebek Uluwatu, hingga Nasi Ayam Gepuk.

08_art_fIn.jpg
Nasi Goreng Kampung khas resto (c) Adhi Kurniawan / Travelingyuk

Sebagai penggemar bebek goreng, saya memesan seporsi Nasi Bebek Uluwatu. Menu ini istimewa, karena bebek goreng hadir dalam potongan besar dan disajikan di atas nasi putih khas Bali. Untuk pelengkap, ada urap kacang panjang, sambal cabe hijau, dan tak ketinggalan sambal matah ala Bali.

Lalapan berupa potongan tomat, timun, dan selada membuat hidangan semakin nikmat. Daging bebek terasa renyah dan empuk di mulut, tidak alot saat dikunyah. Pedasnya sambal matah membuat saya makan lebih lahap. Menu lain yang menarik untuk dicoba adalah Nasi Goreng Kampung dan Ayam Gepuk.

09_art_pBl.jpg
Ayam Gepuk cocok bagi penggemar masakan bercitarasa pedas (c) Adhi Kurniawan / Travelingyuk

Jika Teman Traveler ingin memesan makanan western, Artivator menyediakan beragam menu. Ada Hawaiian Beef Burger, Grilled Sandwich, Spicy Dorry Fettuccini, dan Mac N Cheese. Ada pula Japanese food seperti Marange Yakitori. Untuk pilihan minuman, tersedia macam-macam jus buah segar dan milk shakes.

Bagi pecandu kopi, Artivator menyediakan beragam pilihan seperti americano, cappuccino, latte, hingga espresso. Yang menjadi andalan adalah Artivator Signature Coffee. Untuk menu makanan ringan, tersedia pilihan seperti pisang goreng keju, aneka roti bakar, fries in bowl, lumpia seafood, dan tahu gobyos.

11_art_I8U.jpg
Halaman Artivator tampak asri dan adem (c) Adhi Kurniawan / Travelingyuk

Makanan dibanderol dengan harga mulai dari Rp20.000 hingga Rp79.000. Untuk pilihan minuman, harga berkisar Rp7.000 sampai Rp29.000. Artivator buka setiap hari, mulai pukul 10.00 hingga 22.00. Bagaimana, Teman Traveler tertarik datang di pesona Depok yang satu ini?

Tags
artivator Budaya Depok Indonesia Jawa Barat kontributor kuliner Travelingyuk Wisata
Share