Rasa Antik dan Otentik dari Mie kopyok Mbah Waji, Jogja Punya

Saksi sejarah ternyata tidak hanya berbentuk bangunan atau monumen, tapi juga bisa kuliner sekaligus penjualnya. Seperti Mbah Waji berikut ini, meski sudah tua renta namun tangannya tetap lihai dan kuat dalam meracik bumbu mie kopyok. Di Jogja, resep beliau adalah salah satu yang legendaris kesukaan banyak orang. Ulasan selengkapnya ada di bawah ini.

1. Mie Kopyok di Jogja yang Enaknya Tiada Tara

Mie Kopyok Mbah Waji [image source]
Mie Kopyok sebenarnya adalah kuliner khas Semarang berupa mie putih yang disajikan dengan kuah hangat lengkap dengan tetelan daging sapi hingga tahu. Namun hasil olahan Mbah Waji juga punya ciri khas yang tidak akan kamu temukan pada hidangan serupa di tempat lain. Satu kata saja untuk mie kopyok ini, yaitu enak.

Mie Kopyok Mbah Waji [image source]

2. Porsi yang Melimpah dan Pas untuk yang Suka Pedas

Mie Kopyok Mbah Waji [image source]
Sudah sejak tahun 70an, Mbah Waji Setia menghidangkan rasa yang istimewa meski usianya sekaran sudah berkepala 8. Porsi dan rasa tidak mengecewakan, itulah mengapa hingga sekarang penikmat setianya selalu menyempatkan untuk datang ke kedai sederhana di depan Radio Retjo Buntung tersebut. Dalam satu mangkok ada mie, potongan tahu, bakwan serta daging. Bagi kamu yang suka pedas bisa langsung minta tambahan cabai sesuai selera. Si mbah akan langsung mengerusnya di atas cobek kemudian disiram dengan kuah hangat.

Mie Kopyok Mbah Waji [image source]

3. Sandingan yang Segar

Mbah Waji [image source]
Makan sudah enak dan legendaris, bagaimana dengan minumannya? Dalam satu tempat, Mbah Waji juga menjual minuman yang segar dan jarang ada di belahan bumi lain. Dituangkan dalam gelas berukuran besar, minuman stup rasa jambu dengan es siap menyegarkan tenggorokanmu setelah menikmati rasa pedas. Di hari biasa, Mie Kopyok Mbah Waji buka dari jam 11 siang, tapi saat Ramadan baru jualan sekitar jam 3 sore.

4. Datang Saat Liburan

Liburan di Jogja [image source]
Punya rencana liburan ke Jogja dalam waktu dekat? Pas banget, segera masukan Warung Mbah Waji ini ke daftar destinasi kulineranmu ya. Biar lebih seru, sempatkan juga untuk mengunjungi wisata di sekitarnya. Benteng Vredeburg bisa ditempuh hanya dengan berjalan selama 12 menit. Lalu Keraton hanya sejauh 2 km. Seharian di Kota Gudeg memang tidak bikin bosan.

Liburan di Jogja [image source]

5. Lengkapi Petualangan Kulinermu

Rujak Es Krim [image source]
Ke Jogja tapi mengesampingkan soal kuliner adalah tindakan yang kurang tepat. Gudeg tentu harus kamu coba karena ada banyak pilihannnya. Seperti Gudeg Yu Djum di Malioboro atau coba yang unik ala Kedai Rujak Ice Cream Pak Nardi di Jalan Harjowinatan, Purwokinanti, Pakualaman. Jangan kaget, kalau sesampainya di sini akan ada banyak makanan yang menggoda.

Gudeg Yu Djum [image source]
Nama tempat : Mie Kopyok Mbah Waji

Harga : Sekitar 8 ribu rupiah

Lokasi : Jl. Jagalan – Beji No.30, Purwokinanti, Pakualaman, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta

Setuju kan kalau kuliner Jogja adalah salah satu yang paling bikin kamu kangen jalan-jalan. Untuk traveling yang akan datang, yuk coba Mie Kopyok Mbah Waji. Next