Hotel Trio Solo, Akomodasi Bergaya Eklektik di Kota Batik Dibangun Sejak 1932

Desi Puji Lestari

Desi Puji Lestari

On Akomodasi

Memutuskan untuk jalan dan liburan ke Kota Solo, tapi masih bingung akan menginap di mana? Teman Traveler bisa memilih beristirahat di salah satu hotel bergaya eklektik di Kota Batik, yaitu Hotel Trio Solo. Desain interior dan eksterior pada hotel ini, unik sekali; campuran dari beberapa konsep masa lampau yang cantik. Di balik kecantikannya, ia punya sejarah yang panjang. Penasaran? Simak uraian berikut ini!

1. Dibangun pada 1932

Hotel Trio Solo Dibangun Sejak 1932 via Instagram
Hotel Trio Solo Dibangun Sejak 1932 via Instagram/ micleshapurrefer

Cikal-bakal Hotel Trio Solo dibangun pada 1932. Ia menjadi saksi perkembangan Surakarta menuju kota yang lebih modern di awal abad ke-20. Jika dihitung, total usia bangunan ini sudah lebih dari 80 tahun. Bangunan ini masih kokoh berdiri, sementara yang lainnya sudah berubah total saat ini.

2. Dulu Bekas Rumah Saudagar Batik

Dahulu Bekas Rumah Saudagar Batik via Instagram
Dahulu Bekas Rumah Saudagar Batik via Instagram/ yuta.adi

Sebelum difungsikan sebagai hotel, bangunan ini dulunya adalah rumah pribadi milik saudagar batik di Laweyan. Ia bernama Tjokro Soemarto. Saudagar ini hidup di awal-awal tahun 1900-an. Pada suatu ketika, rumahnya disewa oleh Tjoe Boen King. Kemudian, saudara Boen King, Djoenadi Tjokrohandojo yang datang bertamu, tertarik untuk menjadikan bangunan tersebut menjadi hotel. Rumah ini pun lantas dibeli olehnya. Proses jual beli antara mereka terjadi pada 1960-an.

3. Paduan Tradisional Jawa, Eropa dan China

Perpaduan Antara Eropa, China dan Jawa via Instagram
Perpaduan Antara Eropa, China dan Jawa via Instagram/ madeputra31

Wajar rasanya jika Djoenadi Tjokrohandojo tertarik dengan bangunan ini. Sebab, ia kental sekali dengan pengaruh arsitektur rumah tradisional Jawa. Terlihat dari peletakan pintu tiga yang memusat. Bangunan ini juga punya ornamen, struktur serta desain khas Eropa yang identik dengan kolom-kolom besi berukir. Sementara itu, untuk halaman bagian depan dan tengah rumah, unsur tradisional China terasa sekali. Seperti yang dilansir dari sarasvati.

4. Terdiri Atas Dua Bangunan

Desain Bangunan yang Unik dari Hotel Trio Solo via Instagram
Desain Bangunan yang Unik dari Hotel Trio Solo via Instagram/ yuta.adi

Hotel Trio Solo, terdiri atas dua bangunan. Bagian depan sebagai penginapan dan belakang sebagai tempat tinggal. Jumlah kamar di bangunan depan, ada delapan. Masing-masing punya luas 4×5 meter dengan jendela besar yang menghadap ke luar. Unsur Eropa kembali terasa pada setiap kusen dan daun pintu pada setiap kamar. Pemilihan warna cat hijau dan kuning muda pada bangunan, merupakan pengaruh dari Keraton Mangkunegaran, yang secara kebetulan dalam budaya Tionghua juga memiliki arti istimewa.

Bangunan Hotel Trio Solo, sampai sekarang masih beroperasi. Alamatnya ada di Jl Urip Sumoharjo No.25 Kepatihan Wetan, Kecamatan Jebres, Solo. Di sini, Teman Traveler bisa menginap dengan harga sewa mulai dari Rp 220 ribu per malamnya. Dengan catatan, harga tersebut dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan lebih dulu ya. Apakah Teman Traveler pernah bermalam di sini? Yuk bagi ceritanya.