Alun-alun Kidul Solo, Bisa Lihat Kebo Bule Lho

Setiap kota pasti punya taman kota atau alun-alun sebagai ruang publik masyarakat. Konon, pada zaman kerajaan area ini juga berfungsi sebagai tempat prajurit berlatih perang atau melangsungkan sayembara sesuai sabda raja. Nah, Alun-alun Kidul Solo ternyata juga menyimpan keunikan tersendiri Teman Traveler.

Keberadaan Alun-Alun Kidul Solo merupakan bagian dari Keraton Kasunan Surakarta dan didirikan oleh Susuhan Pakubuwana II pada tahun 1744. Tak hanya menikmati suasana kota, di sini Teman Traveler juga bisa menyaksikan uniknya kebo bule lho. Penasaran? Yuk, simak ulasan lengkapnya.

Alun-alun Unik

alun-alun kidul solo
Alun-alun Kidul Solo (c) Anggraini/Travelingyuk

Sama seperti Jogja, Solo memiliki dua alun-alun, Kidul dan Lor. Namun hingga kini hanya Alun-alun Kidul saja yang dibuka untuk umum dan selalu ramai dikunjungi wisatawan.

Teman Traveler bisa temukan ruang publik ini di dekat Pasar Kliwon, tepatnya di Jalan Gading, Gajahan. Tak sekedar lapangan luas, kawasan ini punya keunikan tersendiri karena menjadi tempat penyimpanan dua pusaka keraton, yakni kereta jenazah dan kebo bule.

Gerbong Kereta

alun-alun kidul solo
Gerbong kereta kuno (c) Anggraini/Travelingyuk

Menurut cerita masyarakat setempat, Alun-alun Kidul juga berfungsi sebagai garasi untuk gerbong kereta keraton. Gerbong ini digunakan untuk mengantar jenazah Raja Solo ke kompleks pemakaman raja di Imogiri, Bantul.  

Total ada dua gerbong kereta pusaka yang disimpan di sekitar alun-alun. Kabarnya kereta ini pernah dipakai untuk mengangkut jenazah Pakubuwana X.

img_3713_WCO.JPG
Gerbong kereta pesiar yang digunakan hingga 90-an (c) Anggraini/Travelingyuk

Gerbong ini sejatinya merupakan bagian dari rangkaian kereta pesiar yang digunakan oleh Keraton Solo hingga tahun 90-an. Penggeraknya hanya bisa menggunakan lokomotif uap, namun sudah dilengkapi pendingin dari balok es. Keberadaan dua gerbong kereta ini telah lama jadi ikon Alun-alun Kidul Solo.

Kebo Bule

alun-alun kidul solo
Kebo Bule yang dikeramatkan (c) Anggraini/Travelingyuk

Selain gerbong kereta, keberadaan Kebo Bule juga jadi keunikan tersendiri di alun-alun ini. Masyarakat setempat percaya bahwa satwa ini merupakan keturunan Kiai Slamet, yang kala itu diberikan pada Pakubuwono II sebagai hadiah dari Kyai Haan Besari asal Ponorogo.

Hinga kini Kebo Bule masih dianggap keramat oleh warga sekitar. Setiap malam 1 Suro, kerbau-kerbau tersebut selalu berada di barisan terdepan rombongan Kirab Keraton.

Kebo bule juga kerap dianggap sebagai pembawa berkah. Setiap prosesi arak-arakan berlangsung, masyarakat berbondong-bondong keluar rumah demi mendapatkan kotoran kerbau tersebut. Mereka percaya hal ini bisa membawa berkah dan keberuntungan dalam hidup.

Wisata Keluarga

img_2625_C2Q.jpg
Wahana permainan anak di dekat alun-alun (c) Anggraini/Travelingyuk

Begitu malam menjelang, kawasan sekitar alun-alun bakal dipadati pedagang dan wahana permainan anak-anak, mulai dari komedi putar, odong-odong, kolam pemancingan anak, hingga mandi bola.

Teman Traveler juga bisa temukan penyewaan becak warna-warni dengan full audio, yang sangat diminati wisatawan. Kalian bisa menumpang kendaraan unik ini untuk mengelilingi alun-alun bersama keluarga maupun sosok terkasih. Sensasinya sangat seru lho.

alun-alun kidul solo
Anak-anak memberi makan kebo bule (c) Anggraini/Travelingyuk

Pagi dan sore hari, banyak orangtua biasanya membawa anak-anak mereka untuk memberi makan kebo bule. Jika ingin merasakan sensasi serupa, Teman Traveler bisa membeli seikat sayuran seharga Rp2.500 dari pedagang sekitar alun-alun.

Bagaimana, cukup seru kan Teman Traveler? Jika kalian sedang menjelajah wisata Solo atau sekitarnya, jangan lupa mampir ya.

Tags
Alun-alun Kidul Solo Indonesia Jawa Tengah kontributor Solo Travelingyuk Wisata Wisata Solo
Share