Istana Sakura, Wisata Nuansa Jepang yang Lagi Hits di Blitar

Mendengar nama Sakura, Teman Traveler pasti langsung teringat Jepang. Padahal, bunga indah ini nggak cuma tumbuh di Negeri Matahari Terbit lho. Nah, buat Teman Traveler yang pengen lihat replikanya, langsung aja main ke Istana Sakura di Sidodadi, Garum, Blitar, Jawa Timur.

Berteduh di bawah Sakura (c) Reezumiku/Travelingyuk

Baru buka 7 Juni lalu, wisata Blitar satu ini langsung diserbu pengunjung. Antrean panjang selalu terlihat di loket saat weekend. Cukup bayar Rp10.000 per orang, Teman Traveler sudah bisa hunting foto ala Negeri Sakura sepuasnya.

Lantas adakah hal keren lain yang bisa ditemui di Istana Sakura? Banyak banget. Daripada penasaran, yuk simak ulasan lengkapnya.

Sakura, Bunga Nasional Jepang

Indahnya corak sakura (c) Reezumiku/Travelingyuk

Sakura, atau cherry blossoms dalam bahasa Inggris, merupakan bunga nasional Jepang. Di Istana Sakura, Teman Traveler hanya akan menemukan replikanya yang terbuat dari kain dan plastik. Meski begitu, tampilannya gak kalah indah kok. Pengelola merangkainya dengan lilitan kawat di batang pohon sehingga mirip tumbuhan aslinya.

Panorama di sini cukup indah (c) Reezumiku/Travelingyuk

Selain corak pink ala Sakura, wisata Blitar ini juga hadirkan hamparan cantik bunga warna ungu, merah dan kuning. Semuanya tampak indah dan menyegarkan mata. Teman Traveler bisa pilih mana yang paling disuka untuk dijadikan latar belakang foto.

Torii, Gerbang Tradisional Jepang

Gerbang Torii (c) Reezumiku/Travelingyuk

Shinto merupakan kepercayaan asli masyarakat Jepang. Penganutnya beribadah di kuil-kuil. Namun beda dari Kuil Budha, Kuil Shinto memiliki gerbang tradisional penanda tempat suci yang disebut Torii. Gerbang merah yang identik dengan Jepang ini juga bisa Teman Traveler temukan di Istana Sakura.

Sakura di depan Gerbang Torii (c) Reezumiku/Travelingyuk

Torii umumnya terbuat dari batu, kayu, bata, atau beton. Warna hitam dan merah terang jadi ciri khas utamanya. Keberadaan gerbang tradisional di Istana Sakura makin menguatkan nuansa ala Jepang-nya.

Buat Teman Traveler yang penasaran, tempat ini buka tiap hari mulai pukul 08.00 hingga 17.00. Datang deh, dijamin berasa lagi di Negeri Matahari terbit beneran.

Taman Khas

Jembatan di atas kolam ikan (c) Reezumiku/Travelingyuk

Sebagian besar rumah tradisional Jepang pasti memiliki taman, entah itu hanya sepetak atau di halaman luas. Teknik berkebun ini diadopsi dari Tiongkok. Masyarakat Negeri Matahari Terbit juga percaya bahwa dalam taman tersebut harus ada elemen alam, seperti gunung, air terjun, sawah, hutan, dan sungai.

Hal tersebut diwakili lewat hadirnya ornamen bebatuan, kerikil, kolam, saluran air dari bambu, ikan koi atau ikan mas, dan benda-benda lain. Satu hal yang tak boleh terlewat adalah jembatan. Meski berukuran kecil, struktur ini selalu ada di taman khas Jepang.

Aula utama tempat istirahat sambil menikmati pertunjukan (c) Reezumiku/Travelingyuk

Nah, Teman Traveler bisa menemukan konsep ini di Wisata Istana Sakura Blitar. Letaknya tepat di samping aula utama tempat berbagai pertunjukan seru diadakan. Tepat di bawah jembatannya, terdapat deretan ikan-ikan lucu. Keberadaan hewan air ini membuat pemandangan sekitar taman jadi lebih asri.

Lampion, Paduan Budaya Tiongkok

Lampion khas Tiongkok (c) Reezumiku/Travelingyuk

Meskipun didominasi dekorasi Jepang, destinasi ini juga hadirkan beberapa ornamen khas Tiongkok. Hal ini terbukti dengan banyaknya lampion yang digantung sepanjang jalan. Dari segi sejarah, lampion tradisional Jepang memang berasal dari Negeri Tirai Bambu. Penyebarannya dimulai sejak Abad ke-6, hingga bangsa Jepang berinovasi dengan gaya mereka sendiri.

Tempat kuliner (c) Reezumiku/Travelingyuk

Oh ya, buat Teman Traveler yang lelah mengelilingi Wisata Istana Sakura, bisa istirahat sambil menikmati beragam sajian seperti bakso, nasi pecel, ayam geprek, nasi goreng, serta aneka minuman. Sembari makan, kalian bisa menikmati indahnya deretan lampion merah. Hmm, pasti jadi lebih lahap dong.

Istana Jepang

Bangunan mirip Istana Jepang (c) Reezumiku/Travelingyuk

Istana di Jepang identik dengan bangunan kayu dan batu. Nah, di Istana Sakura terdapat sebuah mural yang menggambarkan bangunan megah tersebut. Selain itu ada juga rest area atau tempat istirahat yang dilengkapi atap mirip istana Jepang.

Sewa Pakaian Tradisional

Yukata khas Jepang (c) Reezumiku/Travelingyuk

Kimono adalah pakaian tradisional Jepang yang melambangkan budaya dan keindahan. Namun untuk yang bentuknya lebih sederhana, biasanya disebut yukata. Sekilas memang tampak sama, bagi yang awam mungkin takkan tahu perbedaan detailnya.

Yukata punya bahan berbeda dan tak memiliki pelapis. Inilah mengapa masyarakat Jepang biasa menggunakannya saat musim panas. Asyiknya, Teman Traveler bisa bergaya sambil mengenakan yukata sewaan di Istana Sakura.

Berfoto sambil kenakan yukata sewaan (c) Reezumiku/Travelingyuk

Yukata di sini punya motif kain, potongan lengan lebar, dan sabuk obi mirip kimono. Teman Traveler bisa menyewanya seharga Rp20.000 per 20 menit untuk dewasa dan Rp10.000 per 15 menit untuk anak-anak. Jika terlambat mengembalikan, akan dikenakan tambahan biaya.

Wagasa, Payung Tradisional Jepang

Jalan-jalan pakai wagasa (c) Reezumiku/Travelingyuk

Awalnya wagasa adalah barang mewah bagi bangsa Jepang. Memasuki zaman Edo, benda ini mulai sering digunakan orang-orang. Bahan utamanya adalah bambu dan washi atau kertas Jepang. Selain melindungi diri dari hujan, wagasa juga memiliki nilai keindahan.

Ya, selain menyewa yukata, Teman Traveler juga bisa membayar Rp5.000 per 20 menit untuk wagasa sebagai tambahan properti foto. Untuk spot berpose, pilihannya ada banyak. Kalian tinggal pilih sesuai selera.

Doraemon jumbo (c) Reezumiku/Travelingyuk

Masih kurang puas dengan aktivitas sightseeing dan berfoto? Teman Traveler bisa coba panahan, terapi ikan, atau berenang. Tersedia pula area bermain untuk anak-anak. Seru sekali, habiskan liburan bersama teman atau keluarga di Wisata Istana Sakura Blitar. Bagaimana, tertarik mencoba?

Tags
Blitar kontributor Travelingyuk wisata blitar
Share