Hari Pahlawan, Yuk Napak Tilas Perjuangan Arek Suroboyo di Tempat Ini

Tepat pada tanggal 10 November setiap tahunnya, Bangsa Indonesia memperingati Hari Pahlawan. Penentuan waktu tersebut bukannya tanpa alasan, kita semua tahu bahwa ada banyak pertempuran terjadi di belahan bumi Nusantara saat para penjajah ngotot ingin menguatkan rantai kekang yang membelenggu penduduk pribumi ratusan tahun lamanya. Habis sudah kesabaran, menderita karena siksaan dan ketidakadilan. Munculah rasa ingin memberontak, rakyat menggugat kenapa mereka tak bisa jadi tuan di negeri sendiri. Salah satu pertempuran besar terjadi di Surabaya selain Bandung dan beberapa tempat lainnya.

Meski teror dilancarkan dari berbagai arah, termasuk udara dengan luncurkan bom dari musuh yaitu pihak-pihak yang ingin mengeksploitasi baik alam maupun manusianya, namun semangat bisa menjadi senjata maha dahsyat. Surabaya jadi lautan api dan banjir darah selama beberapa waktu pada tahun 1945, puncaknya terjadi tanggal 10 November. Ada banyak hal yang bisa kita lakukan untuk mengisi peringatan Hari Pahlawan kali ini, misalnya dengan napak tilas, mengunjungi tempat-tempat bersejarah di Surabaya. Meski beberapa bentuk dan penampakannnya sudah berbeda, tapi suasananya tetap terasa

1. Lapangan Golf Ahmad Yani

Lapangan golf Gunugsari [image source]
Lapangan golf Gunugsari [image source]

Baru beberapa bulan rakyat Surabaya memperingati kemerdekaan Indonesia setelah diproklamasikan pada 17 Agustus 1945, tiba-tiba saja mereka harus angkat senjata untuk mempertahankan kemerdekaan dan mengusir tentara musuh. Pertempuran sengit antara pasukan Tentara Republik Indonesia Pelajar melawan Inggris terjadi di Lapangan Gunungsari yang dari dulu sejak dibangun Belanda hingga saat ini tetap difungsikan sebagai arena olahraga golf.

Alamat : Jalan Golf No.1, Gunung Sari, Dukuh Pakis, Kota SBY

2. Jembatan Wonokromo

Wonokromo [image source]
Wonokromo [image source]

Jembatan ini letaknya tidak begitu jauh dari Kebun Binatang Surabaya. Bangunannya begitu kokoh membentang di atas kali Wonokromo. Di tempat ini juga meletus perang antara pasukan sekutu melawan para pejuang Tanah Air. Tak terhitung lagi peluru yang meluncur menembus kulit, tak hanya menyebabkan luka tai juga meregang nyawa. Menurut banyak pihak, saat itu dipasang barikade-barikade untuk menghadang kekuatan musuh.

Alamat : Wonokromo, Surabaya

3. Rumah Sakit Darmo Surabaya

Rumah Sakit Darmo [image source]
Rumah Sakit Darmo [image source]

Dulunya Rumah Sakit Darmo dijadikan sebagai markas Interniran Anak-anak dan Wanita oleh Jepang. Kemudian setelah itu diambil alih oleh pasukan sekutu pada 27 Oktober 1945 serta difungsikan sebagai basis pertahanan Brigjen Mallaby. Jauh sebelum perang kemerdekaan, Rumah Sakit Belanda adalah bangunan bernama “SOERABAJASCHE ZIEKEN VERPLEGING”.

Alamat : Jalan Raya Darmo No. 90, Darmo, Wonokromo, Surabaya, Kota Surabaya

4. SMA Katolik St. Louis 1 Surabaya

SMA St Louis [image source]
SMA St Louis [image source]

Gedung sekolah SMA Katolik St. Louis 1 Surabaya telah ditetapkan sebagai salah satu cagar budaya karena menjadi saksi bisu, peristiwa bersejarah beberapa tahun silam. Sejak awal didirikan sudah menjadi lembaga pendidikan. Namun tahun 1942 ketika Jepang menjajah Indonesia, gedung sekolah difungsikan sebagai markas Polisi Istimewa pimpinan Muhammad Yasin. Selain itu, St. Lois juga jadi lokasi pengibaran bendera merah putih yang pertama kali di Surabaya.

Alamat : Jl. Polisi Istimewa No.7, Keputran, Tegalsari, Kota Surabaya.

5. Tugu Pahlawan

Tugu Pahlawan
Tugu Pahlawan [image source]

Tugu Pahlawan adalah bangunan yang didirikan untuk mengenang jasa para pejuang dalam mengupayakan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Sebelum menjadi bangunan seperti sekarang ini, kawasan Tugu Pahlawan adalah bekas reruntuhan Peleis Raad Van Justite yaitu istana yang difungsikan sebagai pengadilan tinggi zaman Belanda. Pada masa Jepang, Raan Van Justite digunakan sebagai markas Kenpetei yaitu militer Jepang yang kejam. Beberapa tahun setelahnya, Arek-arek Suroboyo bangkit dan menyerang Raad Van Justite.

Alamat : Jalan Pahlawan, Kota SBY, Jawa Timur

6. Hotel Majapahit

Hotel Majapahit [image source]
Hotel Majapahit [image source]

Hotel Majapahit tidak bisa dipisahkan dari aksi heroik pemuda Surabaya dalam mengukuhkan kedaulatan bangsa sendiri agar tidak dijajah terus-terusan. Peristiwa paling terkenal adalah insiden Bendera. Dimulai ketika Mr. Pluegman mendalangi pengibaran bendera Belanda di puncak penginapan yang juga sempat disebut Hotel Yamato itu. Para pejuang tak terima dan menduduki hotel untuk melakukan perobekan warna biru pada bender hingga menyisakan merah dan putih. Insiden tersebut mengakibatkan Mr. Pluegman.terbunuh.
Alamat : Jalan Tunjungan No. 65, Genteng, Kota SBY

Sebenarnya masih banyak tempat lainnya di Surabaya. Namun kamu bisa mulai enam tempat di atas, semoga wawasan sejarah dan penghormatanmu untuk para pahlawan bisa bertambah ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *