5 Gaya Liburan Anak Zaman Sekarang Ini Menunjukan Ternyata Banyak Cara Untuk Bahagia

Dewasa ini liburan menjadi semacam kewajiban bagi setiap orang, tidak mengenal usia baik tua, muda, anak-anak sampai remaja, sepertinya mengalami pergeseran status terhadap liburan, jika dulu liburan hanya sebatas gaya hidup, kini liburan sudah menjadi sebuah kebutuhan hidup. Bahkan banyak diantara mereka yang rela mengahbiskan banyak uang untuk sebuah gengsi liburan.

Tidak terkecali dengan anak jaman sekarang, mereka memposisikan liburan sebagai gaya hidup yang tidak boleh ditinggalkan, bahkan muncul istilah ”panik karena kurang piknik”, “Muka pucat karena kurang jalan-jalan” dan istilah-istilah lainnya yang terkesan memposisikan liburan sebagai hal yang penting dalam kehidupan.

Ada dua tipe gaya liburan anak zaman sekarang yang bisa kita amati saat ini, yaitu mereka tipe hedonis dan tipe romantis. Secara tujuan dan maksud mereka memiliki kesamaan, yaitu untuk mencari hiburan dan kesenangan. Namun untuk gaya mereka mencapai maksud tersebut berbeda. Seperti apa dua golongan tersebut dan bagaimana gaya mereka liburan? Yuk simak artikel ini sampai selesai.

1. Golongan Hedonis

Mereka biasanya berasal dari golongan borjuis, liburan mereka harus serba mewah, ya minimal di kapal pesiar dengan fasilitas bintang lima. Untuk masalah pamer foto-foto liburan, mereka ahlinya. Golonga ini biasanya selain tujuan untuk berlibur, juga ada tujuan lain dibalik berliburnya yaitu adu gengsi. Jika tidak berlibur ke Paris, London, atau Hawai, mereka minder untuk mempublikasikan foto-foto liburan mereka.

Hedonis [image source]
Untuk masalah anggaran yang dikeluarkan, golongan hedonis tidak tanggung-tanggung. Dalam sekali liburan mereka bisa menghabiskan ratusan juta hanya untuk berlibur beberapa hari. Byangin saja jika mereka melakukan liburan setiap akhir pecan, berapa anggaran yang mereka keluarkan hanya untuk bersenang-senang.

2. Golongan Romantis

Untuk golongan yang kedua mereka biasanya berlibur dengan sangat sederhana, tidak perlu berlibur bermewah-mewahan, selagi itu bisa menghabiskan waktu bersama keluarga, teman dan orang tersayang itu sudah cukup membuat mereka bahagia. Mereka biasanya tidak menyukai liburan yang mewah, cukup tempat-tempat wisata yang sederhana namun berkesan yang mereka kunjungi, seperti wisata di pantai, tempat wisata di Lembang Bandung, Tempat wisata di Yogyakarta, dan tempat wisata romantis lainnya.

Romantis [image source]
Untuk masalah budget, mereka biasanya tidak begitu banyak mengelarkan anggaran. Paling banyak mungkin jutaan bahkan bisa hanya ratusan. Namun sekali lagi mereka tentu ingat dengan tujuan awal liburan, bukan untuk gengsi-gengsian, bukan untuk pamer-pameran, bukan untuk sok-sokkan, tapi liburan itu untuk menghabiskan quality time bareng orang-orang tersayang.

Untuk kamu yang masuk ke golongan romantis, ada banyak destinasi wisata di Indonesia yang terbilang sangat cocok buat kamu. Selain tempatnya indah, keromantisan tempat wisata di Indonesia juga tidak perlu diragukan lagi. Beberapa destinasi wisata di Yogyakarta, Lombok, Bali, tempat wisata di Bandung, Pulau Sumatera dan daerah-daerah lainya di Indonesia memiliki pemandangan dan keromantisan yang patut dibanggakan.

3. Golongan Melankolis

Melankolis [image source]
Golongan yang ketiga ini cukup unik, mereka biasanya golongan yang menyukai berwisata sendirian sembari menikmati pemandangan alam. Jangan salah loh, mereka bukannya tidak punya teman atau seseorang untuk menemani liburannya. Namun bagi mereka berlibur sendirian dan mendekatkan diri dengan alam merupakan sebuah keromantisan yang sangat menyenangkan. Bagi mereka berlibur dengan banyak justru bisa membuat tidak menikmati liburan. Kesendirian menikmati kebebasan alam adalah liburan yang sebenarnya.

4. Golongan Ekstrimis

Ekstrimis [image source]
Berbeda dengan golongan hedonis dan romantis, golongan ekstrimis merupakan golongan yang berlibur dengan menolak sebuah kemapanan perjalanan, perjalaan mereka biasanya disebut dengan backpacker. Dengan prinsip menolak kemapanan dalam perjalanan, mereka sengaja tidak melakukan liburan dengan sebuah kemewahan. Bahkan mereka sengaja membawa uang secukupnya buat makan saja, soal ongkos perjalanan dan penginapan itu urusan nanti katanya, selagi masih ada emperan toko yang nyaman dan gerobak truk di jalanan, mereka tidak pusing soal perjalanan dan penginapan.

5. Golongan Mayoritas

Mayoritas [image source]
Dari beberapa jenis golongan diatas, golongan ini merupuakan golongan terbanyak yang ada. Mereka biasanya tidak begitu memikirkan tempat wisata, dimana saja selagi itu ramai dan memiliki pemandangan bagus mereka kunjungi. Dari mulai kebun bunga yang bermekaran, kebun teh, perbukitan, dan pantai menjadi tempat yang paling banyak dikunjungi. Golongan ini tidak ambil pusing soal liburan, katanya yang penting musim liburan bisa bikin status medsos “otw”. Soal budget mereka seadanya. Kalo banyak ya keempat yang jauh, kelo lagi menipis ya belibur yang dekat-dekat saja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *