Serunya Menyusuri Kota Tua di Semarang, Berasa Terlempar ke Masa Lalu

Semarang dikenal sebagai Kota Lumpia, sajian kulinernya memang mantap dan selalu sukses bikin lidah bergoyang.  Namun bukan hanya itu yang istimewa dari Semarang, datang saja ke sana dan kamu akan melihat sebuah suguhan yang begitu kental dengan nuansa masa lalu dan sejarah. Kita pasti tahu bahwa Indonesia pernah dikuasai oleh penjajah. Demi kepentingan mereka, maka dibangunlah gedung-gedung untuk berbagai fungsi. Ada yang digunakan sebagai kantor pemerintahan, ada juga gedung untuk sarana hiburan dan ibadah  seperti gereja. Membayangkan suasana tempo dulu nggak akan begitu sulit jika kamu ada di Semarang. Memang keadaannya sudah jauh berbeda, namun jejak-jejak peninggalan penjajah masih bisa kamu temukan.

Buktinya adalah bangunan-bangunan tua yang masih berdiri dengan gaya arsitektur ala Eropa.  Selain sebagai Kota Lumpia, Semarang juga mendapat julukan miniaturnya Belanda. Zaman dulu, Semarang sangat ramai dengan berbagai aktivitas baik ekonomi maupun pemerintahan. Begitu juga dengan saat ini, Semarang tak pernah melunturkan daya tarik dan pesonanya. Berikut ini adalah beberapa bangunan kuno di kota tuanya yang wajib kamu kunjungi untuk menambah wawasan dan pemahaman seputar sejarah di masa silam.

1. Lawang Sewu

Lawang Sewu [image source]
Lawang Sewu [image source]
Lawang Sewu terkenal sebagai salah satu tempat yang angker di Semarang. Tidak bisa dimungkiri jika alasan itu menjadi sebab para pengunjung tertantang untuk menjelajahi seluk beluk gedung dengan banyak jendela dan pintu tersebut. Meski begitu, kamu akan tetap menemukan keindahan bangunan dengan gaya arsitektur Eropa beberapa abad yang lalu di berbagai sudut Lawang Sewu. Itulah mengapa gedung yang dulunya digunakan sebagai markas Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij atau NIS sah dijadikan ikon kebanggaan Kota Semarang. pembangunannya dilakukan sekitar tahun 1904 dan hingga saat ini bentuk aslinya tetap bertahan dan tidak mengalami perubahan. Letaknya tidak begitu jauh dari Tugu Muda Semarang, tepatnya berada di sisi bagian timur.

2. Gereja Blenduk

Gereja Blenduk [image source]
Gereja Blenduk [image source]
Jika kamu keliling Semarang dan berkesempatan lewat di Jl Letjen Suprapto No 32, Kota Lama Semarang, pasti akan menyaksikan sebuah bangunan tua yang besar dan megah. Ciri khas utama yang paling menonjol dan menunjukkan bahwa gedung tersebut adalah peninggalan Belanda adalah bagian kubah dan dua menaranya. Nama gedung itu adalah  Gereja GPIB Immanuel, namun masyarakat setempat lebih akrab dengan nama gereja Blenduk, Pembangunannya dilakukan sekitar tahun 1753 dan menjadi gereja tertua di Jawa Tengah. Nama Blenduk sendiri berarti kubah, mengacu pada bagian atap gereja yang berbentuk kubah besar berwarna merah bata. Dari dulu hingga sekarang, gereja Blenduk masih tetap difungsikan sebagai tempat ibadah umat Kristen.

3. Stasiun Tawang

Stasiun Tawang [image source]
Stasiun Tawang [image source]
Di beberapa kota yang dulu juga pernah menjadi pusat pemerintahan penjajah, bisanya memiliki bangunan stasiun bersejarah dan telah ada sejak dulu. Sebut saja Jakarta dan Semarang. Jejak masa lampau bisa benar-benar kamu nikmati dengan datang ke Stasiun Tawang di Semarang. Kamu bisa menyebut sarana transportasi tersebut sebagai salah satu yang tertua di Indonesia karena sudah mulai beroperasi sejak tahun 1868. Tawang sendiri adalah nama perkampungan yang ada di dekat stasiun yaitu Tawangsari. Memang sempat beberapa kali direnovasi, namun bentuk aslinya tidak banyak berubah. Tak jauh dari bangunan utama stasiun, tepatnya di bagian depannya, kamu bisa menemukan sebuah Polder Air Tawang yang berfungsi sebagai pengendali banjir. Letak Stasiun Tawang ada di Jl. Taman Tawang No 1 Semarang.

4. Gedung Marba

Gedung Marba [image source]
Gedung Marba [image source]
Jika kamu ingin mencari spot foto yang super keren dengan latar belakang bangunan bergaya neo-klasik datang saja ke Semarang. Ada banyak spot-spot yang sudah terkenal di kalangan pencinta fotografi. Salah satunya adalah Gedung Marba. Warna merah marun yang terpampang di dindingnya menambah kesan jadul namun tetap eksotis. Pembangunannya dilakukaan sekitar abad ke-19 oleh Marta Badjunet. Nggak heran jika akhirnya gedung tersebut dijuluki Marba yaitu kependekan dari Marta Badjunet. Bangunan tersebut sempat beberapa kali beralih fungsi. Pernah menjadi kantor Ekspedisi Muatan Kapal Laut (EMKL),  toko modern De Zeikel, hingga sekarang hanya difungsikan sebagai gudang saja. Kamu bisa menemukan Gedung Marba di Jalan Let. Jend. Suprapto No 33 Kota Lama Semarang.

5. Gedung Marabunta

Gedung Marabunta [image source]
Gedung Marabunta [image source]
Siapapun yang berada di sekitar gedung Marabunta pasti akan memperhatikan patung semut merah raksasa di atapnya. Hal itu memang menjadi ciri khas dan daya tarik yang membuat bangunan tua di Jl Cendrawasih 23, Semarang itu jadi buah bibir dan terkenal. Di sudut lain tepatnya di bagian langit-langit, bentuknya menyerupai lambung kapal  yang dibalik. Dulunya gedung yang bernama Marabunta itu dijuluki Stadschouwburg, di mana berbagai pertunjukan seperti tari dan drama disuguhkan. Pembangunan gedung diperkirakan selesai pada tahun 1854.

6. Gedung Jiwasraya

Gedung Jiwasraya [image source]
Gedung Jiwasraya [image source]
Jiwasraya dulunya adalah milik Belanda sebelum dinasionalisasikan. Kini perusahaan tersebut menempati beberapa bangunan-bangunan tua peninggalan Belanda. Untuk Jiwasraya Semarang, kantor yang digunakan adalah bangunan bekas  Nederlandsch Indische Levensverzekering en Lijfrente Mij (NILLMIJ) yang dibangun oleh Thomas Karsten. Yaitu seorang pejabat yang bertugas merancang tata kota di Semarang sekitar tahun 1916 hingga 1942. Alamat Gedung Jiwasraya Semarang terletak di JL. Letjend. Suprapto No. 23-25, Semarang.

Itulah beberapa bangunan tua di kawasan Kota Lama Semarang yang akan membuat kamu terlempar ke masa lalu. Semoga keberadaannya menjadi perhatian semua pihak karena bangunan bernilai sejarah pantas untuk dilindungi dan dirawat dengan baik, setuju kan?

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *