Wakatobi Wave 2018, Puncak Festival yang Sorot Nature dan Culture, Ada Apa Saja?

Yuni Astutik

Yuni Astutik

On Indonesia
Via Instagram/jeffryhanafiah Via Instagram/jeffryhanafiah

Minggu (11/11/2018), Wakatobi Wonderful Festival and Expo atau Wakatobi Wave 2018 dibuka di Lapangan Merdeka. Pembukaan tersebut disaksikan oleh Hariyanto selaku Asisten Deputi Strategi Komunikasi Pemasaran I Kementerian pariwisata. Dalam acara pembukaan tersebut disuguhkan banyak karnaval budaya dan pentas tari kolosal.

Ribuan pengunjung yang datang begitu antusias mengikuti berbagai rangkaian acara kegiatan yang telah disusun, termasuk juga wisatawan mancanegara. Berbagai kegiatan seru lainnya juga turut memeriahkan Wakatobi Wave 2018. Puncak acara tersebut berlangsung di Lapangan Merdeka Wangi-Wangi pada Selasa (13/11/2018) malam. Berikut ini beberapa sorotan dari acara Wakatobi Wave 2018 yang begitu sukses menyedot perhatian banyak wisatawan.

Dimeriahkan Tarian Kolosal dengan 1000 penari

Tarian kolosal, Via Instagram/achmad.lutfy
Tarian kolosal, Via Instagram/achmad.lutfy

Wakatobi Wave 2018 ini merupakan puncak dari 20 event yang ada di Wakatobi. Karena hal itulah, acaranya digelar secara meriah dan dihadiri oleh ribuan pengunjung. Tidak main-main, memang acara tahunan di Wakatobi ini menyuguhkan pesona yang sangat sulit untuk ditampik. Salah satunya adalah atraksi tarian kolosal yang dilakukan oleh 1.000 penari. Mereka membawakan kolaborasi tarian dari empat pulau yang berada di Wakatobi, sebut saja Lengko, Lariangi, Sajo Moane, dan Balumpa.

Kenalkan Budaya Kansoda’a di Pembukaan Wakatobi Wave 2018

Kansoda'a Wakatobi, Via Instagram/hamri_w
Kansoda’a Wakatobi, Via Instagram/hamri_w

Dalam pembukaan acara yang meriah tersebut, dikenakaln pula prosesi adat Wakatobi yang bernama Kansoda’a. Para wanita didandani dengan mengenakan pakaian adat lengkap dengan aksesoris yang cerah. Nah, para perempuan ini nantinya duduk di atas tandu kayu berukuran besar dan diarak. Puluhan saudara laki-laki dan keluarga laki-laki dari si perempuan bertugas memikul tandu.

Sarat akan makna, Via Instagram/jeffryhanafiah
Sarat akan makna, Via Instagram/jeffryhanafiah

Dan sepanjang jalanan di arah itulah nanti mereka akan bernyanyi dan berteriak-teriak kata ‘so’. Uniknya lagi, mereka akan mengguncangkan tandu ke segala arah seolah-olah tandu tersebut ringan. Sementara perempuan-perempuan tersebut dilarang untuk menunjukkan rasa takut sebagai simbol dari kedewasaan. Sementara untuk para pria yang mengangkat ini menunjukkan jika pria Wakatobi kuat-kuat.

Diramaikan Berbagai Lomba yang Cukup Menyita Perhatian

Berebut pinang, Via Instagram/achmad.lutfy
Berebut pinang, Via Instagram/achmad.lutfy

Tidak hanya atraksi budaya saja, Wakatobi Wave 2018 ini juga menyita perhatian dunia dengan beragam lomba yang diadakan. Misalnya saja ada lomba panjat pinang di laut dan fun dive. Panjat pinang di laut digelar d Pantai Marina, Wakatobi, pada Selasa (13/11/2018).

Lomba tersebut diikuti oleh ratusan peserta yang sebagian besar anak-anak. Lombanya dibagi menjadi beberapa kelas, yakni SD, SMP, SMA, dan umum. Pihak penyelenggara menyiapkan empat pinang yang memiliki tinggi sekitar 6 sampai 7 meter. Dan di antara pinang pinang tersebut ada hadiah tabungan senilai Rp 1 juta, sehingga makin memotivasi para peserta.

Selain itu ada fun dive yang digelar di sekitaran Pantai Cemara. Para pesertanya adalah udangan, media dan lainnya. Dalam fun dive para peserta ini diajak untuk menikmati keindahan terumbu karang khas indah khas Wakatobi. Untungnya para peserta yang tidak biasa diving tidak perlu khawatir lantaran driver pendamping siap menemani.

Visi Menduniakan Keindahan Wakatobi

Alam Wakatobi yang magis, Via Instagram/andi_sportax
Alam Wakatobi yang magis, Via Instagram/andi_sportax

Salah satu visi utama yang ingin dicapai dengan diadakannya festival ini adalah menduniakan keindahan Wakatobi. Banyak hal-hal yang disuguhkan, mulai dari berbagai budaya, keindahan alam dan masih banyak lagi yang lainnya. Acara ini didukung sepenuhnya oleh pihak Kementerian Pariwisata dan diproyeksikan 3.000 – 4.000 wisatawan domestik dan internasional. Diharapkan akan semakin terbuka luas peluang Wakatobi jadi destinasi favorit di Indonesia.

Sejak dibukanya Bandara Matohara di Wangi-Wangi, pulau terpencil yang dahulunya susah untuk dijangkau menjadi mudah untuk diakses dengan penerbangan dari Jakarta atau Makassar. Semoga ini juga menjadi gerbang untuk destinasi wisata lainnya di Indonesia supaya makin populer. Dan menjadi percontohan juga untuk perhelatan event atau festival lainnya di Indonesia. Bagaimana, tak ingin ketinggalan acara di Wakatobi di tahun mendatang, bukan?