Kunjungi Air Terjun Putuk Truno, Temukan Cinta Sejatimu!

Jawa Timur menyimpan banyak pesona alam memukau. Mulai dari pantai, gunung, hingga air terjun. Beberapa destinasi tersebut memiliki kisah legenda di baliknya, menambah daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Salah satunya adalah Air Terjun Putuk Truno di kawasan Prigen. Tak sedikit yang menyebut destinasi ini sebagai Air Terjun Keabadian. Seperti apa lengkapnya? Yuk, simak ulasan berikut.

Berada di Kawasan Prigen

Air Terjun Putuk Truno (c) Tikka Dessy Harsanti/Travelingyuk

Air Terjun Putuk Truno berada di Jalan Putuk Truno, tepatnya di depan Hotel Royal Senyiur. Destinasi ini masuk kawasan Prigen, Pasuruan, Jawa Timur. Teman Traveler tinggal arahkan kendaraan ke arah wisata Tretes. Sepanjang perjalanan kalian akan menemukan banyak petunjuk arah menuju lokasi air terjun.

Kisah Joko Truno dan Sri Gading Lestari

Spot foto favorit pengunjung (c) Tikka Dessy Harsanti/Travelingyuk

Nama Putuk Truno diambil dari kata dalam Bahasa Jawa, Putuk, yang artinya gunung kecil atau dataran yang lebih tinggi dari sekitarnya. Sementara Truno terinspirasi dari Joko Taruno atau kata truno yang artinya turunan.

Joko Truno konon merupakan Pangeran Majapahit, Putra Hayam Wuruk. Ia dikisahkan menaruh hati pada Sri Gading Lestari, putri Arya Wirajaya, penguasa sebuah kerajaan di Madura. Keduanya saling mencintai, namun hubungan mereka tak direstui Arya. Sang Raja menilai Joko Truno tak pantas mempersunting putrinya lantaran hanya anak seorang selir.

Sang Putri lantas diasingkan ke air terjun di Purwodadi. Tempat itu dipasang pagar gaib agar tak bisa dimasuki orang asing. Air terjun ini lantas dikenal dengan nama Coban Baung atau Serigala.

Namun kekuatan cinta membuat Joko Truno dan Sri Gading Lestari lantas bersemedi hingga mencapai moksa. Joko Truno pun berhasil menembus pagar gaib dan memboyong kekasihnya ke tempat yang kini dikenal sebagai Air Terjun Putuk Truno.

Air Terjun Keabadian

Berfoto dengan latar belakang air terjun (c) Tikka Dessy Harsanti/Travelingyuk

Keberadaan petilasan di atas air terjun Putuk Truno diyakini sebagai tenger alias tanda bersatunya cinta Joko Truno dan Sri Gading Lestari di tempat ini. Tak heran jika banyak orang lantas menamakan destinasi ini sebagai Air Terjun Keabadian, bahkan tak sedikit yang meyakini berkunjung ke sini akan memberikan berkah cinta abadi.

Untuk bisa menikmati keindahan wisata Pasuruan ini, Teman Traveler cukup keluarkan Rp10.000 untuk tiket weekday dan Rp15.000 untuk weekend. Bagi turis asing, dikenakan biaya Rp20.000 per orang. Sementara untuk yang ingin melakukan foto pre-wedding, wajib membayar Rp250.000.

Fasilitas Penunjang

Jalan menuju Putuk Truno (c) Tikka Dessy Harsanti/Travelingyuk

Teman Traveler wajib berjalan kaki sekitar 400 meter dari parkiran sebelum bisa mencapai lokasi air terjun. Jalannya naik turun, namun takkan terasa lelah karena terdapat pemandangan alam bagus dan indah. Udara sekitar terasa sejuk. Kalian juga bakal bertemu beberapa hewan serta tumbuhan cantik selama perjalanan.

Fasilitas toilet di dekat air terjun (c) Tikka Dessy Harsanti/Travelingyuk

Air terjun ini juga menyediakan fasilitas toilet dan warung snack. Tapi ingat Teman Traveler, jangan lupa untuk terus jaga kebersihan dan buang sampah di tempatnya. Jangan tinggalkan apapun kecuali kenangan di ingatan masing-masing ya.

Tags
air terjun putuk truno kontributor Prigen Travelingyuk wisata prigen
Share